Trenggono: KNMP 2027 Butuh Sinergi Akademisi, Organisasi Perikanan, Nelayan, dan Pemerintah Daerah

  • Whatsapp
Dalam keterangannya, Trenggono menyebut KNMP sebagai program berskala besar yang menjangkau ribuan kawasan pesisir. Karena itu, proses persiapan dan pelaksanaannya tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah pusat, tetapi membutuhkan dukungan dan kontribusi berbagai pihak.

PELAKITA.ID – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2027 membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perguruan tinggi, organisasi di bidang perikanan, kelompok nelayan, hingga pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap lokasi pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir, karakteristik wilayah, dan potensi pasar.

Penegasan itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melanjutkan kunjungan kerja dari Jember ke Gresik, Jawa Timur, untuk bertemu dengan para mitra yang akan terlibat dalam persiapan pembangunan KNMP tahun 2027.

Dalam keterangannya, Trenggono menyebut KNMP sebagai program berskala besar yang menjangkau ribuan kawasan pesisir. Karena itu, proses persiapan dan pelaksanaannya tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah pusat, tetapi membutuhkan dukungan dan kontribusi berbagai pihak.

“KNMP adalah program besar yang menjangkau ribuan pesisir. Maka dari itu, peran akademisi, organisasi-organisasi di bidang perikanan, termasuk nelayan dan pemerintah daerah, sangat penting dalam membantu kami mengeksekusi program strategis ini,” ujar Trenggono.

Menurutnya, keterlibatan para mitra diperlukan agar pembangunan tidak sekadar berorientasi pada penyediaan infrastruktur dan sarana prasarana, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat pesisir serta mempertimbangkan karakteristik daerah dan peluang pasar.

Ia menekankan bahwa kesesuaian antara lokasi, kebutuhan masyarakat, potensi usaha, dan karakteristik pasar menjadi bagian penting dalam mempersiapkan KNMP agar manfaatnya dapat dirasakan ketika kawasan tersebut mulai beroperasi.

“Harapannya, saat KNMP beroperasi, manfaatnya benar-benar nyata untuk kemajuan kawasan pesisir,” katanya.

Menyamakan persepsi sebelum menentukan lokasi

Salah satu agenda penting dalam persiapan KNMP 2027 adalah membangun kesamaan pemahaman di antara para mitra mengenai identifikasi calon lokasi pembangunan.

Trenggono berharap pelatihan yang diberikan kepada para mitra dapat menghasilkan kesamaan pandangan dan standar dalam menilai serta mengidentifikasi lokasi-lokasi potensial.

“Saya berharap setelah pelatihan ini, rekan-rekan memiliki kesamaan pandangan dalam mengidentifikasi calon-calon lokasi KNMP tahun pembangunan 2027,” ungkapnya.

Penekanan tersebut memperlihatkan bahwa tahapan identifikasi lokasi menjadi bagian penting dari keseluruhan proses pembangunan. Calon lokasi perlu dipahami berdasarkan kondisi faktual di lapangan, termasuk basis aktivitas perikanan, kelembagaan nelayan, kesiapan lahan, ketersediaan utilitas, potensi usaha, serta komitmen pemerintah daerah dan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan KNMP diharapkan tidak hanya menghasilkan kawasan dengan fasilitas fisik yang memadai, tetapi juga memiliki fondasi sosial, kelembagaan, dan ekonomi untuk mendukung keberlanjutan operasionalnya.

Dari pembangunan fisik menuju manfaat ekonomi pesisir

Pernyataan Menteri Trenggono juga menegaskan pentingnya menghubungkan pembangunan KNMP dengan ekosistem ekonomi masyarakat pesisir.

Ketersediaan fasilitas seperti tambatan perahu, tempat pendaratan ikan, fasilitas penyimpanan hasil perikanan, bengkel nelayan, hingga sarana pendukung usaha perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Di sisi lain, keberadaan pasar dan rantai distribusi menjadi pertimbangan penting agar aktivitas produksi perikanan dapat terhubung dengan peluang perdagangan yang lebih luas.

Artinya, keberhasilan KNMP tidak cukup diukur dari selesainya pembangunan fisik. Keberlanjutan operasional, aktivitas ekonomi, peningkatan produktivitas, dan manfaat yang diterima masyarakat nelayan juga menjadi bagian penting dari ukuran keberhasilannya.

Karena itu, sinergi akademisi, organisasi perikanan, nelayan, dan pemerintah daerah menjadi modal penting untuk memastikan proses perencanaan hingga pelaksanaan berjalan sesuai kebutuhan di masing-masing kawasan.

Menutup keterangannya, Trenggono menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi para mitra yang terlibat dalam persiapan program tersebut.

“Terima kasih atas sinergi baik ini. Mari bersama kita wujudkan nelayan naik kelas,” tutupnya.

Melalui persiapan KNMP 2027, Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong agar pembangunan kawasan nelayan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, melainkan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi perikanan yang produktif, terhubung dengan pasar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.