PELAKITA.ID – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Sumberejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, telah mencapai progres 48,57 persen. Kawasan ini dirancang sebagai salah satu simpul penyangga yang mendukung aktivitas perikanan dari hulu, terutama dalam penyediaan bahan baku, pengumpulan hasil tangkapan, dan penguatan jejaring usaha perikanan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau langsung pembangunan KNMP Sumberejo pada Jumat (30/10), sekaligus mengakhiri rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Jember.
Dalam peninjauan tersebut, Trenggono melihat sejumlah fasilitas yang mulai dibangun, antara lain shelter pendaratan ikan, pondasi gudang beku portabel, jalan kawasan, pondasi pabrik es, kios, serta saluran drainase.
Progres pembangunan yang telah mencapai 48,57 persen menunjukkan bahwa pekerjaan fisik di kawasan tersebut sedang berjalan. Pemerintah memastikan pembangunan dilaksanakan sesuai tahapan dan target yang telah ditetapkan agar fasilitas dapat segera dimanfaatkan masyarakat nelayan.
Menurut Trenggono, KNMP Sumberejo memiliki karakteristik sebagai kawasan tipe penyangga, sebagaimana KNMP Paseban di Jember. Perannya adalah mendukung aktivitas perikanan dari sisi hulu, terutama dalam memastikan ketersediaan bahan baku dan memperkuat hubungan antara nelayan, pelaku usaha, serta pusat kegiatan perikanan.
Kawasan penyangga ini difokuskan untuk mendukung pengumpulan awal hasil tangkapan nelayan, penyediaan bahan baku, penguatan jejaring usaha, serta penyaluran hasil perikanan menuju pusat-pusat kegiatan.
Dengan fungsi tersebut, keberadaan KNMP Sumberejo diharapkan dapat memperkuat hubungan antartahapan dalam rantai pasok perikanan, mulai dari aktivitas penangkapan hingga distribusi hasil perikanan.
Bukan Sekadar Membangun Fasilitas
Dalam keterangannya, Trenggono menegaskan bahwa pembangunan KNMP tidak boleh dipahami sebatas menghadirkan infrastruktur fisik di kawasan pesisir.
Lebih dari itu, program ini diarahkan untuk membangun ekosistem perikanan yang lebih kuat, memperlancar rantai pasok, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.
Pendekatan tersebut penting karena keberadaan fasilitas pendaratan ikan, gudang beku, pabrik es, kios, dan infrastruktur pendukung lainnya perlu terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Fasilitas penyimpanan dan penyediaan es, misalnya, diharapkan mendukung penanganan hasil tangkapan agar kualitas ikan tetap terjaga. Sementara itu, shelter pendaratan dan akses jalan kawasan dapat membantu memperlancar aktivitas bongkar muat serta distribusi hasil perikanan.
Dalam konteks pengembangan kawasan, keterhubungan antarfasilitas dan aktivitas usaha menjadi faktor penting agar investasi infrastruktur dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Trenggono menyatakan pemerintah akan memastikan pembangunan KNMP Sumberejo berjalan sesuai target sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan nelayan dan masyarakat sekitar.
“Kita pastikan pembangunan berjalan sesuai target agar manfaatnya segera dirasakan oleh para nelayan dan masyarakat sekitar,” tegasnya.
Memperkuat Rantai Pasok Perikanan dari Hulu
Kehadiran KNMP Sumberejo memperlihatkan bahwa pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih tidak harus memiliki fungsi yang seragam di setiap lokasi.
Kawasan tipe penyangga seperti Sumberejo dan Paseban memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan perikanan dari hulu, terutama dalam penyediaan bahan baku dan pengumpulan awal hasil tangkapan sebelum didistribusikan ke pusat kegiatan.
Dengan pembagian fungsi kawasan yang sesuai karakteristik wilayah, KNMP diharapkan dapat membentuk jaringan ekonomi perikanan yang saling terhubung.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh persentase penyelesaian konstruksi, tetapi juga oleh kesiapan pengelolaan, keterlibatan nelayan, keberlanjutan aktivitas usaha, dan kemampuan kawasan menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.
KNMP Sumberejo diharapkan menjadi lebih dari sekadar kawasan dengan fasilitas baru, melainkan simpul penguatan rantai pasok yang membantu menghubungkan hasil tangkapan nelayan dengan kegiatan usaha dan pasar yang lebih luas.









