- Tidak ada lagi pesan singkat penyejuk hati saat hujan turun, tidak ada lagi payung yang menjemputnya di gerbang sekolah, dan hilang sudah dekap hangat yang selalu meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja.
- Di tengah duka yang belum selesai, Gadis berusaha menjalani hari-harinya bersama sang ayah yang juga sedang tertatih belajar untuk bertahan.
PELAKITA.ID – Makassar, 23 Juni 2026 – Kehilangan orang yang dicintai adalah salah satu fase paling berat dalam hidup manusia.
Premis emosional inilah yang mendasari lahirnya buku terbaru karya Subthanti Amda berjudul Rindu Kekal di Tiga Belas Kisah.
Diterbitkan oleh Pilar Pustaka Publishing, buku ini hadir sebagai sebuah pelukan hangat bagi siapa saja yang sedang berjuang berdamai dengan rasa duka dan kerinduan.
Inspirasi dari Pesisir dan Pulau ke Pulau
Lahirnya karya ini tidak terlepas dari latar belakang sang penulis. Subthanti Amda merupakan alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 1998.
Sebagai seorang profesional yang aktif bergerak di dunia Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), ia telah mendedikasikan banyak waktunya untuk turun langsung ke lapangan.
Perjalanan dari pulau ke pulau, menyusuri pesisir demi pesisir, serta kedekatan interaksinya dengan berbagai karakter orang per orang, memberikan ruang bagi Subthanti untuk menyerap realitas kehidupan yang mendalam.
Dari ruang-ruang dialog emosional dan dinamika sosial masyarakat pesisir itulah, ia menemukan serpihan-serpihan inspirasi berharga. Berbagai kisah perjuangan, keteguhan, duka, dan cinta yang ia saksikan langsung di lapangan tersebut, kelak dirajut dan diabadikan ke dalam lembaran-lembaran buku ini.
Sinopsis: Menyusuri Jejak Rindu yang Kekal
Kisah utama dalam buku ini menyoroti kehidupan seorang remaja bernama Gadis.
Sejak kepergian ibunya enam bulan lalu, dunianya seketika berubah total. Hidupnya terasa hampa, bagaikan sebuah buku petunjuk yang kehilangan halaman-halaman paling krusial.
Tidak ada lagi pesan singkat penyejuk hati saat hujan turun, tidak ada lagi payung yang menjemputnya di gerbang sekolah, dan hilang sudah dekap hangat yang selalu meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja.
Di tengah duka yang belum selesai, Gadis berusaha menjalani hari-harinya bersama sang ayah yang juga sedang tertatih belajar untuk bertahan.
Hingga pada suatu malam, sebuah buku harian tua milik mendiang ibunya ditemukan. Lembar demi lembar catatan tersebut perlahan menuntun Gadis pada sebuah kesadaran baru: bahwa jejak-jejak cinta yang tulus tidak pernah benar-benar hilang.
Buku ini merupakan sebuah antologi yang menyajikan kisah hangat tentang rindu, duka, dan kekuatan cinta yang tetap hidup melalui doa.
Selain kisah mengharukan tentang Gadis, pembaca juga akan diajak menyelami dua belas kisah penuh makna lainnya yang dirajut dari kepekaan sosial sang penulis.
Asik bukan?
Buka Masa Pre-Order dengan Penawaran Menarik
Bagi para pencinta literasi yang ingin segera meresapi kehangatan kisah-kisah di dalamnya, Pilar Pustaka Publishing secara resmi telah membuka masa Pre-Order (PO) yang berlangsung mulai 23 Juni hingga 7 Juli 2026.
Selama periode pre-Order ini, pembaca bisa mendapatkan keuntungan eksklusif berupa:
Harga Spesial: Hanya Rp 85.000 dari harga normal Rp 90.000.
Bonus Eksklusif: Mendapatkan gantungan kunci (free ganci) eksklusif dengan desain khas buku selama masa PO berlangsung.
Informasi & Pemesanan
Buku ini dapat dipesan secara langsung melalui kanal resmi Pilar Pustaka Publishing. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi salah satu pemilik pertama buku penuh kehangatan ini.
Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan, Anda dapat menghubungi:
WhatsApp:** 0895 – 3379 – 61540
Email: pilarpustakapublishing@gmail.com
Facebook: Pilar Pustaka Publishing
Instagram: @pilarpustakapublishing
Segera amankan eksemplar Anda sekarang, dan biarkan rentetan kisah dalam Rindu Kekal di Tiga Belas Kisah memeluk serta menguatkan rindu Anda yang mendalam.









