PELAKITA.ID – Tim nasional Iran berhasil mencuri satu poin berharga setelah menahan imbang Belgia tanpa gol pada laga putaran kedua fase grup Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, California, Senin (22/6/2026).
Hasil 0-0 ini menjadi pencapaian penting bagi Team Melli yang mampu meredam dominasi salah satu kekuatan sepak bola Eropa.
Pertandingan berlangsung di hadapan 70.317 penonton, hampir memenuhi kapasitas SoFi Stadium yang mencapai 70.492 kursi.
Atmosfer meriah mewarnai duel yang mempertemukan peringkat ke-9 FIFA, Belgia, dengan Iran yang menempati posisi ke-20 dunia.
Sejak peluit awal dibunyikan, Belgia langsung mengambil inisiatif serangan. Tim asuhan The Red Devils menguasai jalannya pertandingan melalui penguasaan bola yang mencapai 70 persen. Namun rapatnya pertahanan Iran membuat Romelu Lukaku dan kawan-kawan kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya.
Belgia sempat mendapatkan peringatan dini ketika Lukaku menerima kartu kuning pada menit ketiga akibat pelanggaran keras.
Sementara Iran hampir mengejutkan lawannya melalui Mehdi Taremi pada menit ke-25. Striker andalan Iran itu sempat menjebol gawang Belgia, namun gol tersebut dianulir wasit karena posisi offside.
Memasuki babak kedua, Belgia terus meningkatkan tekanan. Pelatih Belgia melakukan sejumlah pergantian pemain dengan memasukkan Timothy Castagne, Hans Vanaken, dan Dodi Lukebakio guna menambah daya gedor tim. Namun pertahanan disiplin Iran tetap sulit ditembus.
Kapten Belgia, Kevin De Bruyne, berupaya menjadi motor serangan dan menciptakan sejumlah peluang, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat Belgia gagal memanfaatkan dominasi permainan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 0-0.
Secara statistik, Belgia tampil jauh lebih dominan. Mereka mencatatkan 23 tembakan dibandingkan tujuh milik Iran, serta menguasai 70 persen penguasaan bola. Belgia juga membukukan expected goals (xG) sebesar 1,79, jauh di atas Iran yang hanya 0,62.
Selain itu, Belgia tercatat melakukan 42 sentuhan di kotak penalti lawan, sementara Iran hanya 15 kali. Meski demikian, efektivitas dan organisasi pertahanan Iran menjadi faktor utama yang membuat gawang mereka tetap aman sepanjang pertandingan.
Bagi Iran, hasil imbang ini terasa seperti kemenangan. Satu poin dari laga melawan tim unggulan memperbesar peluang mereka untuk melangkah ke fase gugur. Penampilan disiplin lini belakang serta kemampuan bertahan di bawah tekanan menjadi modal berharga menghadapi pertandingan berikutnya.
Sebaliknya, Belgia harus segera memperbaiki penyelesaian akhir jika ingin memastikan langkah mereka ke babak selanjutnya.
Meski mendominasi permainan dan menciptakan lebih banyak peluang, kegagalan mencetak gol membuat mereka kehilangan kesempatan meraih tiga poin penting.
Hasil ini membuat persaingan di grup semakin terbuka. Iran menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar peserta pelengkap, sementara Belgia harus bekerja lebih keras untuk membuktikan status mereka sebagai salah satu unggulan di Piala Dunia 2026.
Artikel ini menggunakan gaya berita olahraga ala media nasional dengan penekanan pada atmosfer stadion, jalannya pertandingan, statistik, dan implikasi hasil bagi kedua tim.









