Wawancara Pelakita.ID – Daeng Manye | Dari Pengelolaan Sampah, Aplikasi Online hingga Jemput Bola Investasi

  • Whatsapp
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye (kiri) saat diwawancara Founder Pelakita.,ID, Kamaruddin Azis, Kamis, 21 Mei 2026 (dok: Pelakita.ID)

Masyarakat sekarang tidak ingin lagi melihat sampah memenuhi kawasan kuliner dan pesisir. Kalau lingkungan kotor, pengunjung akan kehilangan selera dan itu berdampak pada ekonomi masyarakat.

Mohammad Firdaus Daeng Manye, Bupati Takalar

TAKALAR — Pemerintah Kabupaten Takalar menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan daerah melalui penguatan layanan publik, pengelolaan lingkungan, pengembangan UMKM, hingga pembukaan ruang investasi yang kolaboratif.

Hal tersebut disampaikan Bupati Takalar, Daeng Manye, dalam wawancara eksklusif bersama Pelakita.ID di Kantor Bupati Takalar, Kamis, 21 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Takalar, Nurikhsan Nurdin. Suasana dialog berlangsung hangat dan terbuka, membahas berbagai tantangan serta peluang pembangunan daerah, mulai dari persoalan sampah hingga pengembangan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.

Di awal wawancara, Daeng Manye menyampaikan apresiasi terhadap dukungan media kepada pemerintahan Daeng Manye–Hengky Yasin.

Menurutnya, banyak kabar baik, success story, serta realisasi program pembangunan yang telah tersampaikan kepada masyarakat luas melalui kerja-kerja media.

“Kolaborasi media, Pemkab Takalar, dan organisasi masyarakat sipil selama ini berjalan baik. Banyak capaian pembangunan yang bisa diketahui publik karena dukungan media,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak peluang yang perlu dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan Takalar sesuai visi-misi daerah yang telah disepakati bersama DPRD Takalar dan tertuang dalam RPJMD.

“Pembangunan itu proses panjang. Tidak semua kebutuhan masyarakat bisa selesai dalam waktu singkat. Dibutuhkan kerja keras, tahapan, dan kolaborasi semua pihak,” katanya.

Persoalan Sampah dan Kesadaran Lingkungan

Pelakita.ID menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di kawasan perkotaan hingga desa pesisir dan pulau-pulau kecil di Takalar.

Menjawab hal itu, Daeng Manye menjelaskan bahwa Pemkab Takalar saat ini telah memiliki sembilan armada truk pengangkut sampah, termasuk kendaraan roda tiga dan didukung ratusan petugas kebersihan. Namun, kebutuhan layanan terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Di tengah keterbatasan anggaran pembangunan daerah, bukan hanya di Takalar tetapi juga di banyak daerah lain, kami telah meminta dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk penambahan armada,” jelasnya.

Menurutnya, Gubernur Sulawesi Selatan memahami posisi strategis Takalar sebagai daerah penyangga Kota Makassar yang mengalami pertumbuhan pesat sehingga membutuhkan dukungan sarana-prasarana, termasuk sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

Daeng Manye juga mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat pesisir, khususnya di kawasan Galesong yang berbatasan langsung dengan Makassar, terhadap pentingnya sanitasi dan kebersihan lingkungan.

“Masyarakat sekarang tidak ingin lagi melihat sampah memenuhi kawasan kuliner dan pesisir. Kalau lingkungan kotor, pengunjung akan kehilangan selera dan itu berdampak pada ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga Pulau Sanrobengi sebagai destinasi wisata unggulan yang dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir.

Pesisir Galesong disebut penuh sampah plastik, Daeng Manye beri tanggapan (dok: Istimewa)

UMKM Pesisir dan Potensi Laut

Pelakita.ID juga menyoroti pentingnya pendampingan dan pemberdayaan UMKM di wilayah pesisir dan pulau dengan memanfaatkan potensi lokal seperti rumput laut, perikanan budidaya, hingga kuliner khas seperti lawi-lawi.

Menurut Daeng Manye, penguatan UMKM akan terus dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, serta pemanfaatan platform digital untuk mempertemukan pasar dan konsumen.

“UMKM akan terus diperkuat melalui pelatihan dan penggunaan aplikasi usaha. Kita ingin pasar dan konsumen bisa terhubung lebih mudah. Kerja sama dengan media dan platform usaha akan terus diperluas,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga akan melanjutkan berbagai pelatihan tambahan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal agar lebih adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.

