PELAKITA.ID – Jakarta – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bukan sekadar pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merancang KNMP sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mengintegrasikan berbagai unit usaha produktif, dikelola secara profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Untuk memastikan pengelolaan kawasan berjalan optimal, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) menggelar Uji Coba Modul Pelatihan Manajerial SDM Pengelola KNMP di Jakarta pada 22–26 Juni 2026. Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris BPPSDM KP yang mewakili Kepala BPPSDM KP.
Melalui program ini, BPPSDM KP menyiapkan 5.476 calon pengelola KNMP yang akan mengisi empat jabatan strategis, yaitu Manajer Operasional, Kepala Produksi, Penjamin Mutu, serta Administrasi dan Keuangan. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak pengelolaan kawasan sekaligus memastikan seluruh unit usaha di KNMP berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Beragam fasilitas produktif yang akan dikembangkan di kawasan KNMP, seperti pabrik es, bengkel nelayan, sentra kuliner, gudang, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya, memerlukan tata kelola yang profesional.
Dengan manajemen yang baik, unit-unit usaha tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan produktivitas, membuka lapangan kerja, dan menghadirkan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Karena itu, BPPSDM KP memastikan materi pelatihan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Uji coba modul menjadi tahapan penting untuk menyempurnakan kurikulum, metode pembelajaran, serta materi yang akan diberikan kepada ribuan calon pengelola.
Kualitas pelatihan yang disiapkan hari ini akan menjadi fondasi keberhasilan pengelolaan KNMP di berbagai daerah di Indonesia.
Penyusunan modul melibatkan para pakar, praktisi, dan expert mentor dari berbagai bidang agar materi yang diberikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan mampu menjawab tantangan nyata dalam pengelolaan kawasan ekonomi pesisir.
Seluruh perangkat pelatihan ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan pelatihan serentak yang akan dimulai pada 17 Juli 2026.
Melalui langkah ini, BPPSDM KP ingin memastikan bahwa investasi negara melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, tetapi juga didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan mampu mengelola kawasan secara berkelanjutan demi menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir Indonesia.









