PELAKITA.ID — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin melaksanakan Workshop Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Intervensi, Monitoring, dan Evaluasi Tahun 2026 di Hotel Unhas, Idea Room 2 Lantai 1, pada Senin–Selasa, 4–5 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penyamaan persepsi dan penguatan kesiapan pelaksanaan PBL III bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Workshop ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D., dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Dr. Hasnawati Amqam, SKM., M.Sc. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan fakultas, GPM-PR, ketua departemen, pengelola PBL III, supervisor PBL III, kasubag, panitia, serta perwakilan mahasiswa.
Praktik Belajar Lapangan III merupakan salah satu bentuk pembelajaran lapangan yang dirancang untuk menguatkan kompetensi mahasiswa dalam merencanakan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi program intervensi kesehatan masyarakat berdasarkan hasil identifikasi aset.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan pembelajaran teoritis di kelas dengan realitas permasalahan kesehatan masyarakat di lapangan.
Workshop ini bertujuan untuk menyamakan persepsi pelaksana kegiatan PBL III, merancang teknis pelaksanaan kegiatan, serta menghasilkan panduan atau pedoman PBL III yang dapat digunakan secara bersama.
Materi yang dibahas mencakup konsep PBL III, intervensi berbasis aset, monitoring dan evaluasi berbasis aset, focus group discussion materi pembekalan PBL, serta pembahasan panduan PBL III. Data utama kegiatan ini mengacu pada TOR Workshop PBL III FKM Unhas Tahun 2026.
Beberapa narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Dr. Hasnawati Amqam, SKM., M.Sc., Dr. Shanti Rizkiyani, SKM., M.Kes., Dr. Balqis, SKM., M.Sc.PH., M.Kes., Rizky Chaeraty Syam, SKM., M.Kes., dan Dr. Siti Fatmala Rezeki, S.KM., M.K.M.
Para narasumber membawakan materi yang berfokus pada penguatan konsep, teknis intervensi, monitoring, evaluasi, serta penyusunan panduan pelaksanaan PBL III.
Melalui workshop ini, FKM Unhas berharap pelaksanaan PBL III dapat berjalan lebih terarah, sistematis, dan selaras dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaboratif bagi pengelola, supervisor, dan mahasiswa dalam memperkuat kontribusi PBL terhadap pemecahan masalah kesehatan masyarakat.
Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya konsep PBL III dan instrumen pelaksanaan yang telah disepakati bersama, sehingga dapat diaplikasikan secara efektif di lokasi PBL.
Dengan demikian, PBL III diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung peran FKM Unhas dalam pengembangan pendidikan kesehatan masyarakat berbasis lapangan.









