PELAKITA.ID — Di tengah rangkaian kegiatan Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) 2026, satu side event justru mencuri perhatian: kompetisi Batom Domino.
Bukan sekadar permainan, ajang ini menjelma menjadi contoh konkret bagaimana sebuah kegiatan alumni bisa dikelola secara profesional, inklusif, dan berdampak.
Di balik kesederhanaannya, Batom Domino menghadirkan standar baru dalam pengelolaan kegiatan organisasi. Setidaknya ada beberapa alasan mengapa kegiatan ini patut dijadikan model bagi IKA Unhas ke depan.
“Kita akan terus gelar acara seperti ini, setelah ini kita akan gelar kompetisi antardaerah, termasuk bisa saja antar IKA Unhas di Sulawesi Selatan,” ucap Yasidin, Ketua Batom Domino IKA Unhas.
1. Dukungan Kelembagaan yang Nyata
Kegiatan ini tidak berjalan sendiri. Kehadiran unsur pimpinan kampus seperti Wakil Rektor I Unhas, Prof. Ruslin, hingga tokoh nasional seperti Syamsu Rizal (Daeng Ical) menunjukkan adanya dukungan kelembagaan yang kuat.
Ini menjadi sinyal penting bahwa kegiatan alumni tidak hanya bersifat informal, tetapi juga mendapat legitimasi dan perhatian dari berbagai level kepemimpinan.
2. Pengelolaan Konsumsi yang Humanis dan Rapi
Hal sederhana, tetapi sering terlewat dalam banyak kegiatan organisasi: konsumsi. Batom Domino justru menjadikannya sebagai bagian dari pengalaman peserta.
Panitia menyiapkan teh, kopi, hingga makan siang dan malam dengan menu yang akrab dan membumi—seperti bakso, nyuknyang, hingga burasa siap saji. Suasana hangat tercipta, interaksi mengalir, dan peserta merasa dihargai.
3. Digitalisasi Sistem Pertandingan
Salah satu terobosan paling menonjol adalah penggunaan aplikasi berbasis internet untuk sistem pertandingan. Dengan sistem ini, seluruh proses menjadi transparan, mudah diakses, dan minim potensi konflik.
Menariknya, aplikasi ini merupakan karya alumni Teknik Unhas sendiri, sebagaimana disampaikan oleh panitia, Imran DJ. Ini menunjukkan bagaimana kapasitas intelektual alumni dapat langsung diterapkan untuk mendukung kegiatan organisasi.
4. Pemanfaatan Fasilitas Alumni
Pemilihan Gedung Pertemuan Alumni Unhas sebagai lokasi kegiatan juga bukan tanpa makna. Selain strategis, penggunaan fasilitas ini memperkuat rasa memiliki terhadap aset bersama alumni.
Ruang tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga simbol hidupnya ekosistem alumni yang aktif dan produktif.
5. Transparansi Pengelolaan Dana
Aspek lain yang tak kalah penting adalah keterbukaan dalam pengelolaan dana. Panitia secara terbuka menjelaskan alokasi anggaran—sekitar Rp25 juta—yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi, hadiah, hingga operasional pertandingan.
Transparansi ini membangun kepercayaan, sekaligus menjadi praktik baik (good governance) dalam skala organisasi alumni.
6. Ruang Silaturahmi yang Menyenangkan dan Bermakna
Pada akhirnya, kekuatan utama Batom Domino terletak pada suasananya. Kegiatan berlangsung riang gembira, penuh tawa, namun tetap kompetitif.
Silaturahmi terjalin, jejaring diperkuat, dan nilai-nilai kebersamaan tumbuh secara alami. Domino tidak lagi sekadar permainan, tetapi menjadi medium untuk melatih strategi berpikir, membangun koneksi, dan menjaga identitas kolektif alumni.
Lebih dari Sekadar Permainan
Batom Domino IKA Unhas 2026 membuktikan bahwa kegiatan sederhana bisa menjadi luar biasa jika dikelola dengan serius, transparan, dan penuh perhatian pada detail.
Di tengah tantangan organisasi alumni yang sering kali terjebak pada rutinitas seremonial, model seperti ini menawarkan arah baru: kegiatan yang hidup, relevan, dan memberi manfaat nyata bagi anggotanya.
IKA Unhas tampaknya tidak kekurangan energi. Yang dibutuhkan adalah memperbanyak praktik-praktik baik seperti ini—di mana inovasi, kebersamaan, dan profesionalisme bertemu dalam satu ruang yang sama.









