Menyusuri Pulau Sanrobengi, Destinasi Bahari yang Kian Bersih di Selatan Makassar

  • Whatsapp
Perubahan itu tidak hadir begitu saja. Pada Minggu, 24 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Takalar kembali menunjukkan komitmennya menjaga kawasan wisata melalui aksi bersih-bersih di Pulau Sanrobengi. Kegiatan ini diprakarsai Dinas Pariwisata Kabupaten Takalar bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) serta Pemerintah Kecamatan Galesong.

PELAKITA.ID – Perjalanan menuju Pulau Sanrobengi kini terasa semakin mudah dan menyenangkan. Dari Kota Makassar, warga tidak perlu repot menggunakan kendaraan pribadi untuk menikmati suasana pulau kecil yang tenang di perairan Takalar ini.

Cukup naik bus atau angkutan umum dari jalur Mall Panakkukang – Pantai Losari – Barombong menuju Pelabuhan Boddia di Kecamatan Galesong. Jalur pesisir selatan Makassar itu kini semakin nyaman dilalui setelah jalan poros Barombong–Galesong–Bontoramba diperbaiki dan mulus di banyak titik.

Perjalanan darat sambil menikmati pemandangan laut di sisi barat menjadi pengalaman tersendiri sebelum tiba di pelabuhan kecil Boddia.

Dari Pelabuhan Boddia, perjalanan laut menuju Pulau Sanrobengi hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Perahu-perahu warga siap mengantar pengunjung menyeberang melewati laut tenang berwarna kebiruan.

Dari kejauhan, pulau itu tampak hijau dengan garis pantai berpasir terang yang mengundang rasa ingin singgah lebih lama.

Kini, Pulau Sanrobengi terlihat semakin bersih dan tertata. Pepohonan rindang masih menjadi peneduh alami di sepanjang kawasan pulau, sementara area pesisir mulai terbebas dari tumpukan sampah yang sebelumnya kerap menjadi keluhan pengunjung.

Suasana inilah yang membuat Sanrobengi perlahan tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata bahari favorit di selatan Kota Makassar sekaligus di utara Kota Pattallassang, Takalar.

Ilustrasi oleh Notebook LM

Pemda melalui DLH Turun Tangan

Perubahan itu tidak hadir begitu saja. Pada Minggu, 24 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Takalar kembali menunjukkan komitmennya menjaga kawasan wisata melalui aksi bersih-bersih di Pulau Sanrobengi.

Kegiatan ini diprakarsai Dinas Pariwisata Kabupaten Takalar bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) serta Kecamatan Galesong.

Sejak pagi, aparatur pemerintah, masyarakat, dan sejumlah unsur terkait bergotong royong membersihkan kawasan pantai dan lingkungan pulau.

Sampah-sampah yang terbawa arus laut dikumpulkan, area wisata dirapikan, sementara semangat kebersamaan terasa hidup di tengah aktivitas tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala DLHP Takalar, Irwan Rachman, mengatakan bahwa menjaga kebersihan kawasan wisata membutuhkan kolaborasi semua pihak. Menurutnya, Pulau Sanrobengi merupakan aset wisata bahari yang memiliki potensi besar sehingga kelestariannya harus dijaga bersama.

Kesadaran seperti itu mulai terlihat tumbuh di tengah masyarakat. Warga sekitar menyambut baik kegiatan bersih-bersih tersebut karena tidak hanya membuat pulau lebih nyaman bagi wisatawan, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong di kawasan pesisir.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye saat bertemu Pelakita.ID menyebut kunci tumbuh kembangnya destinasi wisata Pulau Sanrobengi adalah keramahtamahan warga dan suasana bersih dan nyaman.

“Kita sangat senang jika Pulau Sanrobengi jadi destinasi wisata sebab dapat meningkatkan ekonomi warga yang berkaitan kegiatan wisata,” kata Daeng Manye.

Untuk itu, kata Daeng Manye, perlu dukungan semua pihak untuk memastikan suasana bersih, aman dan nyaman. “Tidak mau orang datang kalau tidak nyaman, tidak bersih,” ucapnya.

Bagi pengunjung, daya tarik Sanrobengi memang bukan hanya soal pantai dan lautnya. Pulau kecil ini menawarkan suasana yang tenang, dekat dari kota, dan mudah dijangkau untuk perjalanan singkat akhir pekan.

Penulis yang pernah berkunjung ke pulau ini saat masih sekolah di SD Inpres Galesong hingga kuliah di Ilmu Kelautan Unhas menilai potensi wisata baharinya sangat besar dan kuat. Ada spot terumbu karang di barat pulau, ada tempat snorkeling yang indah di sisi utara dan masih banyaknya vegetasi yang tumbuh di daratannya.

Banyak pengunjung datang sekadar menikmati angin laut, duduk di bawah rindangnya pohon, memancing, atau menikmati matahari sore di tepi pantai.

Dengan akses yang semakin mudah, jalan pesisir yang semakin baik, serta perhatian pemerintah terhadap kebersihan lingkungan, Pulau Sanrobengi memiliki peluang besar berkembang menjadi salah satu ikon wisata bahari Takalar.

Tidak jauh dari hiruk-pikuk Makassar, pulau kecil ini perlahan menunjukkan wajah baru: lebih hijau, lebih bersih, dan semakin ramah bagi siapa saja yang ingin menikmati tenangnya laut selatan Sulawesi.

___
Penulis Denun