Sambut Kongres IV ISKINDO | Masady Manggeng: ISKINDO Baru Harus Punya Rumah, Menghidupkan Sekretariat, dan Memobilisasi Potensi Alumni

  • Whatsapp
Masady Manggeng (ujung kiri, menyinggung senyum)

Pengalamannya ketika menjadi Sekretaris Jenderal HIMITIKINDO membuatnya memahami tantangan yang dihadapi mahasiswa atau alumni daerah ketika berusaha menjangkau jejaring profesional di ibu kota. Karena itu, ia menilai keberadaan sekretariat akan membantu menghilangkan hambatan tersebut dan membuka akses yang lebih setara bagi generasi muda kelautan.

Pandangan Masady Manggeng dalam forum Pra-Kongres IV ISKINDO, 9 Oktober 2026

PELAKITA.ID – Masady Manggeng berharap kepengurusan baru Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) mampu memperkuat organisasi melalui pengaktifan kembali sekretariat, mobilisasi potensi alumni lintas profesi, dan pembentukan ruang pertemuan yang nyata bagi sarjana kelautan dari berbagai daerah.

Bagi pria berdarah Aceh ini, setelah organisasi melewati perjalanan panjang dan semakin banyak alumninya menduduki posisi strategis, ISKINDO seharusnya memiliki kemampuan bergerak lebih cepat, lebih terorganisasi, dan lebih dekat dengan kebutuhan anggotanya.

Dalam forum Pra-Kongres IV ISKINDO, Masady mengaitkan pandangannya dengan pesan Kemal A. Massi tentang pentingnya keberadaan para penggerak atau “prajurit” dalam organisasi.

Sosok yang pernah kuliah di Ilmu Kelautan Unhas ini juga mengingat kembali semangat Kongres Pertama ISKINDO, ketika energi gerakan dan banyaknya anggota yang siap bekerja menjadi modal penting untuk membangun organisasi.

Bagi dia, situasi ISKINDO saat ini berbeda dengan masa-masa awal pembentukannya.

Setiap tahun, perguruan tinggi melahirkan sarjana kelautan baru yang memasuki dunia kerja, baik di Jakarta maupun di berbagai daerah.

Mereka membutuhkan wadah untuk membangun jejaring, mengembangkan kapasitas profesional, dan berinteraksi dengan para senior yang telah lebih dahulu berkiprah dalam dunia kelautan.

Jika pada masa awal perhatian organisasi banyak tertuju pada pembentukan struktur di tingkat pusat, kini tantangannya ialah mengelola potensi alumni yang semakin besar.

Banyak alumni telah berkembang dalam karier, menduduki posisi strategis, dan memiliki pengalaman yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat organisasi. “Kalau dulu kita hanya terkonsentrasi pada pembentukan Ikatan Sarjana Kelautan di tingkat pusat, sekarang dengan semakin banyaknya yang sudah maju dan memegang beberapa posisi strategis, tentu ISKINDO harusnya lebih kencang larinya,” ujarnya.

Sekretariat sebagai rumah bersama alumni

Bagi Masady, salah satu pekerjaan penting kepengurusan baru ialah menghidupkan kembali sekretariat ISKINDO di Jakarta. Ia memandang sekretariat bukan sekadar alamat administrasi, melainkan rumah organisasi yang memungkinkan alumni dari berbagai daerah datang, bertemu, berdiskusi, dan membangun hubungan dengan para senior maupun sesama anggota.

Ia mengingatkan bahwa tanpa tempat yang jelas, alumni yang datang ke Jakarta dapat mengalami kesulitan untuk menemukan ruang berinteraksi dengan organisasi.

Kondisi tersebut terutama dirasakan oleh sarjana kelautan dari daerah yang membutuhkan akses untuk membangun jejaring dan mengenal lebih dekat para tokoh yang telah lama berkecimpung dalam dunia profesi kelautan.

Pengalamannya ketika menjadi Sekretaris Jenderal HIMITIKINDO membuatnya memahami tantangan yang dihadapi mahasiswa atau alumni daerah ketika berusaha menjangkau jejaring profesional di ibu kota. Karena itu, ia menilai keberadaan sekretariat akan membantu menghilangkan hambatan tersebut dan membuka akses yang lebih setara bagi generasi muda kelautan.

