Unhas Perkuat Peran dalam Isu Kependudukan Nasional melalui Konsorsium Perguruan Tinggi

  • Whatsapp
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, Dr. Wahiduddin, SKM., M.Kes., hadir sebagai perwakilan Universitas Hasanuddin sekaligus Wakil Kordinator Bidang Program Kegiatan Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK). Rektor Universitas Hasanuddin ditugaskan menjadi Kordinator Wilayah Sulawesi sesuai Surat Keputusan Menteri Nomor 87/KEP/D3/2026 Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

PELAKITA.ID – Universitas Hasanuddin terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan kependudukan nasional melalui partisipasi aktif dalam Pengukuhan Pengurus Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan yang dirangkaikan dengan Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 22–23 April 2026 di Lecture Building Kampus Jimbaran, Universitas Udayana, Bali ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, termasuk kementerian terkait, pimpinan perguruan tinggi, serta mitra pembangunan.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, Dr. Wahiduddin, SKM., M.Kes., hadir sebagai perwakilan Universitas Hasanuddin sekaligus Wakil Kordinator Bidang Program Kegiatan Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK). Rektor Universitas Hasanuddin ditugaskan menjadi Kordinator Wilayah Sulawesi sesuai Surat Keputusan Menteri Nomor 87/KEP/D3/2026 Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Pengukuhan pengurus dilakukan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco, SE, MBA, Ph.D.

Beliau berharap dengan keberadaan PTPK ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan kependudukan Indonesia.

Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026 mengangkat tema “Memajukan Ketahanan Demografi dan Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Inklusif: Inovasi Kebijakan Berbasis Bukti.”

Kegiatan ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti empiris guna mendukung peta jalan pembangunan kependudukan nasional.

Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang diwakili oleh Sekretaris Utama BKKBN  Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., PhD. dengan sejumlah perguruan tinggi, sebagai bentuk penguatan sinergi kelembagaan.

Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang diwakili oleh Sekretaris Utama BKKBN  Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., PhD. dengan sejumlah perguruan tinggi, sebagai bentuk penguatan sinergi kelembagaan.

Dr. Wahiduddin menyampaikan bahwa keterlibatan Unhas dalam konsorsium ini merupakan bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan publik berbasis riset.

“Melalui konsorsium ini, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan kajian ilmiah dan inovasi kebijakan yang berbasis data untuk mendukung pembangunan kependudukan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Partisipasi Universitas Hasanuddin dalam forum nasional ini diharapkan semakin memperkuat peran institusi dalam mendukung terwujudnya stabilitas demografi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 serta mendukung pencapaian IKU Diktisaintek berdampak yakni rasio kerjasama dengan Kementerian/Lembaga serta  SDG 17 yakni kemitraan untuk mencapai tujuan menghidupkan kemitraan global demi pembangunan berkelanjutan.