Belasungkawa untuk ‘Sang Penengah’ Karaeng Jalling, dari mitra kerja hingga kawan separtai

  • Whatsapp
Annas GS Karaeng Jalling, tokoh Sulsel asal Jeneponto. Wafat tanggal 2 Agustus 2021. Semoga husnul kharimah, Karaeng. (dok: istimewa)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID –  Annas GS Karaeng Jalling mangkat. Beritanya tersebar dari berbagai laman social media. Grup-grup Whatsapp membicarakannya. Semuanya memuji kebaikan dan ‘tangan dingin’ Sang Karaeng Penunggang Kuda asal Kerajaan Binamu Jeneponto ini.

“Innalillahi wai inna ilahi rajiun. Kabar duka, selamat Jalan Karaeng, semoga Allah menempatkanmu di tempat bersama orang-orang yang dimuliakan Allah SWT,” tulis aktivis media Mismaya Alkhaerat melalui laman FB-nya, 2 Agustus 2021.

Read More

“Kami sangat mengenal beliau ketika menjabat sebagai Kepala Biro Humas Dan Protokol Provinsi Sulsel hingga beliau menjabat sebagai Sekretaris KPU Sulsel. Candaan dan sapa hangatnya, khas Makassar, semangatnya, akh Karaeng tunai sudah janji bakti,” sebut Maya yang juga simpatisan Partai Demokrat ini.

Kabar berpulangnya Karaeng Jalling dibenarkan oleh Andi Januar Jaury Dharwis, politisi Demokrat, anggota DPRD Sulsel yang juga lago, Karaeng Jalling. Istri Januar adalah saudara istri Karaeng Jalling.

“Betul daeng, beliau wafat tadi pagi,” kata Januar membenarkan kabar tersebut. Januar saat membalas Pelakita.ID sedang dalam perjalanan mengantar almarhum ke Jeneponto. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Arungkeke, Jeneponto.

Selle K.S Dalle, politisi Partai Demokrat Sulsel, yang juga anggota DPRD Sulsel menyebut Karaeng Jalling sebagai sosok yang sangat peduli.

“Beliau sosok yang sangat baik, care, selalu riang gembira kalau ketemu tapi juga tegas,” puji Selle, yang juga mantan aktivis LSM ini.

Menurut Selle, Karaeng Jalling sudah menitip harapan pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan para pemimpin di Jeneponto.

“Beberapa bulan terakhir ini, beliau sangat getol bicara soal kesejahteraan petani garam. Almarhum seolah menitip harapan ini kepada siapapun Bupati Jeneponto dan Gubernur Sulsel periode depan untuk harus memiliki program yang jelas terkait “nasib” petani garam,” ungkap Selle.

Sementara itu, politisi Nasdem, Ady Ansar asal Selayar mengaku acap berdiskusi dengan almarhum.

“Beliau lama bicara dengan saya waktu masih di KPU. Kebetulan nginap di penginapan kami, saya tawarkan untuk sama-sama di Nasdem, ” kenang Ady.

Annas GS Karaeng Jalling saat menikmati kopi di Phoenam Wahid Hasyim Jakarta bersama tokoh Sulsel lainnya, Husain Abdullah, Erwin Aksa dan pegamat penerbangan Isdar Yusuf. (dok: Isdar Yusuf)

“Tapi Karaeng tertawa, biarlah di Golkar sama-sama prajurit-senior. Yang muda-muda bersaing keraslah di Nasdem,” imbuh Ady, yang juga anggota IKA Kehutanan Unhas ini.

“Karaeng Jalling pribadi yang hangat, dan sangat nyaman diajak diskusi,” pujinya.

“Selamat Jalan Karaeng, dia senior, sahabat yang baik, seorang birokrat sejati,” tambah Rahman Pina, fugsionaris Partai Golkar Sulsel, karib Annas Karaeng Jalling yang wafat hari ini, 2 Agustus 2021.

“Pernah jadi Biro Humas Pemprov, terakhir jadi sekretaris KPU Sulsel. Setelah pensiun, Karaeng Jalling berkiprah di Partai Golkar dan menjadi Plt Ketua Golkar Takalar,” imbuh Rahman.

Menurut RP, demikian panggilan Rahman oleh koleganya, Karaeng Jalling adalah politisi yang telah merasakan betapa kerasnya kompetisi menjadi calon anggota legislatif. Dia menikmati setiap denyut kehidupannya dengan riang gembira.

“Sedapil almarhum Ince Langke, Arfandi Idris, dapil Bantaeng, Jeneponto Selayar,” sebutnya.

“Ternyata susah itu jadi caleg, njo anggotaku dulu jaina. Dari staf KPU provinsi sampai kabupaten, kecamatan dan desa. Eh eh eh… begitu saya caleg tidak ada tong bantu bantu ka. Sudahpi caleg ada yang chatka, caleg ki pale juga karaeng,” canda Annas Krg Jalling seperti diceritakan RP di laman FB-nya.

Karaeng Jalling adalah sosok istimewa dari keluarga Kerajaan Binamu Jeneponto. Dia lahir pada 27 Desember, 62 tahun lalu.  Setelah tak lagi sebagai Sekretaris KPU Sulsel, Karaeng Jalling menghabiskan masa pensiun dengan merawat empangnya di tanah kelahiran.

Dia beternak ikan, kuda, berolahraga berkuda dan sesekali ikut tanam padi dan olah garam.

Masih ingat siapa ASN Sulsel yang berkuda menuju kantornya saat pemerintah pusat meminta penghematan BBM nun lampau? Dialah Sang Penunggang kuda itu.

Karaeng Jalling dikenal dekat dengan mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, keduanya sangat akrab saat masing menjadi pamong di Pemprov Sulsel, bahkan sesudahnya.

Posisinya sebagai Sekretaris KPU Sulsel sebelum menepi dari hiruk pikuk birokrasi salah satunya karena rekomendasi SYL.

Peran konstruktifnya banyak dicerita publik sebagai ‘Sang Penengah yang baik, disegani, dan tegas’ saat mendamaikan dua simpatisan calon Bupati yang berselisih di Jeneponto.

Turut berdukacita Karaeng. Salamakki…

 

 Editor: K. Azis

Related posts