Rumput Laut Andalan Ekonomi Kelautan Sulawesi Selatan, Luwu Terbanyak, Pabrik Terbesar di Pinrang

  • Whatsapp

Inilah realitasnya, Kabupaten Luwu memproduksi 632.933 ton rumput laut kering atau terbesar di Sulawesi Selatan,  Takalar – 601.553 ton, Wajo – 486.986 ton, Bone – 416.364 ton dan Luwu Timur – 359.531 ton tapi pabrik karaginan rumput laut terbesar di Asia Tenggara ada di Pinrang dengan kapasitas mencapai 2 ribu ton/hari (Sumber: Sulawesi Selatan dalam Angka 2025).

MARITIMEPOSTS.COM – Rumput laut terus memainkan peran strategis dalam perekonomian kelautan dan perikanan Sulawesi Selatan.

Data dalam Sulawesi Selatan Dalam Angka 2025 menunjukkan bahwa provinsi ini memproduksi sekitar 3,85 juta ton rumput laut pada tahun 2023, dengan nilai ekonomi mencapai lebih dari Rp10,54 triliun.

Komoditas ini masih menjadi tulang punggung produksi perikanan budidaya di Sulawesi Selatan sekaligus menegaskan posisi provinsi tersebut sebagai salah satu sentra produksi rumput laut terbesar di Indonesia.

Budidaya rumput laut telah menjadi sumber penghidupan utama bagi ribuan rumah tangga pesisir, mulai dari kawasan Teluk Bone dan pesisir timur Luwu hingga perairan selatan Takalar dan Jeneponto.

Biaya produksi yang relatif rendah, siklus budidaya yang singkat, serta tingginya permintaan pasar domestik dan internasional menjadikan rumput laut sebagai salah satu komoditas kelautan paling penting di Sulawesi Selatan.

Luwu Memimpin dari Sisi Volume Produksi

Di antara seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, Kabupaten Luwu mencatat volume produksi rumput laut tertinggi pada tahun 2023, yakni mencapai 632.933 ton, atau sekitar 16,5 persen dari total produksi provinsi.

Lima daerah penghasil rumput laut terbesar adalah:

  • Luwu – 632.933 ton
  • Takalar – 601.553 ton
  • Wajo – 486.986 ton
  • Bone – 416.364 ton
  • Luwu Timur – 359.531 ton

Secara bersama-sama, lima daerah tersebut menyumbang hampir dua pertiga dari total produksi rumput laut Sulawesi Selatan, menunjukkan tingginya konsentrasi aktivitas budidaya di wilayah pesisir provinsi ini.

Produsen besar lainnya meliputi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (295.865 ton), Jeneponto (243.049 ton), Luwu Utara (236.825 ton), Bulukumba (208.328 ton), dan Kota Palopo (173.859 ton).

Nilai Ekonomi Menunjukkan Gambaran Berbeda

Meski Luwu menempati posisi pertama dalam volume produksi, nilai ekonomi yang dihasilkan dari komoditas rumput laut menunjukkan pola yang berbeda.

Kabupaten Wajo mencatat nilai produksi tertinggi dengan sekitar Rp2,42 triliun, disusul Kabupaten Takalar sebesar Rp2,24 triliun. Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan nilai produksi Kabupaten Luwu yang tercatat sekitar Rp570,3 miliar, meskipun Luwu menghasilkan volume produksi terbesar.

Perbedaan ini mengindikasikan adanya variasi jenis rumput laut yang dibudidayakan, kualitas produk, penanganan pascapanen, akses pasar, maupun struktur harga di masing-masing daerah.

Daerah yang mampu menghasilkan produk rumput laut bernilai tinggi atau memiliki keterhubungan yang lebih baik dengan industri pengolahan berpotensi memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar, meskipun volume produksinya lebih rendah.

Data ini juga menunjukkan bahwa penguatan kegiatan hilirisasi dan penciptaan nilai tambah dapat menjadi strategi penting untuk meningkatkan pendapatan petani rumput laut tanpa harus memperluas area budidaya.

Mendominasi Perikanan Budidaya Sulawesi Selatan

Rumput laut merupakan komoditas yang paling dominan dalam sektor perikanan budidaya Sulawesi Selatan. Dari total produksi budidaya yang mencapai sekitar 4,1 juta ton, rumput laut menyumbang sekitar 93 persen dari keseluruhan volume produksi.

Dominasi tersebut menegaskan pentingnya komoditas ini bukan hanya sebagai produk perikanan, tetapi juga sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah.

Industri rumput laut berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, penghidupan masyarakat pesisir, pendapatan ekspor, serta pengembangan ekosistem ekonomi biru (blue economy) yang lebih luas.

Seiring meningkatnya permintaan global terhadap berbagai produk berbasis rumput laut—mulai dari bahan pangan, farmasi, kosmetik, pupuk hayati, hingga material ramah lingkungan—komoditas ini semakin dipandang sebagai sumber daya strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Peluang Besar untuk Hilirisasi

Meski mencatat kinerja produksi yang sangat mengesankan, sebagian besar rumput laut Sulawesi Selatan masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku.

Berbagai kalangan menilai bahwa provinsi ini memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai ekonomi melalui pengembangan industri hilir seperti ekstraksi karaginan, produksi agar-agar, bioplastik, nutraseutikal, serta berbagai produk pangan fungsional.

Pengembangan fasilitas pengolahan yang lebih dekat dengan sentra-sentra budidaya juga dapat membantu petani memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga komoditas mentah.

Dengan produksi yang telah melampaui 3,8 juta ton per tahun dan nilai ekonomi lebih dari Rp10 triliun, rumput laut tetap menjadi salah satu aset ekonomi kelautan terkuat Sulawesi Selatan.

Tantangan ke depan bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mentransformasi Sulawesi Selatan dari sekadar produsen bahan baku menjadi pusat industri berbasis rumput laut yang unggul di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Produsen Karaginan Terbesar di Pinrang

Lima besar produsen rumput laut Sulawesi Selatan tidak memasukkan Pinrang sebagai tempat budidaya terbesar tetapi ada realitas yang membuat kita kagum pada Pinrang, apa itu? Pabrik rumput laut untuk jadi karaginan terdapat di sana.

Namanya PT Biota Laut Ganggung. Banyak yang belum tahu kalau pabrik milik investor dari China ini mampu memproduksi karaginan hingga 2.000 ton per hari. Bayangkan kapasitas atau kemampuan seperti pabrik rumput laut karaginan di Takalar dan Maros yang hanya mampu 1 hingga 2 ton. Itupun belakangan ini mengalami kekurangan pasokan raw material.

Untuk kebutuhan rumput laut kering ke Pinrang, dipasok dari Kalimantan Timur dan Utara hingga Papua dan Maluku.

Untuk yang belum tahu guna rumput laut olahan, dia bisa digunakan untuk bahan kue, komestik hingga obat-obatan bahkan disebut bisa jadi pupuk.

Tim Redaksi