Kolom Rusman Madjulekka: Langkah Supriansa

  • Whatsapp
Supriansa (dok Istimewa)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – POLITIK bergerak cepat. Melebihi Whoosh, kereta cepat Jakarta-Bandung. Perubahannya bukan lagi per jam atau per menit, bahkan detik per detik. Sangat cepat. Tak terkira dan sangat dinamis.

Mulanya ramai diberitakan sejumlah caleg berpotensi lolos ke parlemen. Ke Senayan (sebutan untuk DPR-RI) maupun DPRD tingkat provinsi atau kabupaten/kota.

Tak berselang lama, dikabarkan terancam gagal. Muncul juga wajah baru yang tak diperhitungkan dan cerita lain diluar ekspektasi.

Read More

Hari-hari ini umumnya para caleg masih di posko timsesnya. Di daerah pemilihan mereka. Para caleg ekstra siaga dan dobel kacamata. Pelototi proses penghitungan suara berjenjang. Jangan salah hitung. Atau kawal suara. Jangan tergerus ‘loncat” ke caleg atau partai lain.

Nasib kursi mereka ditentukan secara resmi oleh KPU pada 20 Maret 2024.

Tanpa sengaja saya bertemu caleg DPR dari Partai Golar dapil Sulawesi Selatan (Sulsel) II, Supriansa, akhir pekan lalu di kedai kopi bilangan Menteng Jakarta. Sebelum puasa.

Caleg petahana ini memutuskan meninggalkan poskonya. Ia balik ke Jakarta. Alasannya, masuk kantor usai reses yang berbarengan dengan Pemilu 2024.

“Iya, tidak lolos,” ujarnya menjawab setiap orang yang menyapanya.

Banyak tak percaya. Karena sebelumnya oleh media lokal namanya cukup dijagokan caleg yang bakal melenggang kembali ke Senayan.

Supriansa buka suara setelah dirinya gagal lolos ke Senayan. Hal tersebut dikarenakan perolehan suara 37.719 dalam Pemilu 2024 membuat dirinya  berada di urutan kedua diantara caleg Partai Golkar dapil Sulsel II.

Data real count KPU di website awal Maret 2024, Golkar sempat menjaga asa mengamankan “dua kursi” dengan caleg Supriansa.

Berselang kemudian, PKB menyalip suara Golkar. Adapun Golkar total mengumpulkan 309.692 suara. Sisa suara Golkar untuk “kursi kedua” setelah pembagian tiga sebanyak 103.230.

Itu artinya suara PKB yang 104.780 unggul atas suara Golkar dan mengamankan kursi terakhir.

“Kursi Partai Golkar hanya satu, sayang sekali. Jadi, saya belum berhasil lolos kembali,” ungkap Supriansa.

Di Pemilu 2019 dapil Sulsel 2 yang meliputi kabupaten Barru, Bulukumba Bone, Maros, Pangkep, Sinjai, Soppeng, Wajo dan Parepare, sejatinya jadi “lumbung suara” Golkar.

Saat itu partai beringin rindang jadi jawara dengan mengumpulkan 415.048 suara partai. Dan Golkar meloloskan dua calegnya, termasuk Supriansa.

***

Lalu, kemana Supriansa selanjutnya?

“Saya tidak ke mana-mana. Tetap masuk kantor sampai akhir periode jabatan saya. Insya Allah masih di jalur politik, tetap ke masyarakat dan di Golkar,” tegasnya menjawab berbagai spekulasi yang beredar di publik.

Tetap di jalan politik usai gagal kembali ke Senayan, apakah Supriansa akan merambah Pilkada 2024?

Perlu diketahui, kabupaten Soppeng merupakan wilayah yang menjadi “lumbung suara” Supriansa selama berlaga di Pemilu 2019 dan 2024.

“Saya mengikuti arahan partai,” ujar Supriansa  menjawab pertanyaan apa langkah selanjutnya di eksekutif Soppeng.

“Kita tidak tahu apa ke depan. Semua pergerakan politik dinamis,” tambahnya.

Penulis: Rusman Madjulekka.

Related posts