Anno Parallangi | Beratnya ‘Riang dan Gembira Itu

  • Whatsapp
Anno Parallangi

Di situlah tempat sebaik baiknya ber-IKA. Meskipun riang dan gembiranya “sepanjang koridor fakultas” tetapi pada ruang kecil itulah, kita bisa ngopi lepas tanpa berbisik bisik tetangga.

PELAKITA.ID – Tiga hari tak menikmati aroma kopi di kedai pilihanku , lalu menyerup sedalam dalamnya. Sebabnya, lantaran menghadiri undangan yang diteken oleh Muhammad Ramli Rahim sebagai Ketupat Mubes.

Tercatatlah namaku sebagai peserta penuh pada lampiran surat itu. Nama yang konon diperdebatkan. (Heba’2 tong kurasa) ha ha ha tapi sudahlah. Kembali ke catatan inti:

Jadi pagi ini kopi kuhirup kembali. Lebih riang dan asyik rasanya. Sembari membaca beberapa komentar dari setiap catatan senior senior tentang suasana Mubes IKA yang menurut catatanku —- “tak semeriah empat tahun lalu”.

Mungkin karena memilih taghline Mubes 2022 “Riang dan Gembira”.

Taghline ini menurutku berat, sangat berat sehingga untuk menggapainya pun sangat sulit apalagi melebihkan dari suasananya.

Mengapa ? Tema “Riang dan Gembira” 2022 bukan dicetuskan oleh OC dan SC tetapi publik IKA Unhas sehingga rasa dan psikologis nendang pada setiap perjalanan mubes kala itu.

Makanya, setiap sudut kota Makassar, setiap ruang digital Sulsel diwarnai oleh “suasana Mubes IKA 2022”. Pada setiap kedai kopi, warkop dan cafe tiada lain yang menjadi pembahasan adalah tentang Mubes IKA Unhas. Seolah publik sedang membahas tentang Indonesia 🇮🇩, waktu itu!

Seorang teman saya, mantan sesama pekerja broadcast menelpon ku “mengapa mubes Ika Unhas ini sampai ke wag gue, membahasnya, ada apa”.

Teman saya ini adalah alumni Universitas Indonesia.

“Riang dan Gembira” seyogianya bukan menjadi pilihan bagi tahun ini. Jangan kalau menurutku. “Riang dan Gembira” itu berat. Cukup 2022 saja.

Ahhh, pagi ini kita kembali ke habitat masing masing. Lupakan riang dan tak gembira itu. Pun jika ada yang riang dan gembira “paling hanya dalam kamar kecil” oleh pemilik sah 2026 ini.

Maka ayo kita nikmati secangkir kopi, kembali ke fakultas, kembali ke wilayah, kembali ke daerah.

Di situlah tempat sebaik baiknya ber-IKA. Meskipun riang dan gembiranya “sepanjang koridor fakultas”. Tetapi pada ruang kecil itulah, kita bisa ngopi lepas tanpa berbisik bisik tetangga.

#KopiAno

Anno Parallangi, adalah pegiat media, alumni FIB Unhas

Aming Coffee, 4 Mei 2026