Peresmian Rumah Produksi dan Launching Kelompok Usaha Gula Aren Balambano “Gula dan Asa”

  • Whatsapp
Suasana peresmian Rumah Produksi Balambano oleh Kades Muhamat Ronal dan disaksikan para undangan (dok: Istimewa)

PELAKITA.ID – Mobil berpelat merah bertuliskan Pemerintah Desa Balambano terparkir di samping sebuah bangunan semi permanen yang dihiasi tenda biru di depannya. Beberapa staf kantor desa tampak sibuk menurunkan rantang berisi makanan dari mobil dan menatanya di meja makan dalam bangunan tersebut.

Di bawah tenda, sejumlah lelaki paruh baya dari warga sekitar membantu menyusun kursi.

Suasana hari itu begitu hidup — menandai dimulainya kegiatan Peresmian Rumah Produksi dan Launching Kelompok Usaha Gula Aren Balambano.

Sebelum acara peresmian, berbagai kegiatan pendukung telah dilaksanakan, antara lain musyawarah desa (Musdes) yang mencakup perencanaan, penetapan, dan pelaksanaan kegiatan sejak Agustus 2024 hingga Agustus 2025.

Seluruh rangkaian ini merupakan bagian dari tahapan Program Dukungan SDGs Desa. Selain itu, telah dilakukan survei pasar dan penyusunan dokumen perencanaan bisnis yang memberikan gambaran prospek usaha gula aren di masa depan.

“Sudah lama kami rencanakan, tapi baru bisa terlaksana hari ini, 29 Oktober 2025. Saat ini telah dibentuk Kelompok Usaha Gula Aren yang disahkan melalui SK Kepala Desa. Ini adalah bagian dari action plan kami dalam kegiatan fasilitasi pengembangan pasca pembangunan infrastruktur,” ujar Yahyuddin, Fasilitator Program Dukungan SDGs Desa PPM PT Vale Indonesia Tbk di Desa Balambano.

Suasana peresmian Rimah Profuksi Balambano (dok: Istimewa)

Ia menambahkan, PT Vale turut berkontribusi dalam pembangunan rumah produksi, penyediaan alat-alat produksi, serta dukungan kegiatan studi tiru ke Desa Malimbu.

Kegiatan pengembangan gula aren di Desa Balambano merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale Indonesia Tbk yang berfokus pada peningkatan potensi lokal.

Desa Balambano memiliki banyak pohon enau sebagai penghasil air nira, terutama di Dusun Balambano dan Dusun Cinta Damai.

“Selama ini Balambano dikenal sebagai penyuplai terbesar ballo pahit ke wilayah Towuti. Ke depan, kami ingin mengubah citra itu melalui pengembangan gula aren,” ujar Muhamat Ronal, Kepala Desa Balambano.

“Harapan kami, pendampingan dari COMMIT maupun BSK terus berlanjut agar kelompok ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Putu Suyadnya, A.Md, Kasi Trantib Kecamatan Wasuponda yang hadir mewakili Camat Wasuponda, menyampaikan, “Pemerintah kecamatan berharap kegiatan pengembangan gula aren ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.”

Kegiatan ini juga dihadiri oleh tim konsultan pelaksana teknis pemberdayaan masyarakat dari PT Vale Indonesia Tbk, yaitu COMMIT dan Bina Swadaya Konsultan.

Jumardi Lanta, Site Manager COMMIT, menuturkan, “Tidak sia-sia kegiatan studi tiru kita di KUBE Gula Desa Malimbu. Kelompok ini memiliki semangat belajar dan mengimplementasikan hasilnya,” ujarnya.

“Balambano punya potensi besar di bidang gula aren, dan inilah semangat bersama kita: memanfaatkan potensi lokal untuk mengubah citra desa — dari pemasok tuak pahit menjadi penghasil produk gula aren seperti gula batok, gula cair, dan gula semut,” tambahnya.

Ia melanjutkan, “Salah satu kunci keberhasilan kelompok adalah kerja sama dan soliditas yang didukung oleh aturan tata kelola yang baik. Banyak kelompok yang awalnya kompak, tetapi goyah ketika mulai berhasil. Saat ini produk kita baru dipasarkan secara lokal, namun ke depan akan diperluas ke tingkat regional.”

Sementara itu, Timotheus Padmo, Community Development Specialist Kewirausahaan dari Bina Swadaya Konsultan (BSK), menyampaikan dalam sambutannya, “Ke depan, kami bersama tim COMMIT dan Pemerintah Desa Balambano akan mengembangkan usaha gula aren ini,” sebutnya,

“Langkah awal adalah pengurusan legalitas usaha seperti PIRT, NIB, dan sertifikasi halal agar produk dapat menembus pasar ritel seperti Alfamart, Indomaret, maupun Koperasi Vale. Selain gula aren, wilayah ini juga berpotensi dikembangkan menjadi sentra kopi jenis Liberika, sebagaimana yang telah kami lakukan di Desa Pasi Pasi, Kecamatan Malili.”

Peresmian rumah produksi ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Desa Balambano, disaksikan oleh perwakilan Pemerintah Kecamatan Wasuponda, Kepala Dusun Balambano, tim fasilitator dari COMMIT dan BSK, serta masyarakat setempat yang turut hadir memeriahkan acara.

Kelompok Usaha Gula Aren yang diketuai oleh Habir Wakka, Kepala Dusun Balambano, bahkan langsung memulai produksi gula batok untuk memenuhi permintaan para peserta yang hadir.

Acara peresmian pun ditutup dengan santapan khas Luwu — kapurung — yang menambah kehangatan suasana sore itu.

(DB)