MAKASSAR – Pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) semakin berkembang dalam dunia pendidikan tinggi. Teknologi ini membuka ruang bagi peningkatan efektivitas pembelajaran, pengolahan informasi, hingga pelayanan administrasi.
Merespons perkembangan tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mendorong peningkatan kapasitas sivitas akademika dalam mengadopsi teknologi AI generatif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Gemini Academic yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Unhas dengan Google Indonesia, Google for Education, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Niswar, S.T., M.InfoTech., mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia Unhas dalam menghadapi perubahan digital. Menurutnya, pemanfaatan AI perlu didukung pemahaman dan keterampilan yang memadai agar teknologi tersebut dapat memberikan manfaat optimal.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap sivitas akademika Unhas semakin terampil memanfaatkan teknologi AI. Penguasaan berbagai fitur yang tersedia dapat membantu meningkatkan produktivitas, mempercepat penyelesaian pekerjaan, serta mendukung pengembangan proses pembelajaran dan layanan akademik,” ungkap Prof. Niswar.
Pelatihan menghadirkan Kristiyanto, S.H., MPP., dan M. Edward Ranggong dari Google for Education sebagai narasumber. Keduanya membawakan materi sekaligus praktik pemanfaatan Gemini, termasuk pengenalan berbagai tools dan fitur yang relevan untuk mendukung aktivitas akademik maupun pekerjaan sehari-hari.
Dalam sesi praktik, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami penerapan Gemini sesuai kebutuhan masing-masing.
Dosen dapat memanfaatkannya untuk menyusun bahan ajar dan mengembangkan materi perkuliahan, mahasiswa untuk mendukung eksplorasi informasi dan proses belajar, serta tenaga kependidikan untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan administratif dan pelayanan.
Keterlibatan berbagai unsur sivitas akademika tersebut menegaskan bahwa literasi AI bukan sekadar penguasaan teknologi, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem perguruan tinggi yang responsif terhadap perkembangan zaman.
Di sisi lain, penggunaan AI tetap perlu dilandasi tanggung jawab dan pemahaman terhadap batasannya. Validitas informasi, integritas akademik, serta kemampuan berpikir kritis harus tetap menjadi perhatian agar AI berperan sebagai alat pendukung, bukan pengganti kemampuan intelektual manusia.
Pelatihan Gemini Academic diikuti ratusan peserta dan berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (30–31 Oktober 2026), di Aula Arsjad Rasyid, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar. (*/mir)









