Pelantikan Rektor Unhas 2026: Simpul Kolaborasi Nasional dan Global
PELAKITA,ID – Pelantikan Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, M.Sc sebagai Rektor Universitas Hasanuddin pada 27 April 2026 bukan sekadar seremoni akademik, melainkan peristiwa besar yang mempertemukan berbagai elemen strategis—dari pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, hingga komunitas internasional.
Kehadiran para undangan mencerminkan posisi Unhas sebagai simpul penting dalam jejaring pembangunan nasional dan global.
Dari internal kampus, acara ini dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan anggota Majelis Wali Amanat (MWA), Ketua dan anggota Senat Akademik, serta Ketua dan anggota Dewan Profesor.
Hadir pula para rektor Unhas pada masanya, yakni Prof. Basri Hasanuddin, Prof. Idrus Paturusi, dan Prof. Dwia Ariestina Pulubuhu, yang menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan dan tradisi akademik di kampus merah.
Dari unsur pemerintah pusat, Menteri Pertanian sekaligus Ketua IKA Unhas diwakili oleh Bendahara Umum IKA Unhas, Prof. Dr. Murtir Jeddawi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI diwakili oleh Staf Khusus Menteri, Dr. Ismail Hasani.
Kehadiran unsur keamanan negara juga terlihat melalui perwakilan Kepala Kepolisian RI, Irjen Pol. Dr. Andry Wibowo.
Dari tingkat nasional lainnya hadir sejumlah tokoh legislatif, di antaranya Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Prof. Andi Nurdin Halid, Wakil Ketua DPD RI Dr. Tamsil Linrung, serta anggota DPR dan DPD RI seperti Andi Abdul Waris Halid, Hamka B. Kady, Kamrussamad, dan La Tinro La Tunrung.

Dari unsur pemerintah daerah, tampak jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk Gubernur Sulsel, Ketua DPRD Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulsel (diwakili Wakapolda Brigjen Pol. Nasri), Kajati Sulsel, Kabinda Sulsel, serta unsur Forkopimda lainnya.
Sejumlah kepala daerah turut hadir, di antaranya Bupati Barru, Bone, Pinrang, Toraja Utara, Mamasa, Pasangkayu, dan Tana Toraja, serta Sekretaris Daerah Kota Makassar.
Dunia akademik nasional juga memberikan dukungan kuat. Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTN), Prof. Eduart Wolok, bersama Sekretaris Prof. Muryanto Amin, hadir bersama para pimpinan perguruan tinggi dari berbagai kampus ternama, baik negeri maupun swasta.
Di antaranya perwakilan dari UI, UPI, IPB, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Sumatera Utara, Universitas Syiah Kuala, Universitas Tadulako, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Negeri Makassar, Universitas Muhammadiyah, Universitas Terbuka, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Makassar, STITEK Balik Diwa, UPRI, Universitas Sulawesi Barat, Politani Pangkep, PNUP, UIN, Universitas Negeri Semarang, hingga IAS Parepare.

Dari kementerian dan lembaga teknis, hadir Direktur Jenderal Hortikultura Dr. Muhammad Taufiq Ratule, Dirjen Kesehatan Lanjutan dr. Azhar Jaya, pejabat Kementerian Kesehatan, serta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, Dr. I Nyoman Radiarta.
Hadir pula tokoh nasional seperti Irjen Pol (Purn.) Kamaruddin dari Lemhanas RI, Kepala OJK Sulsel, Kepala Bank Indonesia wilayah Sulsel, Kanwil BPN, serta jajaran direksi rumah sakit besar seperti RS Wahidin Sudirohusodo dan RS Tadjuddin Chalid.
Keterlibatan dunia usaha terlihat melalui kehadiran direksi dan pimpinan perusahaan strategis seperti PT PAL Indonesia, PT Vale, PT Indika Energi, PT Indika Tenaga Baru, Arsjad Rasyid Office, serta pimpinan bank-bank mitra seperti BNI, BTN, Bank Mandiri, dan BSI. Turut hadir pula CEO PT Industri Padi Nusantara dan berbagai pimpinan perusahaan lainnya.
Dari unsur internasional, hadir Konsul Jenderal Jepang di Makassar serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili.
Sementara dari jejaring alumni dan masyarakat, hadir jajaran pengurus pusat IKA Unhas, IKA fakultas dan wilayah, tokoh alumni seperti Lucas, SH, serta berbagai tokoh masyarakat seperti Ketua Gapensi Andi Rukman Nurdin Karumpa dan Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa, Willianto Tanta. Kehadiran Guru Adam beserta keluarga dari Kalimantan Selatan turut menambah nuansa kekeluargaan dalam acara ini.

Tidak kalah penting, pelantikan ini juga dihadiri oleh seluruh dosen, para guru besar, tenaga kependidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta mahasiswa Universitas Hasanuddin, bersama tamu undangan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Keseluruhan kehadiran ini menegaskan bahwa pelantikan Rektor Unhas bukan hanya agenda internal kampus, melainkan momentum strategis yang mempertemukan kekuatan akademik, birokrasi, dunia usaha, dan masyarakat.
Di titik inilah harapan besar disematkan—bahwa di bawah kepemimpinan Jamaluddin Jompa, Unhas akan semakin memperkuat perannya sebagai pusat keunggulan yang tidak hanya mencetak ilmu, tetapi juga menggerakkan perubahan.









