Kolom Rusdin Tompo: Tukang Bikin Spanduk

  • Whatsapp
Rusdin Tompo bersama kolega semasa di Unhas dan spanduk bikinannya (dok: Istimewa)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Rusdin Tompo, Koordinator SATUPENA Provinsi Sulawesi Selatan membagikan pengalaman selama studi di Universitas Hasanuddin. Juga tentang aktivitas dan pilihannya sebagai Tukang Bikin Spanduk. 

***

Setiap kali melewati koridor FIS dari arah terminal pete-pete ke Fakultas Hukum, mata saya selalu tertuju pada pengumuman-pengumuman yang ditempelkan pada tembok atau papan-papan bicara di fakultas-fakultas yang saya lewati.

Read More

Pengumuman-pengumuman itu bukan hanya berisi informasi seputar aktivitas mahasiswa. Namun, di mata saya, semacam ekspresi seni pembuatnya, terutama seni desain dan grafis, dua aktivitas yang saya gemari.

FIS ini merupakan kawasan Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial, yang tata letaknya berbentuk persegi empat. Kalau dari arah terminal angkutan kota yang, saat itu, berada di sisi barat Baruga Andi Pangerang Pettarani, saya kadang melewati Fakultas Ilmu Sosia.

Ada satu peristiwa tak terduga dengan spanduk yang pernah kami buat. Saya, Yasser S Wahab, dan teman–teman membuat spanduk ukuran besar, saat Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus (OPSPEK) angkatan 1991.

Kami membuat spanduk besar warna hitam bergambar simpul tali, simbol gantung diri. Kami meniru gambar ini dari Iklan Layanan Masyarakat (ILM) salah satu mejalah, yang inti pesannya, gantung koruptor.

Rupanya, ada seorang mahasiswa yang trauma dengan gambar seperti itu. Karena mengingatkan dia pada ibunya, yang meninggal akibat gantung diri.

Gara-gara melihat gambar besar itu di dalam ruang H33, dia pingsan. Gambar besar itu belakangan dipasang di luar ruangan, menghadap timur, mulai dari lantai 3 Fakultas Hukum, menjuntai ke bawah.

Kalau spanduk pesanan fakultas, saya kerjakan di rumah.

Dekan Fakultas Hukum UNHAS, saat itu, Kadir Sanusi, juga merupakan dosen Hukum Tata Negara. Pembantu Dekan I, Amir Sjarifuddin, juga dosen Filsafat Hukum dan mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah Hukum.

Achmad Ali, merupakan Pembantu Dekan III, yang mengajar mata kuliah Sosiologi Hukum dan Pengantar Ilmu Hukum.

Spanduk pesanan fakultas biasanya terkait dengan seminar dan lokakarya atau bila ada studium general di H33.

Sering pula, spanduk dipasang di Gedung Pertemuan Ilmiah, dekat danau, jika kegiatannya di sana.

Untuk setiap kegiatan, saya kadang membuat lebih dari satu spanduk, masing-masing untuk di dalam ruangan dan di luar ruangan, berupa spanduk selamat datang.

Bila kegiatan di Gedung Pertemuan Ilmiah, pemasangan spanduk sudah saya lakukan sehari sebelum acara, di sore hari. Biar besok pagi, segalanya sudah beres. Namun, nahas. Spanduk selamat datang yang dipasang di pintu satu, jalan masuk ke kampus UNHAS, sering kali raib, dicuri.

Akhirnya, biar aman, spanduk baru dipasang pagi hari, sebelum acara dimulai.

Bahan yang digunakan spanduk ini bermacam-macam.

Untuk kain, saya biasa membelinya di Toko Aneka Textil, dekat pintu masuk Pasar Sentral.

Untuk cat, saya biasa mencari di deretan toko bahan bangunan, sepanjang Jalan Veteran Selatan.

Sedangkan kalau membuat spanduk dengan bahan kertas, Toko Agung menjadi pilihan saya.

Rusdin Tompo, keempat dari kiri dan sahabat Unhasnya (dok: Rusdin Tompo)

Entah sudah berapa kali saya membuat logo UNHAS, berupa gambar ayam jantan, pohon Lontar, benteng, buah padi dan daun Lontar itu.

Ada teman yang berkomentar, bisanya itu dibuat dengan menggunting kertas warna kuning, hijau, merah, hitam dan putih.

Saya sampaikan, logo UNHAS dengan konstruksi harpa atau kecapi itu, kalau diperhatikan, memiliki pola. Dengan memahami polanya, akan mudah membuat desainnya pada kertas, sebelum digunting.

Pembuatan logo UNHAS ini, selain untuk ditempel di salah satu sudut spanduk, kebanyakan dipasang di depan podium.

Bukan cuma spanduk yang saya buat. Saya juga dimintai tolong mendesain sticker, kaos, dan piagam penghargaan. Logo Himpunan Mahasiswa Hukum Perdata (HIMAHTA), juga merupakan hasil karya saya.

Ada banyak spanduk saya kerjakan selama jadi mahasiswa Fakultas Hukum UNHAS. Saya membuat spanduk untuk kegiatan Baksos di Cenrana (Maros), Tompobulu (Bantaeng), dan Mengkendek (Toraja).

Spanduk untuk Studi Banding di Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Manado, juga saya yang hendle.

Begitupun spanduk Kejuaraan Karatedo Gojukai, spanduk Jazz Goes to Campus, hingga spanduk Dies Natalis Fakultas Hukum.

Saat mengerjakan spanduk studi banding, di tempat kosnya Otniel FE Siwy, di Jalan Maccini Sawah, saya berujar, “Apapun jabatan saya, kerja saya tetap sama, tukang bikin spanduk. ” Di situ ada M Arfin Hamid (Ketua Senat), Harun Ar Rasyid (Ketua BEM), juga Muh Burhanuddin dan Musran.

Saat itu, tahun 1991, Otniel ketua panitia studi banding, sedangkan saya wakilnya. (*)

Makassar, 27 Maret 2024

Related posts