GloRI Unhas dan Flinders Siapkan Magister dan Doktor Jalur Riset untuk Dosen Muda Unhas dan Kawasan Timur Indonesia

  • Whatsapp
Delegasi GloRI Unhas dan Flinders University berfoto bersama usai pertemuan di Makassar, Kamis (29/10/2026). (Sumber: dokumentasi GloRI)

Rumput Laut Jadi Unggulan

Kedua institusi sepakat menjajaki program magister dua gelar dengan skema 1+1. Mahasiswa menempuh tahun pertama di Unhas untuk perkuliahan dan persiapan riset, seperti penulisan proposal, metodologi tinjauan pustaka, proses etik penelitian, serta keterampilan riset kuantitatif dan kualitatif.

PELAKITA.ID – Global Research Institute (GloRI) Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Flinders University, Australia, menjajaki jalur beasiswa doktor hilirisasi rumput laut bagi 15–20 kandidat, sekaligus program magister dua gelar (double degree) berorientasi riset dengan skema 1+1 untuk dosen muda Unhas dan kawasan timur Indonesia secara umum. Rencana itu dibahas dalam pertemuan di Makassar, Kamis (29/10/2026).

Pertemuan selama dua jam tersebut juga membahas rencana forum bersama dengan peneliti First Nations Australia dan model pelatihan riset yang dijalankan Flinders.

Delegasi Unhas terdiri atas Direktur Eksekutif GloRI Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, ST., M.Phil., IPU; Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas Ansariadi, SKM., M.Sc.PH., Ph.D; Sekretaris GloRI Andi Imam Arundhana Thahir, S.Gz., MPH., Ph.D; dan Manajer Riset dan Kerja Sama GloRI Zulung, S.Pi., M.Env.

Flinders University diwakili Prof. Eugene Sebastian, Executive Director International Research Strategy, dan Prof. Timothy Cavagnaro, Pro Vice-Chancellor Research Training and Capabilities.

Kedua institusi sepakat menjajaki program magister dua gelar dengan skema 1+1. Mahasiswa menempuh tahun pertama di Unhas untuk perkuliahan dan persiapan riset, seperti penulisan proposal, metodologi tinjauan pustaka, proses etik penelitian, serta keterampilan riset kuantitatif dan kualitatif.

Tahun kedua dijalani di Flinders University, Adelaide, dengan fokus penuh pada riset. Lulusan menerima ijazah dari kedua perguruan tinggi.

Sasarannya adalah dosen muda dan peneliti tahap awal hingga menengah (early-mid career researcher), baik dari Unhas maupun dari jejaring perguruan tinggi negeri di Indonesia Timur. Unhas akan menjadi pusat perekrutan dan koordinasi.

Program ini sengaja dirancang berorientasi riset. Setiap mahasiswa dibimbing dua pembimbing, satu dari Unhas dan satu dari Flinders, dan ditargetkan menghasilkan artikel ilmiah, misalnya scoping review, systematic review, atau meta-analisis, pada akhir tahun kedua.

Mahasiswa juga akan dilatih memanfaatkan perangkat kecerdasan buatan untuk menyusun tinjauan pustaka. Lulusan berprestasi berpeluang melanjutkan ke program doktor.

Unhas dan Flinders berencana memberikan pembebasan biaya kuliah. Biaya hidup mahasiswa diharapkan ditopang beasiswa LPDP, sedangkan Australia Awards dijajaki untuk dukungan kuota.

Kedua pihak akan mengajukan proposal secara terpisah setelah MOU ditandatangani. Flinders sudah masuk daftar perguruan tinggi tujuan LPDP dengan sejumlah program studi, termasuk kesehatan masyarakat.

Kedua institusi juga menyepakati inisiatif unggulan berupa jalur beasiswa doktor hilirisasi rumput laut. Sektor rumput laut di Indonesia Timur selama ini masih dominan di hulu, yakni sebagai komoditas mentah. Flinders memiliki pusat biorefinery rumput laut yang mengolahnya menjadi produk farmasi, kosmetik, dan plastik.

