Dakwah Teman Sebaya di Tengah Tumpukan Sampah Kampung Matoa

  • Whatsapp
Kunjungan Ketua LPA Sulsel dan Komunitas Jumat Berkah di Kampung Pemulung Kampung Matoa, Baddoka (dok: Istimewa)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Yapia Amalia Ramadhani, santriwati DDI Mangkoso memanfaatkan momentum Ramadan untuk ikut berbagi inspirasi dengan sejumlah teman sebayanya anggota keluarha Kampung Pemulung Matoa Baddoka Sudiang.

Siang itu, sekitar pukul 11, Komunitas Jumat Berkah dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulsel Fadiah Mahmud melakukan silaturrahim ke kampung pemulung ini.

Disebut Kampung Pemulung karena ini di sini terdapat 35 kepala keluarga yang menggantungkan hidup pada kegiatan memulung sampah dan sejumlah material yang bisa didayagunakan.

Read More

Terkait Kampung Pemulung, Komunitas Jumat Berkah telah melakukan pendampingan sejak Oktober 2023. Kampung ini ada pada sekitar 10 tahun lalu. Warga umumnya berasal dari Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng.

Menurut Fadiah Machmud dari LPA Sulawesi Selatan, persoalan mengemuka selama ini adalah anak-anak mereka sebagian putus sekolah dan tidak mengaji. Mereka lebih memilih membantu orang tua untuk ikut memulung.

“Mereka memulung mulai pagi sampai sore bahkan sampai jam 22 00 malam,” ucapnya.

“Itulah alasan mengapa komunitas ini menjadi perhatian dan jadi ajang bagi Yapia Amalia Ramadhani untuk berbagi kisah dengan anak-anak sebaya,” terangnya.

Jumardi Lanta mewakili Komunitas Jumat Berkah di Kampung Matoa Baddoka (dok: Istimewa)

Pada kunjungan kali ini agenda utamanya adalah berbagi pengetahuan, paket Ramadhan dan saling menasihati dengan hadirnya Yapia Amalia Ramadhani Santriwati DDI Mangkoso untuk memberi dakwah pendidikan bagi teman sebaya.

Yapia mendapat mandat untuk membagikan ceramah di depan teman sebaya. “Tema ceramahnya sabar menghadapi ujian,” sebut Yapia di depan peserta.

Hadir kurang lebih 30 anak-anak, ditambah orang tuanya jadi total sekitar 70 orang hadir termasuk Ismail Tunru salah seorang Tokoh Masyarakat di Kampung Matoa tersebut.

Kemudian dilanjutkan pesan-pesan pentingnya pendidikan keluarga dan masa depan anak oleh Nur Adil.

Nur Adil adalah guru MAN Daya yang juga anggota Komunitas Jumat Berkah mengingatkan bahwa masa depan anak penting dipikirkan karena tidak selamanya kita jadi pemulung.

“Bisa jadi ada anak-anak kita yang jadi guru, dokter, tentara, polisi, pengusaha dan lain-lain. Tetapi kuncinya anak-anak kita harus didorong untuk sekolah,” sebut Nur Adil.

“Tidak apa-apa memulung tapi tetap ingat sekolah dan belajar mengaji untuk bekal dunia dan akhirat,” tambahnya.

Sebelum berbagi paket Ramadhan kepada warga, Fadiah Mahmud mengingatkan kepada orang tua agar menjaga keamanan bagi anak-anak mereka saat bermain.

“Karena di lingkungan mereka banyak sampah yang bisa membahayakan anak-anak seperti besi, kabel, pecahan kaca, paku dan sebagainya, agar anak anak nyaman bermain dan mengeluarkan ekspresinya,” sebut ketua LPA Sulsel itu.

Sebeleum acara berakhir, Nahlang dan Risma dari Komunitas Jumat berkah membagikan 39 paket Ramadan kepada keluarga Kampung Pemulung sebagai tanda kasih dan sayang kepada sesama di bulan penuh berkah ini.

 

Penulis: Jumardi Lanta

Related posts