BPDASHL Jeneberang-Saddang dan SOSBOFI hijaukan pesisir Lantebung Makassar

  • Whatsapp
Mangrove Love, donasi cinta SOSBOFI dan BPDSAHL Jeneberang untuk Lantebung (dok: istimewa)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Jeneberang-Saddang bekerjasama Ikatan Alumni SMA Negeri I (SOSBOFI) Makassar angkatan 89 dan Kelompok Pelestari Mangrove Lantebung menggelar aksi tanam mangrove, (Senin, 28/12/2020)

Pemilihan lokasi Lantebung di Kelurahan Bira karena merupakan salah satu destinasi ekowisata alternatif di Kota Makassar serta memegang fungsi strategis sebagai ‘benteng terakhir greenbelt’ Kota Makassar.

Read More

Pagi itu, bukan hanya alumni SOSOBOFI yang nampak bersukacita tetapi juga tim BPDASHL Jeneberang-Saddang, Babimmas Kelurahan Bira, Babinsa, serta perwakilan kelurahan Bira.

Alumni Smansa Makassar yang datang pada aksi tanam tersebut ada yang naik motor, roda empat dan bersepeda. Beberapa dari mereka berswafoto pada photobooth tersedia.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif keluarga besar SOSBOFI, melalui GoGoSS89, ini komunitas sepeda anak Smansa angkatan 89,” kata H Hasbullah Bo, koordinator GoGoSS89.

Menurut Bo, kegiatan penanaman mangrove ini sebagai tanggungjawab sosial dan lingkungan keluarga besar Smansa 89.

Anggota GoGoSS89 SOSBOFI usai aksi tanam pohon di Lantebung (dok: istimewa)

“Terima kasih kepada Pak Saraba, terkhusus Tim BPDASHL Jeneberang-Saddang yang telah mendukung aksi tanan mangrove di pesisir Lantebung ini,” ucap pria yang datang bersepeda ke lokasi tersebut.

Pertimbangan SOSBOFI, menurut Bo dalam pemilihan lokasi di Ekowisata Mangrove Lantebung bahwa pemulihan ekosistem Mangrove ini akan berdampak nyata bagi pelestarian vegetasi mangrove dan perkembangbiakan satwa pantai di pesisir Makassar, salah satu kota terbesar di Indonesia bagian timur.

“Pemilihan lokasi ini dianggap strategis karena pesisir Lantebung merupakan wilayah Kota Makassar yang berfungsi sebagai benteng penahan abrasi dan gelombang ekstrem, karena keberadaan ekosistem mangrove,” terang Abdul Azis, S.Hut, M.Sc, kepala seksi evaluasi pada BPDSAHL Jeneberang-Saddang.

“Kegiatan ini sangat penting untuk perlindungan pesisir dan pelestarian mangrove di Makassar, salah satu bagian dari tugas kami di BP DAS,” ucap Azis.

Sementara itu, Saraba ketua kelompok konservasi Lantebung yang juga peraih penghargaan Kalpataru untuk kategori penyelamat lingkungan mengapresiasi inisiatif SOSBOFI dan dukungan konkret BPDSAHL ini.

Saraba menyebut mangrove dapat menjaga keselamatan pesisir Lantebung. Dia memuji SOSBOFI dan BPDASHL karena telah menanam tanaman multiguna atau Multipurposes Tree Species (MPTS) untuk wilayah dataran rendah termasuk di areal Ekowisata Mangrove Lantebung.

“Kami akan siap menjaganya, apalagi sudah ada plang penandanya,” katanya.

“Saat ini kami ada sepuluh orang anggota kelompok yang ikut terlibat pada kegiatan ini,” jelas Saraba, penerima Kalpataru pada tanggal 21 Desember 2020 untuk kategori penyelamat lingkungan.

Adapun jumlah bibit mangrove yang disiapkan sebanyak 1500 batang dan telah ditanam dengan menggunakan model ‘hati atau love’ lengkap dengan papan penanda GoGoSS89 SOSBOFI.

Sementara itu, terpisah, M Tahir Pallawa, Kepala BPDSAHL Jeneberang-Saddang menyebut bahwa tahun ini pihaknya menyediakan sekurangnya 2 juta bibit pohon gratis untuk dapat ditanam oleh warga atau siapapun yang ingin menghijaukan lahannya.

“Bibit pohon tersebut gratis dan dapat diperoleh pada pusat persemaian yang ada Kabupaten Gowa, Bone, Maros dan Tana Toraja. Sekali lagi, bibitnya gratis,” katanya.

BPDASHL Jeneberang Saddang adalah satu UPT Direktorat Jenderal Pengendalian DAS Dan Hutan Lindung KemenLHK yang beroperasi di Provinsi Sulawesi Selatan. Terdapat sekuragnya 4,4 juta hektar kawasan di Sulawesi Selatan yang menjadi wilayah kerjanya.

 

Penulis: K. Azis

Related posts