Pemkot Tegal dan DFW sambut Hari Nusantara dengan aksi bersih di Pelabuhan Perikanan Tegalsari

  • Whatsapp
Aksi bersih-bersih di Pelabuhan Perikanan Tegalsari. Kerjasama Pemkot Tegal, DFW, GIZ dan Rethinking Plastic (dok: DFW Inonesia)

PELAKITA.ID –Memperingati Hari Nusantara yang jatuh pada tanggal 13 Desember, DFW Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tegal menggelar aksi bersih pelabuhan perikanan Tegalsari. Aksi dilaksanakan pada 10 Desember 2021.

Wali Kota Tegal Tedy Yon Supriyono mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitemen dan aksi bersama stakehokder untuk mulai menata pelabuhan Tegalsari dari dimulai dari kebersihan.

“Peringatan hari nusantara kami rayakan bersama stakehokder untuk membersihkan sampah di pelabuhan perikanan Tegalasari,” kata Tedy Yon.

Read More

Dirinya berjanji, aksi semacam ini menjadi agenda rutin Pemerintah Tegal untuk mengelola sampah di pelabuhan perikanan Tegalsari. “Saya meminta ini menjadi agenda rutin pemerintah kota Tegal bersama stakeholder,” tegas Tedy.

Sementara itu, Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW)  Indonesia, Abdi Suhufan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 400 orang peserta selama kurang lebih 2 jam.

“Aksi 2 jam berhasil mengumpulkan sampah pelabuhan sebanyak 16 ton,” kata Abdi.

Berbagai pihak yang terlibat dalam aksi ini adalah dinas lingkungan hidup, dinas perikanan, pelaku usaha  pramuka, komunitas pecinta alam, mahasiswa dan siswa SMK perikanan Al Maarif.

Sampah di Tegalsari kurang dikelola baik karena keterbatasan tenaga. “Kawasan seluas 7 hektar hanya memiliki 8 orang petugas kebersihan, sementara ada 600 kapal yang bersandar di Tegalsari,” kata Abdi.

Penampakan mural di komplek pelabuhan perikanan Tegalsari (dok: istimewa)

Koordinator Program DFW Indonesia, Hartono mengatakan selain aksi bersih sampah, pihaknya melakukan kampanye mural, pemberian bantuan tempat sampah dan kampanye satu nelayan satu karung sampah.

“Kami berikan bantuan 10 unit tong sampah mobile untuk ditempatkan pada titik strategi dalam kawasan,” kata Hartono.

Program pelabuhan bersih mendapat dukungan kerjasama dari GIZ Jerman dan Rethinking Plastic.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *