Alumni Fisip dan Hukum Unhas Jagokan Andi Amran Sulaiman Kembali Nakhodai IKA Unhas

  • Whatsapp

Arah Baru IKA Unhas: Mengapa Andi Amran Sulaiman Masih Dibutuhkan untuk Memimpin

PELAKITA.ID – Menjelang Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) pada Mei 2026, arah kepemimpinan organisasi alumni terbesar di kawasan timur Indonesia ini kembali menjadi perhatian.

Di tengah dinamika tersebut, nama Andi Amran Sulaiman kembali menguat sebagai figur sentral yang dinilai masih relevan untuk melanjutkan kepemimpinan.

Dukungan ini tidak datang tanpa dasar. Dua narasumber dari kalangan akademisi dan alumni, Baharuddin Solongi dari FISIP dan Muhammad Burhanuddin dari Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, secara terbuka menyampaikan pandangan mereka.

Keduanya menilai bahwa di bawah kepemimpinan Amran, IKA Unhas telah mengalami transformasi mendasar—dari organisasi seremonial menjadi kekuatan sosial yang lebih substantif.

Legacy kepemimpinan Andi Amran Sulaiman tidak hanya diukur dari capaian-capaian jangka pendek, tetapi dari kemampuannya membangun fondasi yang berkelanjutan. Baik dalam sektor pertanian, jejaring saudagar melalui KKSS, maupun transformasi IKA Unhas, semuanya menunjukkan arah yang sama: penguatan kolaborasi, optimalisasi sumber daya, dan penciptaan nilai tambah.

Dari Seremonial ke Substansi

Salah satu perubahan paling mencolok adalah pergeseran orientasi IKA Unhas. Jika sebelumnya organisasi alumni identik dengan kegiatan temu kangen dan seremoni, kini IKA Unhas tampil sebagai entitas yang mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Alumni tidak lagi sekadar berkumpul, tetapi didorong untuk mengambil peran dalam menjawab persoalan bangsa,” kata Baharuddin Solongi, alumni Administrasi Pemerintahan Unhas 84.

Kepemimpinan Amran juga ditandai oleh kemampuannya membangun fondasi organisasi yang kokoh. Alih-alih berfokus pada capaian jangka pendek, ia menanamkan sistem dan pola kerja yang memungkinkan IKA Unhas terus berkembang secara berkelanjutan.

Fondasi ini menjadi penting untuk memastikan bahwa organisasi tidak bergantung pada figur semata, tetapi pada sistem yang kuat.

Di tangan Amran, IKA Unhas bertransformasi menjadi platform kolaborasi yang hidup. Ia berhasil menyatukan alumni lintas fakultas, profesi, dan wilayah dalam satu ekosistem kerja sama.

Kepercayaan yang terbangun menjadi modal utama dalam menggerakkan organisasi sebesar IKA Unhas.

Relasi Alumni dan Kampus sebagai Ekosistem

Pendekatan baru juga terlihat dalam relasi antara alumni dan kampus. Universitas Hasanuddin tidak lagi berdiri sebagai institusi yang terpisah, melainkan menjadi bagian dari extended ecosystem—jejaring pengetahuan yang diperkuat oleh kontribusi alumni. Sinergi ini menjadikan kampus lebih adaptif dan memiliki daya saing global.

Menurut Baharuddin Solongi, salah satu capaian konkret adalah meningkatnya konektivitas antaralumni.

“Dari tingkat wilayah hingga luar negeri, jejaring alumni kini tidak hanya berfungsi sebagai ruang silaturahmi, tetapi telah berkembang menjadi medium kolaborasi nyata di berbagai sektor,” kata pria asal Wotu Luwu Timur ini.

Baharuddin Solongi
(Wakil Ketua IKA FISIP Unhas)

Fokus pada Sektor Strategis

Amran juga mendorong alumni untuk terlibat dalam sektor-sektor strategis seperti pertanian, pangan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pengalamannya di bidang agribisnis memberikan arah yang jelas dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Sementara itu, Muhammad Burhanuddin menilai dalam konteks global yang semakin kompleks, kepemimpinan membutuhkan kemampuan membaca peluang dan mengelola sumber daya secara efektif.

“Pak Amran memiliki karakter kepemimpinan yang adaptif, mampu menjembatani kolaborasi lintas sektor dan lintas generasi,” kata lawyer Ibu Kota yang juga ketua DPP Garuda Astacita Nusantara ini.

Sehingga, kata Bur, dengan berbagai capaian tersebut, IKA Unhas memiliki peluang besar untuk menjadi model nasional.

“Organisasi alumni tidak lagi sekadar simbol kebanggaan, tetapi dapat berperan sebagai kekuatan kolektif yang terorganisir dalam mendukung pembangunan nasionalm,” sebut Bur.

Sejumlah alumni Unhas bersiap menghadiri Mubes IKA Unhas 1 – 3 Mei 2026 (dok: Salahuddin Alam)

Menjaga Konsistensi Arah

Melihat transformasi yang telah berjalan, muncul harapan besar agar Andi Amran Sulaiman bersedia melanjutkan kepemimpinannya pada periode berikutnya.

Konsistensi arah dinilai penting agar fondasi yang telah dibangun tidak terputus, melainkan terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas.

Pembaca sekalian, IKA Unhas saat ini berada di persimpangan penting: melanjutkan momentum transformasi atau kembali pada pola lama.

Dalam konteks ini, menurut Baharuddin dan Burhanuddin, kepemimpinan bukan sekadar soal pergantian figur, tetapi tentang menjaga arah dan memastikan keberlanjutan.

Dan bagi banyak pihak, arah itu—setidaknya untuk saat ini—masih menemukan relevansinya pada sosok Andi Amran Sulaiman.

___
Editor Denun