Darwis Ismail, Putra Luwu di Jajaran Elite Partai Persatuan Pembangunan

  • Whatsapp
Politisi Partai Persatuan Pembangunan, maju sebagai Caleg DPR RI Dapil 3 Sulawesi Selatan, Darwis Ismail, S.T, M.M.A (dok: istimewa)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Dia nekat meninggalkan Makassar setelah ijazah Sarjana Ilmu dan Teknologi Kelautan di Universitas diraih.

Disebut demikian sebab peta situasi Jakarta tak diketahuinya, kawan terbatas dan hanya bermodalkan uang secukupnya. Kapal laut jadi pilihan.

Begitu CEO PT Teknocorp Darwis Ismail saat membuka percakapan dengan Pelakita.ID pada sore tanggal 8 Juli 2023 di lantai 2 Café Boska di bilangan Jakarta Selatan tepatnya di Ruko Angsana miliknya. Teknocorp adalah perusahaan konstruksi yang dibesut oleh Pria Luwu itu.

Read More

Pertemuan dengan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Persatuan Pembangunan Wilayah Sulawesi Maluku dan Papua itu serba kebetulan. Dia menyempatkan diri menyapa Pelakita.ID di sela kesibukannya.

Meski mengaku ada rapat malam dengan DPP PPP,  CEO Teknocorp ini membalas permintaan bincang dengan Pelakita.ID. “Malam ini ada rapat di DPP, rapat konsolidasi terkait koordinasi dan strategi Bapilu PPP,” balasnya.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan Pelakita untuk mendengarkan sekelumit kisah perjalanan karirr, profesi dan pilihan hidupnya belakangan ini termasuk perannya di jajaran elite Partai Persatuan Pembangunan di DPP.

Nekat ke Jakarta

“Bisa disebut nekat, sebab saat ini sebagai alumni baru Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas kita hanya berbekal ijazah,” ucapnya.

“Tidak naik pesawat, saya naik kapal laut,” tambahnya.  Dia mengaku mendapat restu orang tua sebab di keluarganya, ada pandangan bahwa pendidikan dan jalan karir harus diperjuangkan.

“Bapak dan ibu sangat mendukung, meski tetap diberi pertimbangan untuk berhat-hati di Tanah Jawa,” kenangnya.

Menurut Darwis, pengalamannya menjadi mahasiswa di Ilmu dan Teknologi Kelautan yang memperoleh banyak inspirasi dari pergerakan mahasiswa Kelautan Unhas, tentang solidaritas, tentang perjuangan untuk menjadikan isu kelautan sebagai arus utama membangun bangsa.

“Itu juga yang memotivasi untuk ke Jakarta dan secara perlahan membangun komunikasi dengan beberapa alumni termasuk alumni dari non-Unhas,” ucapnya.

Di Jakarta, Darwis muda mengaku hidup di kos-kosan. Modal uang secukupnya dan mulai membaca peta kehidupan di Jakarta. “Kadang naik ojek, angkot hingga bus.  Harus mulai belajar membaca Jakarta,” kata dia.

“Meski begitu, gagasan awalnya tetap saya jaga, menjadi entrepreneur maritim, kurang lebih begitu,” ucapnya.

Dia mengaku punya mimpi besar saat itu untuk bisa eksis menjadi pelaku usaha maritim.

“Saya membayangkan punya satu perusahaan konsultan riset,”: aku pria yang masuk kuliah di Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas angkatan 1992.

Setelah luntang-lantung ke satu usaha ke usaha lain, seperti menjadi sales, menjadi tenaga survey, bahkan penah menjadi sales produk teknologi, dia putuskan untuk membangun perusahaan kecil.

Perusahaan itu dia bangun karena mendapat masukan dan pertimbangan anggota keluarganya.

Ketua Pemenangan PPP untuk Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua Darwis Ismail bersama Sandiaga Uno (dok: Istimewa)

“Kantor pertama kali di Jakarta Selatan, di Pejaten,” katanya. Dia mengaku mendapat jejaring luas terutama di lingkup pekerjaan konsultansi kelautan perikanan. Dia berteman dengan sejumlah tokoh, biirokrat hingga politisi.

