Inilah dua event penting Presiden WOCPM Prof Deby Vinski di Eropa

  • Whatsapp
Prof Deby Vinsiki saat memberi sambutan pada kongres WOCPM di Kroasia (dok: istimewa)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Sosok Prof Deby Vinski terkenal sebagai perempuan Indonesia yang giat dalam mempromosikan upaya kedokteran pencegahan, regeneratif dan antii-aging.

Dia merupakan tokoh atau President World Council of Preventive, Regenerative and Anti Aging Medicine WOCPM yang berpusat di Paris dengan anggota 74 negara.

Belum lama ini, Prof dr Deby Vinski berbagi kabar tentang pelaksanaan kongress Aesthetics dan Anti-Aging, Medicine di Kroasia pada 9 sampai dengan 11 September 2022.

Read More

“Jadi ada dua kegiatan utama di Eropa, pertama membuka kongres Anti-Aging dan Aesthetik Medis di di Kroasia kemudian dilanjutkan Rapat World Council of Stem Cell di Geneva Swiss,” jelasnya kepada Pelakita.ID.

Selain berbagi kabar tentang kegiatan itu berikut foto-fotonya, kepada Pelakita.ID dia juga berbagi gambar dari tur Eropanya itu.

Tentang WOCPM

WOCPM adalah Dewan Dunia untuk Pengobatan Pencegahan, Regeneratif dan Anti-penuaan (WOCPM) berkantor pusat di Paris dengan beberapa kepala negara sebagai penasehatnya.

Organisasi ini bergerak sebagai organisasi masyarakat medis-nirlaba yang didedikasikan untuk kemajuan Pengobatan Pencegahan untuk mendeteksi pada fase pra-klinis dini, mencegah, dan mengobati penyakit degeneratif

WOCPM mempromosikan ilmu pengetahuan untuk mengoptimalkan kwalitas hidup manusia, vitalitas pria maupun wanita dengan demikian menggabungkan Pengobatan Pencegahan, Regeneratif dan pengobatan Anti-Aging menjadi satu pendekatan klinis dan holistik yang terintegrasi.

Prof Deby Vinsiki bersama koleganya di Eropa (dok: istimewa)

“WOCPM adalah organisasi ilmiah pertama dan terkemuka, terbuka untuk keanggotaan khusus bagi para dokter dengan gelar Universitas dalam Kedokteran Pengobatan dan Pencegahan.,” jelas Prof Deby.

“WOCPM juga didedikasikan untuk mendidik dokter, ilmuwan, dan anggota masyarakat tentang pentingnya Pengobatan dan Pencegahan,” tambahnya.

Menurut Deby, WOCPM percaya bahwa pencegahan penyakit adalah peta jalan ke depan untuk meningkatkan sehat umur panjang dan kualitas hidup masyarakat. WOCPM juga percaya bahwa pencegahan penyakit pada tahap awal, akan mengurangi beban ekonomi dari peningkatan biaya perawatan kesehatan pada populasi yang menua.

“WOCPM selalu berusaha untuk menyebarkan berita tentang Pengobatan Pencegahan dan untuk menyebarluaskan informasi mengenai strategi pencegahan, regeneratif dan anti-penuaan untuk meningkatkan umur panjang,” lanjut alumni Kedokteran Unsrat Manado ini.

Menurutnya, WOCPM menganjurkan Evidence-Based-Medicine (EBM), tetapi memahami bahwa dalam beberapa situasi tahap awal, pendekatan berbasis sains untuk meningkatkan umur panjang adalah minimum.

“Pada kunjungan saya ke Croatia ini, saya selaku President World Council of Preventive, Regenerative and Anti Aging Medicine membuka kongress Aesthetics and anti aging,” terang alumni Smansa Makassar angkatan 86 ini.

WOCPM siap membantu negara anggota untuk mengembangakn riset dan adopsi pola hidup sehat dan anti-aging (dok: istimewa)

Deby melanjutkan bahwa pada kongres ini, pihaknya mendiskusikan peran kepemimpinan dalam penelitian klinis dalam Kedokteran Pencegahan, Regeneratif dan anti-penuaan dalam ilmu berbasis bukti.

“Kami juga berbagi informasi tentang strategi dan hasil Pengobatan Pencegahan dengan dokter praktik dan praktisi kesehatan lainnya serta untuk mengembangkan Pencegahan Protokol dan pedoman pengobatan dan untuk membantu dokter dan praktisi kesehatan dalam penerapan pengobatan kualitas hidup , nutrigenomik dan stem cell,” tambah Prof Deby.

Di Kroasia, kami membincang peluang pendanaan sendiri, atau melalui pendanaan oleh ketiga pihak, penelitian klinis di Pencegahan, Regeneratif dan Anti-Aging Medicine yang dapat memberikan dan merangsang pendidikan dan pelatihan untuk Profesional Medis baru yang akan datang.

Prof Deby juga melanjutkan kegiatannya dengan memimpin Rapat Board of WOCS World Council of Stem Cell di Geneva Swiss

“Tentunya pada minat dalam Kedokteran Pencegahan, Regeneratif dan Anti-Penuaan di kongres ilmiah, konferensi di seluruh dunia dan melalui penawaran program berbasis Universitas tidak terlapas dari pendekan Multidicipline Approach tetmasuk Stem cell,” ucapnya.

“Indonesia dan beberapa negara maju bertekad menjadi Pusat Health Tourism untuk Stem cell yang sudah didahului beberapa negata maju seperti Jerman dan Swiss lanjutnya,” ucapnya.

Prof Deby di depan Menara Eiffel dengan motif batik khasnya yang memukau (dok: istimewa)

Deby Vinski berharap para ilmuwan Indonesia dapat menjadikan kedoktetan Indonesia maju untuk dunia dan memohon dukungan Presiden dan Menparekraf secara nyata serta semua pihak agar devisa negara sekitar  1000 triliun an selama 10 tahun yang hilang karena pengobatan keluar negeri dapat kembali ke negara kita Indonesia tercinta.

“Bahkan menurut Queen of Anti-aging ini jika Health Tourism maju maka Indonesia bahkan akan dapat menghasilkan banyak devisa yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan dan kejahteraan masyarakat indonesia ,” pungkas ketua panitia Temu Nasional Smansa Makassar di Bali yang berlangsung sukses ini sambil tersenyum manis.

Dia menutup pembicaraan dengan Pelakita.D dari kantor WOCPMnya di Paris.

 

Editor: K. Azis

Related posts