“Orang mau ke sini, mau ke ISKINDO, ke mana? Nggak mungkin pribadi. Jadi, harapan saya, anak kelautan minimal ada tempatnya untuk menghadap seniornya atau bertemu dengan ISKINDO,” katanya.

Ia berharap sekretariat dapat berfungsi sebagai pusat koordinasi yang aktif, tempat berbagai agenda organisasi dirancang dan dijalankan.

Dengan adanya rumah bersama, komunikasi tidak harus berhenti di ruang virtual atau grup percakapan, tetapi dapat berkembang menjadi pertemuan langsung, kolaborasi profesional, dan kegiatan yang memperkuat ikatan antargenerasi.

Memobilisasi lima arus kekuatan alumni

Masady juga menekankan perlunya ISKINDO memetakan dan memobilisasi keberagaman latar belakang alumni. Dalam percakapannya di grup, ia mengidentifikasi beberapa kelompok kekuatan, mulai dari akademisi, aparatur sipil negara (ASN), pengusaha, politisi, hingga mahasiswa, serta kelompok lain yang memiliki peran praktis dan operasional di lapangan.

Keberagaman tersebut, menurutnya, merupakan modal yang perlu dihubungkan melalui agenda organisasi yang jelas.

Akademisi dapat berkontribusi melalui pengembangan ilmu dan penelitian, ASN melalui pemahaman kebijakan serta tata kelola, pengusaha melalui peluang usaha dan kemitraan, sementara politisi dapat membuka ruang dialog kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan kelautan.

Mahasiswa dan alumni muda juga perlu memperoleh ruang untuk terlibat dalam kegiatan organisasi, mengembangkan kemampuan profesional, dan membangun hubungan dengan berbagai sektor.

Sementara itu, para alumni yang terbiasa bekerja langsung di lapangan dapat memperkaya organisasi dengan pengalaman praktis dan pengetahuan mengenai persoalan nyata yang dihadapi sektor kelautan.

Bagi Masady, tantangannya bukan sekadar menghimpun orang-orang dengan latar belakang berbeda, tetapi menemukan cara agar setiap kelompok dapat bergerak bersama. Organisasi membutuhkan mekanisme yang mampu mempertemukan kepakaran, pengalaman, jaringan, dan sumber daya tersebut dalam program yang memberikan manfaat bagi anggota maupun pembangunan kelautan Indonesia.

Memperbaiki yang belum baik, meningkatkan yang sudah baik

Menjelang terbentuknya kepengurusan baru, Masady mengajak seluruh anggota untuk menjadikan pergantian kepemimpinan sebagai kesempatan mengevaluasi perjalanan organisasi. Hal-hal yang belum berjalan baik perlu diperbaiki, sementara capaian yang telah dirintis harus dipertahankan dan ditingkatkan agar ISKINDO dapat berkembang secara berkelanjutan.

Ia tidak memandang persoalan sekretariat sebagai satu-satunya tantangan, tetapi menempatkannya sebagai fondasi penting untuk membangun organisasi yang lebih hidup.

Rumah organisasi perlu didukung oleh kepengurusan yang aktif, komunikasi yang teratur, program yang melibatkan anggota, serta kemampuan memanfaatkan potensi alumni yang tersebar di berbagai institusi dan wilayah.

Harapannya, ISKINDO tidak hanya dikenal melalui nama, struktur, atau kegiatan kongres, tetapi juga hadir dalam keseharian para anggotanya sebagai tempat bertanya, belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan karier. Dengan demikian, setiap alumni memiliki alasan yang nyata untuk tetap terhubung dan mengambil bagian dalam perjalanan organisasi.

Pesan utama Masady Manggeng untuk ISKINDO baru adalah menjadikan organisasi sebagai rumah bersama yang benar-benar hidup.

Ketika sekretariat berfungsi, potensi alumni terhubung, dan generasi muda memperoleh ruang untuk berkembang, ISKINDO memiliki peluang lebih besar untuk bergerak cepat, memperkuat solidaritas, dan menerjemahkan kebesaran jejaring sarjana kelautan menjadi kekuatan kolektif yang nyata.

Redaksi