Daftar ‘Legacy’ Prof Jamaluddin Jompa di Periode Pertama

  • Whatsapp
Prof Jamaluddin Jompa (dok: Pelakita.ID)

PELAKITA.ID – Mengawali sambutannya, Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam momentum bersejarah pelantikannya untuk periode kedua (2026–2030).

Ia menegaskan bahwa kehadiran para undangan bukan sekadar seremoni, melainkan simbol dari ikhtiar kolektif dalam menjalankan amanah konstitusi: mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurutnya, memimpin Universitas Hasanuddin (Unhas) ibarat menjadi nakhoda kapal besar yang berlayar di tengah samudera penuh tantangan.

Sebagai putra Bugis-Makassar, ia berpegang teguh pada falsafah pelaut: “Pura Babbara Sompe’ku, Pura Tangkisi Gulikku, Kualeanggi Tallanga Na Toalia”—sekali layar terkembang, pantang surut ke pantai.

Ketangguhan Pascapandemi dan Kekuatan Kolektif

Perjalanan kepemimpinannya sejak 2022 dimulai di tengah pandemi. Namun, ia melihat krisis tersebut justru memperlihatkan ketangguhan sivitas akademika Unhas dalam beradaptasi dan berinovasi.

Dari situ lahir kekuatan utama: human capital yang adaptif dan progresif.

Ia menegaskan bahwa capaian Unhas bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi tanpa ego sektoral. Prinsip ini diperkuat oleh nilai teologis dan kultural, termasuk rujukan pada QS. As-Shaff ayat 4 tentang pentingnya barisan yang rapi dan solid.

Nilai-nilai lokal seperti Sipakainge, Sipakalebbi, dan Sipakatau—yang juga dikaji oleh Mattulada—menjadi fondasi budaya organisasi. Dari sinilah lahir semangat “Unhasku Bersatu, Unhasku Kuat”.

Legacy dan Lompatan Prestasi Global

Dalam empat tahun terakhir, Unhas mencatatkan capaian signifikan:

  • Masuk peringkat #951–1000 QS World University Rankings 2026
  • Peringkat #201 QS Asia University Rankings
  • #601–800 Times Higher Education Asia
  • Pengakuan bidang ilmu (QS by Subject):
    Agriculture & Forestry (#251–300), Politics (#301–400), Medicine (#601–650)
  • #85 dunia UI GreenMetric
  • #52 dunia untuk SDG-14 (Life Below Water)

Selain itu, Unhas meraih:

  • SNI Award (Emas) dua tahun berturut-turut (2023–2024)
  • Predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat
  • Juara 1 Indonesia SDGs Action Awards 2025 oleh Bappenas

Mahasiswa, Inovasi, dan Kemandirian

Prestasi mahasiswa juga menjadi sorotan. Unhas meraih Juara Umum PIMNAS 2024 dan 2025, bahkan membawa pulang Piala Adikarta Kertawidya ke luar Pulau Jawa untuk pertama kalinya.

Di bidang inovasi:

  • Drone smart farming dipesan Kementerian Pertanian
  • Rompi anti peluru lolos uji Divisi Infanteri 3 Kostrad
  • Kendaraan listrik dan kapal tenaga surya dikembangkan
  • Produk agro seperti jagung unggul, ayam Alope, cokelat, dan kopi premium menembus pasar global

Sementara itu, melalui PT Hadin Metavisi Akademika, Unhas memperkuat kemandirian finansial, termasuk transformasi Bank Unhas menuju layanan digital.

Komitmen Inklusivitas dan SDM

Rektor menegaskan komitmennya: tidak boleh ada mahasiswa berhenti kuliah karena alasan finansial. Hingga 2026:

  • Lebih dari 39.900 mahasiswa menerima beasiswa
  • 28% mahasiswa Unhas adalah penerima beasiswa

Di sisi SDM:

  • 730 pegawai tetap diangkat (2025)
  • 393 pegawai mendapatkan kepastian hukum

Arah Strategis: Menuju Top 500 Dunia

Ke depan, Unhas menargetkan masuk Top 500 QS WUR pada 2030 dengan strategi:

  • 500 dosen studi lanjut luar negeri
  • 200 visiting scholars internasional
  • Ekspansi program double/joint degree
  • Peningkatan mahasiswa asing hingga 2%

Riset juga dikonsolidasikan melalui:

  • 315 Thematic Research Group (TRG)
  • 1.523 peneliti
  • 532 mitra internasional di 77 negara

Unhas juga berperan sebagai co-lead konsorsium PAIR Sulawesi bersama Australia-Indonesia Centre, mendorong riset berbasis kebijakan pada isu ekonomi sirkular, perubahan iklim, dan kesehatan.

Transformasi Besar: Inovasi, Kampus, dan Lingkungan

Untuk memperkuat hilirisasi riset:

  • Dibangun Science Techno Park (STP)
  • Pengembangan spin-off dan venture capital Unhas

Dalam pendidikan:

  • Diluncurkan program UNHAS WORKLINC (Work Integrated Learning)

Dalam tata kelola:

  • Diterapkan Smart Multi-Campus Governance di berbagai wilayah (Gowa hingga IKN)

Dalam keberlanjutan:

  • Disusun Green Campus Masterplan 2026–2030
  • Target 50% bangunan hijau dan efisiensi energi
  • Integrasi prinsip ESG (Environmental, Social, Governance)

Seruan Persatuan dan Penutup Personal

Menutup pidatonya, Prof. Jamaluddin Jompa mengingatkan bahwa tantangan perguruan tinggi global—sebagaimana disorot McKinsey & Company—menuntut universitas untuk adaptif, relevan, dan berdampak.

Ia mengajak seluruh elemen Unhas untuk meninggalkan ego sektoral dan memperkuat gotong royong demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dalam bagian paling personal, ia menyampaikan terima kasih kepada keluarga, khususnya orang tua, saudara, istri, anak, dan cucu atas dukungan yang tak pernah putus.

Sebagai penutup, ia mengutip Nelson Mandela:

“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.”

Pidato itu ditutup dengan seruan penuh semangat: “Unhasku Bersatu! Unhasku Kuat!” serta doa agar seluruh ikhtiar mendapat ridha Tuhan Yang Maha Kuasa.

___
Editor Denun