Appi, Chaidir dan Daeng Manye Raih Penghargaan dari Tribun Network untuk ‘Inovasi Pelayanan Publik’ ‘

  • Whatsapp
Ilustrasi Pelakita.ID

PELAKITA.ID – Bukan sebuah kebetulan jika tiga kepala daerah asal Sulawesi Selatan berdiri di satu panggung yang sama di Jakarta.

Di tengah kuatnya arus narasi pembangunan yang kerap terpusat, daerah justru kembali mengirim pesan penting: inovasi tidak selalu lahir dari ibu kota.

Tiga pemerintah daerah di Sulawesi Selatan tersebut menerima penghargaan dalam ajang Cita Loka Fest 2026 yang digelar di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Penghargaan diberikan kepada Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Maros, dan Pemerintah Kabupaten Takalar atas berbagai inovasi di sektor pelayanan publik yang berbeda.

Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil pengamatan terhadap berbagai inovasi daerah di Indonesia.

“Kami telah mengamati inovasi-inovasi terbaik dan berdampak dari daerah-daerah di Indonesia. Kami menyaksikan bagaimana daerah mampu mengoptimalkan potensi dan menjalankan otonominya. Dari sini kami meyakini bahwa kekuatan daerah itu nyata,” ujarnya di Jakarta dikutip dari Tribun Timur, Selasa (23/6/2026).

Ia menambahkan, Cita Loka Fest lahir dari semangat besar Tribun Network, yakni “Mata Lokal Menjangkau Indonesia”.

Forum ini menjadi ruang kolaborasi nasional yang menegaskan bahwa pertumbuhan daerah dapat bertumpu pada kekuatan lokal, bukan semata mengikuti arah pembangunan dari pusat.

Tiga Daerah, Tiga Inovasi Utama

Tiga kepala daerah yang menerima penghargaan tersebut adalah Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Maros AS Chaidir Syam, dan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye. Masing-masing mendapatkan pengakuan atas inovasi di bidang yang berbeda.

Maros: Inovasi Kesehatan Berbasis Kolaborasi

Kabupaten Maros meraih Anugerah Daerah Terbaik dalam Penguatan Masyarakat Sehat dan Berdaya melalui program SIPAKATAU (Strategi Akselerasi Pencegahan dan Penanganan Tuberkulosis).

Program ini dinilai berhasil memperkuat pendekatan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor dalam penanganan tuberkulosis. Bupati Maros dijadwalkan menerima penghargaan pada sesi Pemberdayaan Berbasis Potensi Daerah dan telah berada di Jakarta sejak sehari sebelumnya.

Makassar: Transformasi Layanan dalam Satu Aplikasi

Pemerintah Kota Makassar memperoleh Anugerah Daerah Terbaik dalam kategori Pemerintahan Terhubung melalui inovasi Lontara+ (Makassar Super Apps).

Platform ini menjadi integrasi berbagai layanan publik dalam satu sistem digital, menghadirkan kemudahan akses bagi masyarakat terhadap layanan pemerintahan.

Penghargaan untuk Makassar diberikan pada sesi Digitalisasi dan Tata Kelola Partisipatif. Perwakilan pemerintah kota bertolak ke Jakarta pada Selasa malam untuk menghadiri acara tersebut.

Takalar: Birokrasi Digital di Ujung Jari

Pada kategori yang sama, Kabupaten Takalar meraih Anugerah Daerah Terbaik dalam Inovasi Akses Pemerintahan melalui program Takalar One Click.

Aplikasi super app ini menyatukan puluhan layanan publik dalam satu platform digital, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, layanan kartu kuning, hingga akses PPDB online tanpa harus datang langsung ke kantor layanan.

Bupati Takalar, Daeng Manye, bersama Kepala Dinas Kominfo-SP Takalar H. Suhardiyanto, telah tiba di Jakarta sejak Selasa malam untuk menghadiri penganugerahan tersebut.

Arah Baru Kompetisi Antar Daerah

Penghargaan kepada tiga daerah di Sulsel ini mencerminkan perubahan arah kompetisi antardaerah di Indonesia. Fokus pembangunan tidak lagi semata pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kemampuan membangun ekosistem layanan publik yang lebih cepat, inklusif, dan berbasis teknologi.

Menariknya, penghargaan ini diberikan di Jakarta—kota yang selama puluhan tahun menjadi pusat gravitasi pembangunan nasional—saat daerah-daerah justru tampil membawa narasi baru tentang otonomi yang bekerja.

Makassar menunjukkan integrasi layanan digital, Maros membuktikan bahwa inovasi sosial mampu memperkuat layanan kesehatan, dan Takalar menegaskan bahwa transformasi birokrasi dapat dilakukan melalui pendekatan digital yang sederhana namun efektif.

Tiga penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi. Ia menjadi penanda bahwa masa depan pembangunan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pusat, tetapi juga oleh inovasi yang tumbuh dari daerah.

Indonesia akan bergerak lebih maju ketika inovasi lokal mampu menjangkau kepentingan nasional. Itulah semangat utama Cita Loka Fest: kekuatan mata lokal yang menjangkau Indonesia.

Sumber: Tribun Timur