Mahasiswa FKM Unhas Lolos Pendanaan Program Mahasiswa Berdampak, Usung Sidrap Circular Farm

  • Whatsapp
Ilustrasi mahasiswa dan dosen FKM Unhas peserta program (dok: FKM Unhas)

Pelaksanaan program ini didampingi tiga dosen FKM Unhas, yakni Muh. Fajaruddin Natsir, S.KM., M.Kes.; Dr. Syamsuar, S.KM., M.Kes., HSC.PH.; serta Dr. Abul Salam, S.KM., M.Kes.

MAKASSAR, PELAKITA.ID – Sebanyak 20 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil lolos pendanaan Program Mahasiswa Berdampak melalui skema Aksara Peduli Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Tim ini mengusung program Sidrap Circular Farm yang berfokus pada pemberdayaan kelompok tani dan ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Pengumuman kelulusan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi FKM Unhas.

Capaian ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan yang menghubungkan pengelolaan lingkungan, pertanian, ketahanan pangan keluarga, dan peningkatan nilai ekonomi.

Program yang diusung tim mahasiswa tersebut berjudul “Sidrap Circular Farm: Pemberdayaan Kelompok Tani-Ibu PKK melalui Integrasi Limbah Pertanian Berbasis Nilai-Nilai untuk Meningkatkan Kualitas Lingkungan, Ketahanan Pangan Keluarga dan Nilai Ekonomi di Kabupaten Sidenreng Rappang.”

Gagasan circular farm atau pertanian sirkular menempatkan pemanfaatan kembali sumber daya dan limbah pertanian sebagai salah satu pendekatan untuk menciptakan nilai tambah.

Melalui program ini, kelompok tani dan ibu-ibu PKK menjadi kelompok sasaran pemberdayaan yang diharapkan dapat mengambil peran dalam pengembangan praktik pertanian ramah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Integrasi limbah pertanian menjadi isu penting dalam pengembangan sistem produksi yang lebih berkelanjutan. Limbah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal berpotensi diolah kembali untuk mendukung kegiatan produktif, mengurangi sisa buangan, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pelibatan ibu-ibu PKK juga memperluas orientasi program dari kegiatan pertanian menuju kehidupan keluarga.

Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan hasil pertanian, tetapi juga kemampuan keluarga mengakses dan memanfaatkan pangan secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, sinergi kelompok tani dan PKK dapat menjadi ruang untuk mengembangkan praktik yang menghubungkan produksi pertanian dengan kebutuhan rumah tangga.

Melibatkan 20 mahasiswa lintas angkatan

Tim pelaksana terdiri atas 20 mahasiswa FKM Unhas dari sejumlah angkatan.

Mereka adalah Nur Aura Syafrawa Rifai, Aisya Sofianita Kamaruddin, Gracia Putri Iriani Mesak, Nahiza Kayla Ayunda, Naurah Zalfa Khairunnisa, Rahma Raodatuljannah, Rifky Agung, Taufikur Rahman, Annisa Nur Febrianti, dan Nur Shafaa Afiyah Qurnia.

Anggota tim lainnya ialah Najla Salsabila Ahmad, Rizqiyah Awaliyah, Naura Najwa Faiqatuzzihni, Andi Muh. Nabil Dwi Saputra, Abimanyu Al Ayyubi, Muh. Akhsan Nas, Zulfatul Laila Syifa, Nayla Khairunnisa Parante, Martiti Indah Dolok Pasaribu, dan Aira Ramadhani H.

Pelaksanaan program ini didampingi tiga dosen FKM Unhas, yakni Muh. Fajaruddin Natsir, S.KM., M.Kes.; Dr. Syamsuar, S.KM., M.Kes., HSC.PH.; serta Dr. Abul Salam, S.KM., M.Kes.

Keterlibatan mahasiswa lintas angkatan memberikan ruang bagi kolaborasi dalam merancang dan menjalankan kegiatan berbasis kebutuhan masyarakat. Pendampingan dosen juga menjadi bagian penting dalam menghubungkan gagasan mahasiswa dengan pendekatan akademik dan penerapannya di lapangan.

Menghubungkan kesehatan masyarakat dan lingkungan

Sidrap Circular Farm memperlihatkan keterkaitan antara kesehatan masyarakat, pengelolaan lingkungan, dan ketahanan pangan. Persoalan limbah pertanian tidak berdiri sendiri karena berkaitan dengan kualitas lingkungan tempat masyarakat hidup, sedangkan ketahanan pangan keluarga berhubungan dengan kemampuan masyarakat mempertahankan akses terhadap pangan yang memadai.

Pendekatan pemberdayaan yang melibatkan kelompok tani dan PKK berpotensi mempertemukan pengetahuan pertanian dengan praktik pengelolaan pangan di tingkat rumah tangga.

Apabila dikembangkan secara partisipatif dan berkelanjutan, program seperti ini dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan solusi sesuai dengan kondisi lokal.

Keberhasilan program nantinya tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya kegiatan, tetapi juga oleh sejauh mana kelompok sasaran terlibat, praktik yang diperkenalkan dapat diterapkan, dan manfaatnya berlanjut setelah pendanaan berakhir. Karena itu, pengukuran perubahan kualitas lingkungan, ketahanan pangan keluarga, dan nilai ekonomi akan menjadi aspek penting untuk melihat dampak program.

Lolosnya tim FKM Unhas dalam pendanaan Program Mahasiswa Berdampak–Aksara Peduli menjadi langkah awal untuk membawa gagasan akademik ke ruang pengabdian masyarakat. Melalui Sidrap Circular Farm, para mahasiswa diharapkan dapat terus berkarya, berinovasi, dan mengembangkan pendekatan pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sidenreng Rappang.