Catatan dari Serah Terima Aset Lumbung Wisata
Oleh: Hasma Muin, tim kerja The COMMIT Foundation
PELAKITA.ID – Pagi itu, suasana di kawasan Lumbung Wisata Desa Nikkel terasa hangat dan penuh harapan. Di antara deretan pepohonan dan jalur yang mulai tertata, masyarakat berkumpul menyaksikan satu momentum penting: serah terima aset wisata kepada tim pengelola.
Lebih dari sekadar seremoni administratif, kegiatan ini menjadi penanda bahwa semangat kolaborasi di Desa Nikkel terus tumbuh dan menemukan bentuk nyatanya.
Dalam sambutannya, pihak manajemen PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dalam membangun kampung.

Baginya, pembangunan bukan hanya tentang menghadirkan infrastruktur, tetapi menciptakan ruang hidup yang nyaman bagi masyarakat hari ini dan generasi mendatang.
“Kampung ini harus menjadi tempat yang indah untuk masa tua kita, juga tempat yang akan dikenang baik oleh anak cucu,” ungkapnya.
Yusri menyebut proyek jalan yang kini telah memasuki tahap pertama sebagai hasil dari proses panjang yang dirintis dengan semangat gotong royong. Ia berharap pembangunan tersebut tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus berlanjut hingga menjadikan kawasan Lumbung Wisata sebagai salah satu destinasi unggulan di Desa Nikkel.
Menurutnya, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki peran penting dalam menjaga aset-aset yang telah dibangun bersama, baik dari pemerintah desa maupun PT Vale.
Aset tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas fisik semata, tetapi juga ruang berkumpul, rekreasi, dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Kalau tempat ini terus hidup, maka UMKM juga akan bergerak. Ekonomi masyarakat akan ikut tumbuh,” tambahnya.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kecamatan Nuha. Camat Nuha, Arief Fadillah Amir, S.Kom., M.Si., melihat kawasan ini memiliki potensi wisata yang sangat besar, terlebih karena lokasinya terkoneksi dengan beberapa titik wisata sekaligus.
Ia bahkan menyebut bahwa pemerintah daerah perlu hadir lebih jauh dalam mendukung pengembangan kawasan tersebut. Menurutnya, Lumbung Wisata dapat menjadi pusat aktivitas baru masyarakat, mulai dari olahraga, wisata keluarga, hingga pengembangan UMKM lokal.
Dalam diskusi yang berlangsung santai namun penuh gagasan itu, Arief juga menyinggung agenda Festival Tapulemo dan pesta panen masyarakat.
Ia mengusulkan agar jadwal kegiatan diatur secara strategis agar tidak bertabrakan dengan agenda budaya lain seperti Padungku di Matano yang biasanya berlangsung pada bulan Juni.
“Kalau diagendakan bulan Juli, orang-orang bisa datang lebih banyak. Tempat ini juga bisa semakin dikenal,” ujarnya.
Tak hanya itu, Camat Arief juga melihat potensi kawasan tersebut sebagai ruang aktivitas komunitas lansia yang selama ini aktif melakukan senam dan jalan sehat. Ia mengusulkan agar kegiatan olahraga rutin dipusatkan secara bergilir di lokasi wisata ini, bukan hanya di Magani Park.
“Kita buat dua minggu sekali di sini. Jadi tempat ini benar-benar hidup,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Nikkel, Muth’im, SE, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah desa dan PT Vale Indonesia.
Ia mengaku bersyukur karena sejumlah program dapat berjalan cepat dan efektif, termasuk revitalisasi sungai yang menurutnya berhasil dieksekusi dalam waktu kurang dari satu bulan.
Bagi Muth’im, kerja sama ini membuktikan bahwa pemerintah desa dan PT Vale memiliki semangat yang sama: menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Momentum serah terima aset ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh pihak manajemen PT Vale Indonesia, Pemerintah Desa Nikkel, dan pengelola wisata.
Penyerahan tersebut menjadi simbol dimulainya tanggung jawab baru bagi tim pengelola untuk menjaga dan mengembangkan kawasan wisata secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Muth’im juga menyampaikan bahwa proyek rabat jalan masih terus dikerjakan dan diharapkan segera mencapai area jembatan.
Ia meminta dukungan dan doa masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Ucapan syukur juga datang dari Ketua Pengelola Wisata Lumbung, Suriamin. Dengan penuh haru, ia mengenang proses awal pembangunan yang dimulai dari pengukuran lokasi bersama kepala desa hingga akhirnya kawasan tersebut mulai terwujud seperti sekarang.
Menurutnya, kolaborasi antara PT Vale dan pemerintah desa menjadi contoh kerja sama yang efektif karena mampu bergerak cepat dan tepat sasaran.
Hari itu, di tengah obrolan sederhana dan canda masyarakat yang hadir, tersimpan satu keyakinan bersama: bahwa pembangunan terbaik lahir dari kolaborasi yang saling menjaga.
Lumbung Wisata Desa Nikkel kini bukan hanya tentang tempat wisata, tetapi tentang harapan baru bagi desa — ruang tumbuh bagi ekonomi, budaya, kebersamaan, dan masa depan masyarakatnya.
___
Editor Denun