Rencananya, 15–20 kandidat doktor akan dibagi ke empat bidang: farmasi, kosmetik, plastik, dan gizi. Setelah studi, mereka kembali ke Indonesia untuk memperkuat Pusat Keunggulan dan Science & Technology Park Unhas. Pendekatan ini dinilai selaras dengan prioritas nasional, yaitu pembangunan kawasan timur Indonesia, hilirisasi sumber daya alam, dan ekonomi hijau.

Dalam diskusi, Unhas dipandang memiliki posisi strategis sebagai pusat jejaring perguruan tinggi negeri di kawasan timur.

Daya tarik kawasan ini bagi pendanaan pendidikan dan riset juga ditopang oleh sejumlah faktor, yakni kebutuhan penguatan sumber daya manusia kesehatan, kapasitas pendidikan yang masih perlu ditingkatkan, serta potensi hilirisasi sumber daya laut seperti rumput laut. Dosen yang direkrut ke program ini akan terikat komitmen untuk kembali dan berkontribusi di perguruan tinggi asalnya.

Kedua pihak juga merencanakan forum bersama antara peneliti First Nations dari Flinders dan peneliti Unhas, dengan tema iklim, kesehatan, inklusi, dan masyarakat pesisir.

Forum direncanakan digelar di Makassar, lalu dilanjutkan di Darwin, untuk merumuskan agenda riset bersama. Pendekatan ini mengangkat kembali keterhubungan sejarah maritim Makassar dan Australia bagian utara.

Suasana diskusi antara GloRI Unhas dan Flinders University membahas program double degree dan kolaborasi riset. (Sumber: dokumentasi GloRI)

Delegasi Flinders memaparkan model Research Training Hub, yang mendampingi peneliti sepanjang kariernya melalui pelatihan, mentoring, dan pengembangan profesional. Sekitar separuh pesertanya adalah tenaga profesional pendukung riset, seperti penulis proposal hibah dan tim kontrak.

Menurut pemaparan Flinders, pendekatan ini berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan riset universitas tersebut.

Dalam pertemuan ini, kedua pihak juga membahas potensi riset jalur evolusi (evolutionary pathway) untuk mengungkap hubungan budaya antara Australia dan Indonesia.

Kajian tersebut dapat ditinjau dari berbagai aspek, mulai dari fosil, sejarah, budaya, hingga mikrobioma. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah penelusuran jalur evolusi melalui mikrobioma saluran cerna manusia purba dan manusia modern. Dalam diskusi juga disinggung kaitan leluhur Denisovan antara penduduk Asia Tenggara dan kepulauan Pasifik sebagai narasi ilmiah yang menarik.

Flinders memiliki program arkeologi maritim yang diperkenalkan sebagai jembatan alami bagi kolaborasi tersebut, mengingat fokus Unhas pada bidang maritim dan nilai arkeologis kawasan timur Indonesia.

Flinders akan memperkenalkan peneliti arkeologi maritimnya kepada mitra di Unhas untuk kemungkinan proyek bersama.

Dalam waktu dekat, Unhas akan mengirimkan draf MOU yang ada untuk ditelaah Flinders agar skema magister dua gelar dan kolaborasi riset tercantum secara eksplisit. Flinders akan menghadiri pertemuan dengan Kedutaan Besar Australia untuk membahas skema pendanaan bersama.

Penandatanganan MOU ditargetkan pada Februari–Maret 2027 dalam kunjungan Wakil Rektor Bidang Riset Flinders ke Unhas. Setelah itu, pengajuan ke LPDP (oleh Unhas) dan Australia Awards (oleh Flinders) dilakukan bersamaan. Kedua pihak juga akan menyiapkan nama program yang dapat menjadi identitas inisiatif ini.

Delegasi Unhas dan Flinders berdiskusi mengenai rencana kemitraan strategis. (Sumber: dokumentasi GloRI)