PELAKITA.ID – Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, menegaskan pentingnya optimalisasi zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen itu ditunjukkan melalui peresmian program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Takalar di Ballo II, Kelurahan Sombalabella, Kecamatan Pattallassang, Kamis, 8 Oktober 2026.
Program RTLH tersebut menyasar warga yang sebelumnya menempati rumah dengan kondisi tidak layak.
Melalui rehabilitasi, rumah penerima manfaat kini menjadi hunian yang lebih aman, nyaman, dan memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal. Program ini sekaligus memperlihatkan bagaimana dana zakat dapat disalurkan dalam bentuk bantuan konkret yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Peresmian rumah tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan Riswan Ilyas, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar Solihin, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muh. Ikbal Batong, Ketua BAZNAS Takalar Abd Karim, Camat Pattallassang, Lurah Sombalabella, serta unsur Bintara Pembina Desa (Babinsa).
Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut sebagai wujud pemanfaatan zakat yang melampaui dimensi kewajiban keagamaan.
Menurutnya, zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen solidaritas sosial untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup yang mendasar.
Ia juga menilai dukungan dan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Takalar menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan program-program BAZNAS. Riswan berharap keterlibatan masyarakat melalui pembayaran zakat, infak, dan sedekah terus meningkat sehingga jangkauan bantuan sosial dapat diperluas kepada lebih banyak penerima manfaat.
Sementara itu, Bupati Daeng Manye menyatakan Pemerintah Kabupaten Takalar siap memperkuat dukungan terhadap pengelolaan zakat agar potensinya dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Ia memandang Takalar memiliki peluang besar untuk menjadikan zakat sebagai salah satu kekuatan dalam mendukung program kesejahteraan dan membantu warga yang membutuhkan.
Daeng Manye bahkan menantang BAZNAS Kabupaten Takalar untuk meningkatkan kinerja dan menempatkan diri sebagai BAZNAS terbaik di Sulawesi Selatan. Target tersebut, menurutnya, perlu ditopang pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional, transparan, serta berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
“Potensi kita besar. Saya ingin BAZNAS Takalar menjadi yang terbaik di Sulsel. Mari kita kelola zakat, infak dan sedekah secara profesional agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” tegas Daeng Manye.
Peresmian RTLH di Pattallassang ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan kerja sama antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat dalam memperluas jangkauan program sosial. Sinergi tersebut penting agar dana zakat tidak hanya terhimpun dengan baik, tetapi juga tersalurkan secara tepat sasaran untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu.
Melalui program seperti RTLH, pengelolaan zakat diharapkan semakin berorientasi pada dampak, mulai dari perbaikan kualitas tempat tinggal hingga penguatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Pemerintah Kabupaten Takalar pun mendorong agar kolaborasi tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak warga dapat menikmati manfaat zakat secara berkelanjutan.









