Sambut Kongres IV ISKINDO | Bibit Mugiyana: Menghubungkan ISKINDO dan HIMITEKINDO, Membuka Jalan bagi Generasi Muda Kelautan

  • Whatsapp
Bibit Mugiyana, alumni supersenior Ilmu dan Teknologi Kelautan Universitas Diponegoro, ujung kanan pada Pra Kongres IV ISKINDO (dok: Pelakita.ID)
  • Pesan Bibit menempatkan ISKINDO tidak hanya sebagai wadah berhimpun bagi para sarjana kelautan, tetapi juga sebagai penghubung antara dunia pendidikan, kebutuhan profesi, dan kesempatan pengembangan diri. Organisasi dapat mengambil peran lebih nyata apabila pengetahuan dan pengalaman para senior diteruskan secara sistematis kepada mahasiswa serta lulusan baru.
  • Hubungan dengan HIMITEKINDO menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kesinambungan tersebut. Melalui komunikasi rutin, informasi peluang, pelatihan, dan pengembangan sertifikasi, ISKINDO dapat memperkenalkan manfaat organisasi jauh sebelum mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana.

Pra-Kongres IV ISKINDO · 9 Oktober 2026

PELAKITA.ID – Bibit Mugiyana menyoroti pentingnya membangun hubungan yang lebih erat antara Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) dan Himpunan Mahasiswa Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO).

Dikatakannya, komunikasi yang terjalin sejak mahasiswa masih menempuh pendidikan sarjana akan membuka jalan bagi regenerasi anggota ISKINDO, sehingga lulusan baru tidak perlu memulai dari nol untuk mengenal organisasi profesi tersebut.

Dalam forum Pra-Kongres IV ISKINDO, ia mengusulkan agar informasi tentang kegiatan, peluang beasiswa, hibah, lowongan pekerjaan, hingga pengembangan kompetensi disebarluaskan secara rutin kepada mahasiswa kelautan.

Dia menyatakan, organisasi profesi perlu hadir bukan hanya setelah seseorang lulus kuliah, melainkan sejak mahasiswa mulai mempersiapkan diri memasuki dunia kerja dan pengabdian profesional.

Membangun jembatan dari kampus ke organisasi profesi

Bibit menilai salah satu hal yang masih perlu diperkuat adalah aliran informasi dari ISKINDO kepada HIMITEKINDO.

Ia berharap komunikasi dengan pengurus HIMITEKINDO, khususnya sekretaris jenderal atau pengurus yang menjalankan fungsi komunikasi organisasi, dapat dibangun secara lebih teratur agar informasi tidak berhenti di lingkungan alumni.

Ia mengingat pengalaman ketika seorang senior mereka, almarhum sosok yang disebutnya Pak Cipto, rajin membagikan informasi mengenai berbagai kesempatan kepada jaringan sarjana kelautan.

Informasi tentang kegiatan, hibah, lowongan di organisasi nonpemerintah, hingga peluang melanjutkan pendidikan magister di luar negeri menjadi contoh bagaimana komunikasi sederhana dapat membantu membuka kesempatan bagi generasi berikutnya.

“ISKINDO juga begitu, sering posting informasi-informasi tersebut baik di ISKINDO sendiri maupun ke HIMITEKINDO,” ujarnya.

Bagi Bibit, praktik berbagi informasi seperti itu dapat menjadi bentuk pelayanan organisasi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh anggota dan calon anggota.

Mahasiswa tidak hanya mengenal nama ISKINDO, tetapi juga melihat bahwa organisasi memiliki jaringan, pengetahuan, serta akses informasi yang dapat membantu mereka merencanakan masa depan.

Jika komunikasi tersebut berjalan konsisten, hubungan antara mahasiswa dan alumni dapat berkembang menjadi jalur regenerasi yang lebih alami. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, para lulusan diharapkan memiliki alasan yang jelas untuk bergabung dengan ISKINDO karena mereka telah mengenal manfaat, kegiatan, dan jejaring organisasi sejak berada di kampus.

Mengembangkan keterampilan dan sertifikasi profesi

Selain memperkuat arus informasi, Bibit mendorong ISKINDO untuk memanfaatkan kepakaran para anggotanya dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa kelautan.

Bibit melihat bahwa organisasi memiliki alumni dengan keahlian yang beragam, sehingga potensi tersebut dapat dimanfaatkan melalui pelatihan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dia pun mencontohkan sejumlah bidang kompetensi yang dapat dikembangkan, seperti penyelaman dan bangunan pantai.

Pelatihan semacam itu diharapkan memberi mahasiswa kesempatan untuk mengenali bidang keahlian tertentu sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan pekerjaan profesional setelah lulus.

Lebih jauh, alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan Universitas Diponegoro ini mengusulkan agar pengembangan keterampilan tersebut dapat diarahkan menuju sistem sertifikasi kompetensi.

Dengan demikian, ujarnya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengikuti pelatihan, tetapi juga berpeluang mendapatkan pengakuan kompetensi yang relevan dengan bidang keahlian yang mereka tekuni.

Gagasan ini membutuhkan pemetaan kebutuhan industri, ketersediaan instruktur, serta kerja sama dengan lembaga sertifikasi yang memiliki kewenangan sesuai bidangnya.

ISKINDO dapat berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan, mempertemukan para ahli, dan menjembatani mahasiswa dengan program pelatihan yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

Bibit juga mendorong agar jejaring anggota yang terlibat dalam lembaga terkait, termasuk yang ia sebut berada dalam struktur BPKI, ditindaklanjuti melalui komunikasi lebih lanjut. Ia berharap potensi tersebut dapat dipetakan dan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kompetensi sarjana kelautan, meskipun bentuk kerja sama dan mekanismenya masih perlu dibicarakan.

ISKINDO sebagai sumber informasi dan ruang tumbuh generasi baru

Pesan Bibit menempatkan ISKINDO tidak hanya sebagai wadah berhimpun bagi para sarjana kelautan, tetapi juga sebagai penghubung antara dunia pendidikan, kebutuhan profesi, dan kesempatan pengembangan diri.

Organisasi dapat mengambil peran lebih nyata apabila pengetahuan dan pengalaman para senior diteruskan secara sistematis kepada mahasiswa serta lulusan baru.

Hubungan dengan HIMITEKINDO menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kesinambungan tersebut. Melalui komunikasi rutin, informasi peluang, pelatihan, dan pengembangan sertifikasi, ISKINDO dapat memperkenalkan manfaat organisasi jauh sebelum mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana.

Pada saat yang sama, upaya itu dapat membantu organisasi memperluas basis anggota dan menyiapkan regenerasi yang lebih terarah.

Mahasiswa yang memperoleh manfaat sejak di bangku kuliah berpeluang tumbuh menjadi alumni yang bukan hanya bergabung secara administratif, tetapi juga memahami bagaimana pengetahuan, jejaring, dan keahlian mereka dapat dikontribusikan bagi organisasi.

Harapan Mas Bibit Mugiyana sederhana tetapi mendasar: ISKINDO perlu hadir dalam perjalanan mahasiswa kelautan sejak mereka berada di kampus, membantu mereka menemukan peluang, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan diri memasuki dunia profesi.

Dengan begitu, hubungan ISKINDO dan HIMITEKINDO tidak berhenti sebagai hubungan antarlembaga, tetapi berkembang menjadi jembatan regenerasi dan penguatan kompetensi sarjana kelautan Indonesia.

Redaksi