AAS Cup-2 Sukses dan Jadi Model Solidaritas Alumni Unhas, Om Jak: Kemenangan untuk Semua

  • Whatsapp
Chaerul 'Om Jak' Amir (dok: Istimewa)

PELAKITA.ID – Turnamen Mini Soccer IKA Unhas AAS Cup-2 resmi berakhir dengan semarak dan penuh kegembiraan.

Selama beberapa hari pelaksanaan, Lapangan Karsa Makassar menjadi ruang pertemuan lintas generasi alumni Universitas Hasanuddin yang datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga mempererat silaturahmi dan membangun solidaritas.

Di balik riuh pertandingan dan semangat kompetisi itu, ada kerja besar yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh suasana kekeluargaan.

Ketua Panitia Pelaksana, Chaerul Amir atau yang akrab disapa Om Jak, menyebut keberhasilan AAS Cup-2 bukanlah kemenangan satu tim semata, melainkan kemenangan seluruh keluarga besar alumni Unhas.

“Atas nama Panpel Turnamen Mini Soccer IKA Unhas AAS Cup II menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Ketua Umum IKA Unhas, Bapak Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP, yang juga Menteri Pertanian RI, Bapak Rektor Unhas Prof. Dr. Jamaluddin Jompa beserta para pimpinan universitas, dekan fakultas, ketua-ketua IKA wilayah, IKA fakultas, IKA daerah, IKA luar negeri, Batom IKA Unhas, serta seluruh alumni Unhas yang hebat dan luar biasa,” ujar Om Jak.

Menurutnya, dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen alumni menjadi fondasi utama kesuksesan turnamen tahun ini.

Bukan hanya di lapangan, semangat kebersamaan juga terlihat dalam dukungan moral, sponsor, koordinasi antarkomunitas alumni, hingga keterlibatan para suporter yang memenuhi arena pertandingan.

Turnamen AAS Cup-2 memperlihatkan bahwa olahraga mampu menjadi perekat sosial yang kuat. Rivalitas antartim berlangsung sehat dan sportif, sementara hubungan antarfakultas dan antargenerasi justru semakin erat setelah pertandingan usai.

“Pelaksanaan Turnamen AAS Cup II 2026 berlangsung lancar, aman, dan terkendali serta dalam suasana penuh kekeluargaan yang riang gembira,” lanjut Om Jak.

Meski demikian, panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan masih terdapat kekurangan dan ketidaknyamanan.

Sikap terbuka itu justru menunjukkan semangat evaluasi dan keinginan untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan di masa mendatang.

Lebih jauh, AAS Cup-2 kini mulai dipandang bukan sekadar turnamen olahraga alumni biasa.

Ajang ini berkembang menjadi model solidaritas alumni yang mempertemukan jaringan, pengalaman, dan semangat kolektif dalam satu ruang yang cair dan penuh energi positif.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang sering membuat hubungan antarkomunitas menjadi renggang, AAS Cup-2 justru memperlihatkan bagaimana olahraga dapat membangun rasa memiliki, memperkuat identitas bersama, dan menjaga ikatan emosional antaralumni.

“Insyaa Allah melalui turnamen ini IKA Unhas semakin solid, kuat, dan berjaya,” tutup Om Jak penuh optimisme.

Kalimat itu seakan menjadi penegasan bahwa kemenangan terbesar dari AAS Cup-2 bukan hanya trofi atau gelar juara. Kemenangan sesungguhnya adalah ketika ribuan alumni dapat berkumpul, tertawa, bertanding, dan pulang dengan rasa persaudaraan yang semakin kuat.