Prof JJ, Guru Besar Ilmu Kelautan Unhas, terpilih sebagai anggota AIPI 2021

  • Whatsapp
Prof. Jamaluddin Jompa merupakan ilmuwan kedua asal Universitas Hasanuddin yang terpilih sebagai anggota AIPI. Sebelumnya, tercatat guru besar Fakultas Kedokteran, Prof. Irwan Yusuf terpilih sebagai anggota wadah para ilmuwan di Indonesia yang dikenal memiliki reputasi tinggi ini. (dok: Humas Unhas)

PELAKITA.ID Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, guru besar Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin, terpilih sebagai anggota Asosiasi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Tahun 2021.

Untuk mengukuhkan keanggotaan, diselenggarakan Kuliah Inagurasi Anggota AIPI 2021, yang berlangsung mulai pukul 11.00 WITA, Selasa (28/9) secara virtual melalui zoom meeting dan terhubung dengan kanal Youtube AIPI.

Ketua Umum AIPI, Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro, dalam sambutan pada pembukaan acara menjelaskan bahwa anggota AIPI yang akan membawakan Kuliah Inagurasi merupakan hasil pemilihan tahun 2020.

Read More

“Sehubungan dengan telah terbitnya Keputusan Presiden Nomor 31/M/2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, atas nama AIPI kami mengucapkan selamat atas ditetapkannya anggota baru AIPI,” kata Prof. Satryo.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 tahun 1990 tentang Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, keanggotaan AIPI berlaku seumur hidup, yang merupakan pengakuan kehormatan tertinggi dalam bidang ilmu pengetahuan di Indonesia.

AIPI didirikan pada tanggal 13 Oktober 1990, mengemban misi untuk mendorong budaya ilmiah unggul.

Lembaga ini dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan peranan ilmuwan Indonesia, memberikan pendapat, saran, dan pertimbangan mengenai penguasaan, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada pemerintah serta masyarakat.

“Sesuai tradisi yang berlaku di AIPI, dan juga dibanyak akademi ilmu pengetahuan lainnya di dunia, AIPI menyelenggarakan Kuliah Inagurasi oleh anggota yang baru ditetapkan. Tujuannya memperkenalkan anggota baru, dan juga sebagai sebagai pertanggungjawaban AIPI kepada masyarakat,” kata Prof. Satryo.

Kegiatan ini merupakan rangkaian Sains dari Medan Merdeka, berlangsung selama empat hari. Pada hari pertama, kuliah dibawakan oleh anggota baru Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar. Selain Prof. Jamaluddin Jompa, kuliah juga dibawakan dua anggota baru lain, yaitu: Prof. Dr. Ismunandar (FMIPA IPB), Prof. Dr. Ivandini Tribidasari Angraninhrum (FMIPA UI).

Pada kesempatan ini, Prof. Jamaluddin Jompa (yang akrab disapa Prof. JJ), membawakan kuliah berjudul “Ancaman Dampak Pembangunan dan Perubahan Iklim Terhadap Biodiversitas Laut: Tantangan dan Harapan”.

Prof JJ menjelaskan setidaknya terdapat lima tantangan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya biodiversitas laut, yaitu rendahnya kualitas sumber daya manusia, konflik kepentingan akibat sistem open access, pemenuhan kebutuhan ekonomi berorientasi jangka pendek, degradasi habitat dan kualitas lingkungan, serta kebijakan yang belum berbasis sains dan data yang cukup.

“Dalam hal ini, peran AIPI menjadi penting sebagai forum multidisiplin untuk mengkaji, meningkatkan, dan menilai serta memadukan sains, teknologi dan inovasi demi masa depan pengelolaan biodiversitas laut yang lebih berkelanjutan,” kata Prof JJ.

Prof. Jamaluddin Jompa merupakan ilmuwan kedua asal Universitas Hasanuddin yang terpilih sebagai anggota AIPI. Sebelumnya, tercatat guru besar Fakultas Kedokteran, Prof. Irwan Yusuf terpilih sebagai anggota wadah para ilmuwan di Indonesia yang dikenal memiliki reputasi tinggi ini.

Kuliah Inagurasi Anggota AIPI Tahun 2021 ini dihadiri oleh lebih kurang 150 peserta dari berbagai latar belakang, berlangsung lancar hingga pukul 12.30 WITA.(/ir)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *