Kuliah Kebangsaan yang akan disampaikan Prof. Arif Satria diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi strategis mengenai posisi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan abad ke-21.
PELAKITA.ID – Organisasi Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan akan menggelar rangkaian kegiatan strategis berupa Kuliah Kebangsaan, Silaturahim Kerja Wilayah (Silakwil), dan Pelantikan Pengurus Badan Otonom MKPD CIDES ICMI Sulawesi Selatan pada Ahad, 7 Juni 2026.
Adi Suryadi Culla, formatur CIDES ICMI Sulsel menyatakan, kegiatan yang akan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) tersebut menjadi momentum penting bagi konsolidasi gerakan intelektual dan penguatan peran cendekiawan Muslim dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional maupun daerah.
“Yang istimewa, acara ini akan menghadirkan langsung Ketua Umum ICMI sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Arif Satria,” sebut Adi, dosen Fisip Unhas kepada Pelakita.ID, 6 Juni 2026.
Dikatakan Adi, kehadiran Arif Satria dipandang sebagai kesempatan berharga bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, serta para pemangku kepentingan untuk memperoleh perspektif mengenai masa depan Indonesia di tengah perubahan global yang berlangsung semakin cepat.
Menguatkan Visi Kebangsaan di Era Disrupsi
Kuliah Kebangsaan yang akan disampaikan Prof. Arif Satria diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi strategis mengenai posisi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan abad ke-21.
Sebagai akademisi dan pemimpin lembaga riset nasional, Arif Satria dikenal konsisten mendorong pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi, dan teknologi sebagai fondasi kemajuan bangsa.
Di tengah dinamika global yang ditandai oleh transformasi digital, perubahan iklim, ketahanan pangan, hingga persaingan ekonomi berbasis pengetahuan, peran cendekiawan dinilai semakin penting dalam menghasilkan gagasan-gagasan yang mampu menjembatani kepentingan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui forum ini, ICMI Sulawesi Selatan berupaya memperkuat tradisi intelektual yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi persoalan kebangsaan.
Pelantikan CIDES ICMI Sulsel
Selain Kuliah Kebangsaan, agenda utama lainnya adalah pelantikan pengurus Badan Otonom MKPD CIDES ICMI Sulawesi Selatan.
CIDES (Center for Information and Development Studies) merupakan salah satu badan otonom ICMI yang memiliki fokus pada pengkajian, penelitian, pengembangan informasi, serta penyusunan rekomendasi kebijakan publik berbasis data dan ilmu pengetahuan.
Ditambahkan Adi Suryadi Culla, pelantikan ini menandai dimulainya fase baru penguatan kelembagaan CIDES ICMI Sulsel dalam menjalankan fungsi sebagai pusat pemikiran (think tank) yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah maupun nasional.
“Dengan dilantiknya kepengurusan baru, diharapkan CIDES ICMI Sulsel dapat menjadi wadah kolaborasi para akademisi, peneliti, profesional, birokrat, dan pelaku usaha dalam merumuskan berbagai gagasan strategis yang mendukung pembangunan berkelanjutan,” terang Adi.
Momentum Konsolidasi Cendekiawan Muslim
Rangkaian kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan dan silaturahim antaranggota ICMI di Sulawesi Selatan.
Melalui Silaturahim Kerja Wilayah (Silakwil), para pengurus dan anggota diharapkan dapat menyusun agenda kerja yang lebih terarah, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, ICMI memiliki posisi strategis sebagai organisasi yang menghimpun kalangan intelektual Muslim dari berbagai disiplin ilmu.
Karena itu, konsolidasi organisasi menjadi penting agar pemikiran dan kontribusi para cendekiawan dapat lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat luas.
Lebih dari sekadar seremoni pelantikan, kegiatan ini menjadi simbol komitmen ICMI untuk terus menghadirkan kepemimpinan intelektual yang berorientasi pada kemajuan bangsa, penguatan nilai-nilai kebangsaan, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi sebagai pilar utama pembangunan Indonesia.
Dengan kehadiran Ketua Umum ICMI Prof. Arif Satria, kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 17.30 WITA tersebut diharapkan menjadi forum inspiratif yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan visi masa depan demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, berdaya saing, dan berkeadaban.
Tentang formasi CIDES ICMI Sulsel
Berikut narasi empat paragraf yang dapat dimasukkan ke dalam artikel pelantikan MKPD CIDES ICMI Sulawesi Selatan:
Pelantikan Majelis Kajian Pembangunan Daerah (MKPD) Center for Information and Development Studies (CIDES) ICMI Sulawesi Selatan periode 2026–2031 menandai langkah strategis penguatan peran intelektual dalam pembangunan daerah.
Kepengurusan ini disahkan melalui Surat Keputusan CIDES ICMI Nomor 05/SK-MKPD/CIDES-ICMI/06/2026 yang diterbitkan di Jakarta pada 6 Juni 2026.
Pembentukan badan otonom ini merupakan respons atas kebutuhan menghadirkan wadah kajian yang mampu menghubungkan dunia akademik, kebijakan publik, dan kebutuhan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan dan data.
Pada struktur organisasi, MKPD CIDES ICMI Sulawesi Selatan diperkuat oleh Dewan Pembina yang dipimpin Ketua MPW ICMI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Arismunandar, M.Pd., dengan Wakil Ketua Prof. Dr. Hj. Farida Patittingi, S.H., M.Hum.
Dewan ini didukung sejumlah tokoh akademisi dan profesional terkemuka, antara lain Prof. Dr. Ir. H. Andi Tamsil, MS., IPM., Prof. Dr. H. Nurdin Noni, M.Hum., Prof. Dr. H. Sc. Agr. Ir. Baharuddin, Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, M.Ag., hingga Dr. Ir. H. A.M. Yusran Paris, MM., MBA., IPU. Kehadiran para pembina tersebut menunjukkan komitmen organisasi dalam menjaga arah strategis sekaligus kualitas pemikiran yang akan dikembangkan oleh MKPD.
Sementara itu, Dewan Pakar dipimpin Prof. Dr. H. Abd. Hamid Paddu, M.A., didampingi Prof. Drs. Wahyuddin Halim, M.A., M.A., Ph.D. sebagai wakil ketua.
Dewan Pakar beranggotakan puluhan akademisi lintas disiplin ilmu yang memiliki reputasi nasional, di antaranya Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S.E., M.Si., Prof. Dr. H. A. Muin Fahmal, S.H., M.H., Prof. Dr. H. M. Tahir Kasnawi, S.U., Prof. Sofyan Salam, M.A., Ph.D., Prof. Dr. Amran Razak, S.E., M.Sc., hingga sejumlah profesor dan doktor lainnya. Komposisi ini mencerminkan kekuatan intelektual MKPD sebagai pusat kajian yang diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan bagi pembangunan Sulawesi Selatan maupun Indonesia secara umum.
Untuk menjalankan roda organisasi sehari-hari, Dewan Pengurus Harian dipimpin oleh Dr. H. Adi Suryadi Culla, M.A. sebagai Ketua dan Dr. Andi Luhur Prianto, S.IP., M.Si. sebagai Sekretaris.
Kepengurusan ini diperkuat delapan wakil ketua, enam wakil sekretaris, serta bidang keuangan yang dipimpin Dr. Rosnaeni Daga, S.E., M.M. sebagai bendahara. Selain itu, MKPD CIDES ICMI Sulsel membentuk enam divisi strategis, yakni Divisi Riset dan Pengembangan, Media dan Publikasi, Penguatan Jejaring dan Kemitraan, Pendidikan dan Pelatihan, Pengembangan Wilayah, serta Edukasi dan Advokasi.
Melalui struktur yang melibatkan akademisi, peneliti, praktisi, profesional, dan pegiat masyarakat sipil ini, MKPD CIDES ICMI Sulawesi Selatan diharapkan menjadi pusat pemikiran yang aktif menghadirkan gagasan, riset, dan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan daerah di masa mendatang.
Bagian Divisi-Divisi dalam struktur MKPD CIDES ICMI Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa organisasi ini tidak hanya dibangun sebagai wadah intelektual, tetapi juga dirancang sebagai pusat kajian yang mampu bekerja secara sistematis melalui berbagai bidang strategis.
Keenam divisi yang dibentuk mencerminkan fokus organisasi dalam menghasilkan riset, memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, hingga mengawal isu-isu pembangunan dan kebijakan publik.
Divisi Riset dan Pengembangan menjadi ujung tombak dalam menghasilkan kajian, penelitian, dan rekomendasi kebijakan berbasis data.
Divisi ini diperkuat oleh Yuhardin, S.Si., M.Si., Siswan Tiro, S.Si., Ir. Hj. Setyawati Yani, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., Asratillah, ST., MT., Andi Nasri Abduh, S.Sos., M.Hum., dan Nursandy Syam, S.Pd. Kehadiran para akademisi dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu diharapkan mampu memperkuat kapasitas riset organisasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
Pada bidang komunikasi dan penyebarluasan gagasan, Divisi Media dan Publikasi dipimpin oleh Dr. Muhammad Yahya, M.Si., bersama Rusdin Tompo, SH., Ahmad Sudirman Kambie, S.S., M.Si., Ilham Husain, S.Ksi., M.M., M. Nasrun Nur, S.Pd., M.Ikom., serta Kamaruddin Azis, S.T., M.M.
Divisi ini memiliki peran penting dalam membangun narasi publik, mendiseminasikan hasil kajian, serta memperkuat eksistensi CIDES ICMI sebagai lembaga pemikir yang aktif menyuarakan gagasan pembangunan melalui berbagai platform media.
Sementara itu, Divisi Penguatan Jejaring dan Kemitraan bertugas membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat. Divisi ini diperkuat oleh Dr. Ir. Muhammad Natsir Mallawi, M.Si., Andi Ahmad Yani, S.Sos., M.Si., MPA., M.Sc., Dr. drg. Ardiansyah S. Pawinru, Sp.Ort., Subsp.DDTK (K), Dr. Faisal Syam, M.Si., Dr. Ir. Muhammad Yusuf Ali, ST., MT., serta Andi Ikram Rifqi, SKM., M.Si.
Adapun penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fokus Divisi Pendidikan dan Pelatihan yang beranggotakan Dr. Azwar Anwar, S.E., M.Si., Ak., CA., dr. Asriadi Ali, Sp.N., M.A.P., AIFO-K., F.MIN., Ian Adrian Bustanuddin, ST., MT., Ilham Bakhtiar, S.Pd., M.Pd., dan Andi Sri Wulandani, S.IP., M.Hum.
Untuk mendukung agenda pembangunan yang lebih luas, MKPD CIDES ICMI Sulsel juga membentuk Divisi Pengembangan Wilayah yang beranggotakan Muttaqin Azikin, S.T., IAP., Dr. Amruddin AE, S.Pt., M.Pd., M.Si., Arief Wicaksono, S.IP., M.A., Dr. Ir. Taufik Nur, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., CSCA., APEC Eng., serta Syamsul Alam, S.Si., M.Si.
Di sisi lain, Divisi Edukasi dan Advokasi yang diperkuat Dr. Abdul Haris Hamid, SH., MH., Dr. Fadli Andi Natsif, SH., MH., Dr. Asis Nojeng, M.Pd., Masmulyadi, SH., M.Sc., dan Nur Amelia, SH., akan berperan dalam mengawal isu-isu strategis masyarakat melalui pendekatan edukatif dan advokatif. Dengan komposisi sumber daya yang beragam dan multidisiplin ini, MKPD CIDES ICMI Sulawesi Selatan diharapkan mampu berfungsi sebagai think tank daerah yang produktif dalam melahirkan gagasan, penelitian, dan rekomendasi kebijakan untuk mendukung pembangunan Sulawesi Selatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Redaksi