“Tahun 2000-an sudah mulai menggeluti dunia konsultan, bersama anak-anak Kelautan Unhas kita rintis usaha jasa dan layanan konsultansi perencanaan dan program-program aplikatif, mitranya salah satunya Kementerian Kelautan dan Perikanan, dulu namanya masih Departemen Ekslplorasi Laut,” ungkapnya.

“Selain dengan KKP, saat itu juga sudah membangun jejaring di Kementerian Pertanian hingga Kementerian Pertahanan,” tambah Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Unhas yang juga pengurus pusat Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia ISKINDO ini.

Ada banyak cerita yang disampaikannya mulai dari suka duka merintis usaha, jejaring profesional di Jakarta, interaksi alumni Kelautan dan perkenalannya dengan dunia politik. Sebelum berlabuh di Partai Persatuan Pembangunan, Darwis pernah pula menimba ilmu politik di Partai Golkar.

Posisinya saat ini sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu di Partai Persatuan Pembangunan adalah muara perjuangan pendidikan, karir, dan profesionalismenya.

Menurutnya perjalanan hidup tidak akan pernah mudah jika sudah punya cita-cita, mimpi atau visi.

“Saya kira tidak ada yang mudah, apalagi kalau kita mulai dengan sumber daya terbatas. Yang perlu dipahami bahwa kita harus terus bekerja, fokus dan tidak boleh surut saat ada persoalan,” ucap pemilik Burger 73 di bilangan Jakarta Selatan ini.

Maju di Dapil 3 Sulawesi Selatan

Darwis menyebut dia tidak akan pernah lelah untuk bicara kepentingan pembangunan daerahnya di Sulawesi Selatan dan itu bisa melalui berpartisipasi melalui Partai Politik.

“Ada pengalaman jadi Caleg melalui Dapil 3 Sulsel untuk DPR RI tahun 2019, ini kesempatan bagus untuk berbenah di 2024,” sebutnya.

“Tahun depan, tetap maju dari Dapil yang sama, tentu dengan persiapan yang lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya optiimis.

Pada kesempatan itu dia juga menyebut saat ini Partai Persatuan Pembangunan diminati dan berisi sosok-sosok kuat di Sulawesi Selatan.  Ada beberapa nama yang disebutnya sebagai tokoh. Seperti Amir Usakara, Muhammad Aras, hingga mantan Bupati Maros Hatta Rahman.

“Kami di PPP, punya komitmen politik yang baik dan kuat, selalu optimisi. Mengapa? Sebab tidak ada perjuangan yang sia-sia, yang penting niat baik tetap dipelihara,” pungkasnya.

Info Tentang Darwis Ismial

Lahir Di Luwu, 2 Maret 1973. Tinggal Di Jalan Palapa, No. 02, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Phone : 0813-9853-6626. Facebook : Darwis Ismail, St., Mma. Instagram : Dw_Darwisismail. Twitter : Darwisismail101

Riwayat Pendidikan, Tahun 1992- 1998  Peraih Gelar S1 Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin. Tahun 2000-2002 | S2 Management Agribisnis Institut Pertanian Bogor.

Perusahaan

CEO  Pt. Teknocorp Indonesia Makmur. CEO  Pt. Boska Indonesia Jaya.
Komisaris PT. Spektra Tirta Sakti. Komisaris Pt. Mutia Feedmill Makmur

Organisasi

2016-2020 | Ketua Umum Ikatan Sarjana
Kelautan Universitas Hasanuddin

2021 – 2026 | Ketua Umum Ikatan Sarjana
Kelautan Universitas Hasanuddin

2016 – 2018 | Bendahara Umum Ikatan
Sarjana Kelautan Indonesia

2018 – 2020 | Sekretaris Dewan Pakar
Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia

2021 – 2026 | Wakil Ketua Umum Ikatan
Sarjana Kelautan Indonesia

 

(Tim Pelakita)

Related posts