Persia, Kisah Bangsa Pantang Menyerah Bermula | NarasiAno

  • Whatsapp
Ilustrasi

PELAKITA.ID – Pada suatu zaman saat matahari terbit dari balik ladang pasir kemudian terbenam di balik bukit gunung batu, di sanalah lahir satu bangsa tua,yang namanya kini menggema di seluruh penjuru dunia.

Pembaca setia NarasiAno. Selamat memasuki 10 hari terakhir Ramadan 1447 H. Malam kemuliaan yang keutamaannya jauh melebihi beribadah selama 1000 bulan. Malam yang dirindukan oleh umat Islam.

Bangsa yang NarasiAno maksud dalam penggalan tulisan ini adalah Bangsa Persia, bangsa yang tak pernah tunduk walau dihancurkan.

Bangsa ini pernah nyaris hilang dari peradaban, sejarahnya dibakar menjadi abu, gedung gedung nya dilenyapkan oleh bangsa bangsa dari Timur dan Barat! Kala itu dunia menyangka Persia akan hilang dari catatan sejarah peradaban.

Tapi mereka lupa, darah bangsa Persia tak pernah menyerah pada takdir yang melupakan jiwa. Bangsa Persia itu kemudian kini disebut Iran. 🇮🇷. Negara yang menggema di seluruh penjuru negeri.

NarasiAno menulis dari angle lain. Bangsa Persia adalah bangsa paling tertua di dunia yang memiliki banyak peradaban, kisah, kekaisaran hingga melahirkan revolusi.

Bangsa ini melewati tujuh zaman kekaisaran, jatuh bangun tetapi tak melupakan kodratnya, seperti kata Darius penjaga terakhir Persia saat runtuh “banyak yang ingin menghidupkan Persia dengan pedang namun sedikit yang paham bahwa bangsa mati bukan karena kalah perang melainkan karena lupa siapa dirinya” Darius kemudian dikenal Darius Agung,Raja Diraja yang berkuasa 550 SM – 486 SM- Persia Kuno.

Kisah Persia abad kuno menceritakan Darius Agung adalah seorang cendekia yang jarinya dipenuhi tinta kelam bangsa Persia. Dia ditemukan oleh pelukis kisah Perisa Zoroaster Bahram yang kemudian merangkai kisah tentang prinsip keteguhan dan keberanian seorang bangsa Persia. Bahram kemudian terkenal dengan nama dewa kemenangan.

Dari kedua tokoh ini lah kisah bangsa tua dimulai. Diawali dari Kekaisaran Media dan Kekaisaran Akhemeniyah 3200 SM – 330 SM. Kekaisaran ini telah menjadi simbol pendiri bangsa, dan juga kekaisaran Iran.

Selanjutnya Kekaisaran Seleukus 330 SM – 248 SM. Zaman kekaisaran ini bercorak Yunani.

Seleukus bekas jendral Kaisar Agung mengangkat dirinya menjadi Kaisar setelah Alexander Agung wafat. Selanjutnya Kekaisaran Parthia 248 SM – 224 M.

Kekaisaran Parthia bermula dengan Dinasti Arsacida yang menyatukan, dan memerintah dataran tinggi Iran, menaklukkan wilayah timur eskrim Turki pada awal abad ketiga Masehi, dan juga Mesopotamia antara tahun 150 SM dan 224 M. Parthia juga merupakan musuh bebuyutan Romawi di sebelah timur.

Kekaisaran Iran Keempat yakni Kekaisaran Sassania 226 M – 651 M. Kekaisaran Sassania Persia merupakan pemerintahan yang sukses memperluas wilayah kekuasaan. Mulai membangun ekonomi, dan militer Persia.

Wilayahnya meliputi kawasan Iran modern, Irak, Suriah, Pakistan, Asia Tengah dan wilayah Arab. Pada zaman Khosrau II (590 M–628 M) pula, kekaisaran ini diperluas hingga Mesir, Yordania, Palestina, dan Lebanon. Orang-orang Sassania menamakan kekaisaran mereka Erānshahr (atau Iranshæhr, “Penguasaan Orang Arya”.)

Zaman selanjutnya adalah zaman Islam Persia. Saat Islam mulai masuk ke Persia lalu orang-orang Persia mulai membentuk gambaran Islam Persia, di mana mereka melestarikan gambaran sebagai orang Persia tetapi pada masa yang sama juga sebagai muslim.

Di sinilah kemudian bangsa Persia mulai memberi bantuan kepada Abbasiyah. Peradaban selanjutnya adalah Monarki Persia-Iran 1500-1979. Dari zaman ini Persia mulai berganti menjadi Islam Syiah pada zaman Safawi, pada tahun 1501.

Pada zaman ini arsitektur Persia berkembang kembali, dan menyaksikan pembangunan monumen-monumen yang indah. Lalu kemudian Iran pun semakin berkembang dan terciptalah Modernisasi Iran yang bermula labad ke-19, membangkitkan keinginan untuk berubah dari orang-orang Persia. Ini menyebabkan terjadinya Revolusi Konstitusi Persia pada tahun 1905 hingga 1911.

Pada tahun 1921, Reza Khan mengambil alih tahta melalui perebutan kekuasaan dari Qajar. Shah Reza memulai pembangunan industri modern, jalan kereta api, dan pendirian sistem pendidikan tinggi di Iran.

Revolusi Iran atau revolusi besar ketiga dalam sejarah dunia setelah Revolusi Prancis dan Revolusi Bholshevick tahun 1979. Revolusi yang mengubah Iran dari Monarki di bawah Shah Mohammad Reza Pahlavi, menjadi Republik Islam yang dipimpin oleh Ayatullah Agung Khomeini. Dan masa itu masih tetap bertahan hingga detik ini.

Narasi singkat dan padat ini tentu menciptakan bayangan dalam benak kita tentang sebuah bangsa yang beradab abad melintasi zaman kini sedang berperang melawan negara Amerika dan sekutunya Israel.

Bangsa yang sedang berusaha menaklukkan dunia tetapi mereka lupa bahwa yang mereka serang bukan bangsa yang baru mengenal medan perang. Bangsa Persia, Iran adalah bangsa yang telah melewati berbagai zaman dan pernah melahirkan sebuah revolusi terbesar di dunia.

Jiwa yang Amerika, Israel dan Eropa saksikan saat ini adalah titisan Bahram yang pertamakali merangkai syair syair kuno Persia, menjahit kisah untuk menciptakan sebuah bangsa. Menutup tulisan ini saya menguti visualisasi sumpah Bahram “selama darah ini mengalir Persia tak akan pernah mati”, teriak Bahram menatap cakrawala.

#Seri16
#Ramadan1447H
NarasiAno, Tenang Dibaca, Kuat Dirasakan