Inisiatif penerimaan penyandang disabilitas yang selama beberapa tahun terakhir telah mulai dijalankan oleh Polri merupakan fondasi yang sangat baik.
Oleh Abdul Rahman Daeng Gus Dur
PELAKITA.ID – Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini menghadirkan kabar yang membawa harapan baru bagi terwujudnya Indonesia yang semakin inklusif.
Momentum tersebut ditandai dengan disahkannya perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto.
Di tengah berbagai penyempurnaan regulasi, salah satu hal yang patut diapresiasi adalah semakin terbukanya ruang bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam institusi Polri.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin adaptif terhadap keberagaman dan mampu merepresentasikan seluruh elemen masyarakat Indonesia.
Inisiatif penerimaan penyandang disabilitas yang selama beberapa tahun terakhir telah mulai dijalankan oleh Polri merupakan fondasi yang sangat baik.
Namun, undang-undang ini harus menjadi payung hukum yang jauh lebih komprehensif dan menyeluruh. Ruang ini tidak boleh hanya berhenti pada penerimaan difabel fisik semata.
Seluruh kategori difabel, mulai dari difabel sensorik, intelektual, hingga mental, harus diterima dan ditempatkan sesuai dengan kapasitas, keahlian, dan kategorinya masing-masing.
Langkah ini menegaskan posisi Polri sebagai lembaga pengayom yang sejati, di mana perlindungan dan pelayanan tidak memandang kondisi fisik maupun mental, melainkan didasarkan pada dedikasi, ketulusan hati, dan keluhuran budi pekerti.
Ke depan, semangat tersebut diharapkan dapat terus diperluas agar mencakup berbagai ragam disabilitas, baik fisik, sensorik, intelektual, maupun psikososial, dengan penempatan yang disesuaikan dengan kompetensi, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing individu.
Sebagai penggiat isu inklusi dan Direktur Bala Inklusi Sulawesi Selatan, saya menyambut perkembangan ini dengan rasa syukur dan optimisme.
“Ini adalah langkah maju yang menunjukkan bahwa negara semakin menghargai keberagaman dan membuka kesempatan yang lebih setara bagi seluruh warga negara untuk mengabdi kepada bangsa,” ungkap saya.
Kehadiran personel Polri dari berbagai latar belakang, termasuk penyandang disabilitas, diyakini akan memperkaya perspektif institusi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pengalaman hidup yang beragam dapat menjadi modal penting dalam membangun pendekatan pelayanan yang lebih empatik, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan warga.
Dalam konteks tersebut, penguatan kebijakan inklusi tidak hanya berhenti pada proses rekrutmen.
Lebih dari itu, diperlukan dukungan berupa kurikulum pendidikan yang adaptif, lingkungan kerja yang aksesibel, serta sistem pembinaan karier yang memberikan kesempatan berkembang secara setara bagi seluruh anggota.
Penyediaan fasilitas pendukung seperti penerjemah bahasa isyarat, materi pembelajaran yang ramah disabilitas, teknologi bantu, hingga layanan pendampingan psikologis yang inklusif dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kepolisian yang terbuka bagi semua.
Di sisi lain, penyempurnaan regulasi kepolisian juga perlu terus dikawal agar tetap sejalan dengan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan pelayanan publik.
Berbagai pandangan dan masukan dari masyarakat sipil hendaknya dipandang sebagai energi positif untuk memperkuat institusi, menjaga fokus Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Semangat reformasi dan inklusi yang tercermin dalam regulasi terbaru ini menjadi modal penting bagi Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat.
Ketika setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi, maka kepercayaan publik akan tumbuh semakin kuat.
Pada usia ke-80 tahun, Polri menunjukkan bahwa kekuatan institusi tidak hanya diukur dari ketegasan dalam menegakkan hukum, tetapi juga dari kemampuannya merangkul keberagaman, menghormati martabat manusia, dan menghadirkan rasa aman bagi seluruh warga negara tanpa kecuali.
Selamat Hari Bhayangkara ke-80.
Semoga Polri terus tumbuh sebagai institusi yang profesional, humanis, dan inklusif, serta menjadi rumah pengabdian bagi seluruh anak bangsa yang ingin berkontribusi bagi Indonesia, termasuk saudara-saudara penyandang disabilitas.
#HariBhayangkara80 #PolriMengayomi #PolriInklusif #IndonesiaInklusif #DifabelBerkarya #PolriUntukSemua #InklusiDisabilitas #IndonesiaTanpaDiskriminasi