Saat ini, Pemda kata Daeng Manye telah menyiapkan aplikasi Takalar One Click, aplikasi yang akan memudahkan urusan kepenndudukan, hingga pengurusan UMKM.

“Kalau ada yang berminat berinvestasi, dari UMKM hingga skala besar bisa menggunakan platform ini,” ucap Daeng Manye.

Ilustrasi Pelakita.ID

Kawasan Pesisir, Investasi, dan Marine Station Tanakeke

Dalam wawancara tersebut, Pelakita.ID menyinggung pentingnya kerja sama antardesa untuk memperkuat sektor kesehatan, pendidikan, dan pariwisata demi mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Daeng Manye menilai kawasan seperti Galesong akan terus berkembang sehingga pemerintah desa dan kelurahan perlu beradaptasi dengan memberikan pelayanan yang baik dan mampu berdampingan dengan investasi.

“Bukan hanya Galesong, tetapi juga kawasan kaya sumber daya seperti Mangarabombang hingga Tanakeke. Pemerintah desa harus hadir melayani masyarakat sekaligus mampu mendukung pertumbuhan kawasan,” katanya.

Khusus untuk Kepulauan Tanakeke, Pemkab Takalar telah menghadirkan layanan teknologi komunikasi yang setara dengan wilayah daratan utama, termasuk akses internet gratis. Tantangan lainnya adalah pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang butuh sinergi dengan pihak lain.

Ia bahkan menyatakan dukungan terhadap gagasan pendirian Marine Station atau stasiun kelautan di Tanakeke yang fokus pada pengelolaan perikanan berkelanjutan dan konservasi mangrove.

“Kalau ada yang tertarik bekerja sama merintis Marine Station di Tanakeke, kami sangat mendukung. Apalagi sudah ada komitmen bersama antara Forkopimda Takalar, Angkatan Laut, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi untuk menjaga aset luar biasa bernama Tanakeke,” tegasnya.

Tantangan Investasi dan Pembangunan Kawasan

Pelakita.ID menyampaikan bahwa investasi yang kolaboratif membutuhkan kesamaan pemahaman antara masyarakat, pemerintah, media, LSM, hingga tokoh agama.

Menanggapi hal itu, Daeng Manye mengatakan bahwa proyek strategis nasional (PSN) di Laikang membutuhkan sosialisasi dan pelibatan banyak pihak agar masyarakat memahami makna pembangunan kawasan.

“Bagi kami, pembangunan harus berpijak pada aturan dan tidak boleh merugikan masyarakat. Kita perlu duduk bersama, memperbanyak silaturahmi, dan mencari jalan terbaik untuk kepentingan bersama,” katanya.

Menurutnya, pembangunan kawasan dari Galesong hingga Tanakeke harus dimaknai sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Jemput Bola Investasi

Di tengah kondisi anggaran nasional dan daerah yang semakin terbatas, ditambah ketidakpastian global akibat perang Iran–Amerika, Pelakita.ID menanyakan strategi Pemkab Takalar dalam membuka ruang investasi dan promosi usaha.

Daeng Manye menjelaskan bahwa Pemkab Takalar kini aktif melakukan pendekatan langsung kepada calon investor.

“Kita jemput bola. Beberapa waktu lalu tim Pemda Takalar bertemu agen dan investor dari China. Ini tindak lanjut dari pertemuan tiga pekan lalu di China dan pembahasan lanjutan di Jakarta,” ungkapnya.

Pada Rabu, 6 Mei 2025, Jakarta menjadi saksi babak baru bagi Takalar. Mewakili Pemerintah Daerah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Nurihsan Nurdin, bertindak sebagai ujung tombak dalam Misi Dagang Takalar–China.

Ia menyebut Takalar memiliki banyak potensi unggulan yang dapat dikembangkan, mulai dari jagung, rumput laut, hingga sektor perikanan.

“PPI Beba harus menjadi pusat aktivitas usaha yang membuka peluang bagi banyak pihak. Yang kami pastikan adalah adanya aturan, kriteria, dan kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya.

Di akhir wawancara, Daeng Manye membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi investor, lembaga, media, hingga jaringan donor yang ingin terlibat dalam pembangunan Takalar.

“Kalau Pelakita punya jejaring usaha, lembaga, atau donor, silakan ajak ke Takalar. Kita siap membangun kerja sama demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

___
Penulis Denun