Mahasiswa Agrobisnis Perikanan Unhas Gelar Pengabdian Masyarakat dan Praktik Lapang Terpadu

  • Whatsapp
Mahasiswa Program Studi Agrobisnis Perikanan Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan praktik lapang terpadu pada tanggal 1–3 Mei 2026 di Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.

Sosialisasi nilai ekonomi ‘Kredit Karbon’ dalam kerangka Ekonomi Biru

PELAKITA.ID – Mahasiswa Program Studi Agrobisnis Perikanan Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan praktik lapang terpadu pada tanggal 1–3 Mei 2026 di Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.

Kegiatan ini berlangsung dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, dengan fokus pada sosialisasi nilai ekonomi perdagangan kredit karbon dalam kerangka ekonomi biru.

Di kawasan pesisir tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi juga berperan sebagai fasilitator yang menjembatani konsep ilmiah dengan realitas masyarakat.

Melalui diskusi interaktif, masyarakat diperkenalkan pada potensi ekosistem pesisir—seperti mangrove, lamun, dan perairan laut—sebagai penyerap karbon yang memiliki nilai ekonomi dalam skema perdagangan karbon global.

Ketua panitia, M. Irham Ilyas, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya membangun pemahaman bahwa keberlanjutan ekosistem pesisir tidak hanya berdimensi ekologis, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Ketua Program Studi Agrobisnis Perikanan, Dr. Firman, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa praktik lapang terpadu merupakan bagian penting dari pembelajaran berbasis pengalaman.

Menurutnya, mahasiswa dituntut mampu mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan kondisi riil di lapangan, terutama dalam membaca peluang dan tantangan pembangunan sektor perikanan berkelanjutan.

Sementara itu, dosen pendamping Mata Kuliah Kelembagaan Perikanan, Prof. Dr. Andi Adri Arief, S.Pi., M.Si., menekankan bahwa implementasi perdagangan kredit karbon membutuhkan kesiapan kelembagaan di tingkat lokal.

Tanpa penguatan kelembagaan, masyarakat berisiko belum mampu mengakses manfaat ekonomi secara optimal dari skema tersebut.

Kegiatan ini juga didampingi oleh sejumlah dosen Program Studi Agrobisnis Perikanan, yakni Prof. Mardiana E. Fahry; Prof. Sri Suro Adhawaty; Prof. Aris Baso; Dr. Andi Amri; Dr. Amiluddin; Dr. A. Wahid; Dr. Fahria; Dr. Alfiani; Hasim, M.Si.; Kasri, M.Si.; Ari Changara, M.Si.; serta Benny, M.Si.

Kehadiran para dosen memperkuat substansi akademik sekaligus memastikan kegiatan berjalan secara sistematis dan kontekstual.

Lebih dari sekadar praktik lapang, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

Di titik ini, praktik lapang terpadu tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dalam kerangka ekonomi biru.

Redaksi