Dilantik Sebagai Rektor Unhas, Prof JJ: Dari Timur Indonesia, Cahaya Ilmu Pengetahuan Menerangi Peradaban

  • Whatsapp
Paparan Prof JJ tentang legacy dan basis menuju periode berikutnya (dok: Pelakita.ID)

Dari Timur Indonesia, mari kita buktikan bahwa cahaya ilmu pengetahuan mampu menerangi peradaban.

– Prof Jamaluddin Jompa.

PELAKITA— Rektor Jamaluddin Jompa menegaskan komitmen kolektif membangun kampus berdampak dalam pidato pelantikannya sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) masa bakti 2026–2030.

Dalam suasana khidmat yang dihadiri para rektor, pejabat pemerintah, mitra strategis, hingga perwakilan negara sahabat, ia menekankan bahwa kepemimpinan di Unhas bukanlah perjalanan individu, melainkan kerja bersama seluruh elemen bangsa.

Dalam sambutannya, Jompa menyampaikan penghormatan kepada para tamu undangan, termasuk pimpinan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia juga mengapresiasi kehadiran jajaran pemerintah, dunia usaha, perbankan, serta mitra internasional yang selama ini berkontribusi terhadap pengembangan Unhas.

“Ini bukan perjalanan tunggal. Amanah ini adalah ikhtiar kolektif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Mengawali periode keduanya, Jompa mengibaratkan perannya sebagai nakhoda kapal besar yang mengarungi lautan penuh tantangan. Namun, sebagai bagian dari masyarakat Bugis-Makassar, ia menegaskan bahwa semangat pelaut telah menjadi karakter yang siap menghadapi dinamika zaman.

Ia mengenang awal masa jabatannya pada 2022 yang bertepatan dengan fase akhir pandemi.

Dalam situasi penuh keterbatasan, civitas akademika Unhas dinilai mampu beradaptasi cepat dan melahirkan inovasi pembelajaran yang relevan.

Ketangguhan tersebut, menurutnya, menjadi modal utama dalam mendorong kemajuan institusi.

Jompa juga menegaskan bahwa capaian Unhas saat ini merupakan hasil kerja kolektif. Ia menolak konsep “pemain tunggal” dan menekankan pentingnya meninggalkan ego sektoral.

Nilai-nilai budaya Bugis-Makassar seperti sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi disebut sebagai fondasi dalam membangun harmoni dan kolaborasi.

“Atas dasar itu, kami mengusung semangat ‘Unhas Bersatu’. Kampus ini bukan hanya milik civitas akademika, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia,” tegasnya.

Selama empat tahun terakhir, Unhas mencatat sejumlah capaian strategis, termasuk untuk pertama kalinya menembus peringkat 951 dunia dalam QS World University Rankings 2026.

Selain itu, Unhas juga menunjukkan peningkatan signifikan di tingkat Asia serta memperoleh berbagai pengakuan di bidang keilmuan dan keberlanjutan lingkungan.

Di tingkat nasional, Unhas meraih penghargaan dalam keterbukaan informasi publik dan kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Prestasi mahasiswa pun menjadi sorotan, dengan keberhasilan meraih juara umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dua tahun berturut-turut.

Tak hanya di bidang akademik, Unhas juga memperkuat peran sebagai pusat inovasi. Berbagai produk riset telah dihasilkan, mulai dari drone pertanian, rompi antipeluru berbasis serat karbon, hingga kendaraan listrik dan kapal tenaga surya.

Di sektor agrokompleks, pengembangan varietas jagung unggul turut menunjukkan potensi besar bagi ketahanan pangan nasional.

Dalam pidatonya, Jompa menegaskan komitmen kuat terhadap akses pendidikan inklusif. Ia memastikan tidak ada mahasiswa Unhas yang putus kuliah karena kendala finansial.

Hingga kini, puluhan ribu mahasiswa telah menerima beasiswa sebagai bagian dari kebijakan tersebut.

Ke depan, Unhas menargetkan masuk dalam jajaran 500 besar dunia pada tahun 2030. Untuk mencapai target itu, strategi yang disiapkan antara lain penguatan riset melalui kelompok tematik, peningkatan kolaborasi internasional, serta mobilitas dosen dan mahasiswa ke luar negeri.

Selain itu, peran alumni juga dinilai krusial dalam memperkuat reputasi global kampus.

Di sisi lain, Unhas akan mendorong kemandirian finansial melalui pengembangan science techno park, holding company, dan venture capital guna mempercepat hilirisasi riset menjadi produk bernilai ekonomi.

Dalam bidang pendidikan, kurikulum akan terus disesuaikan dengan kebutuhan industri melalui pendekatan work-integrated learning. Ekspansi kampus ke berbagai daerah juga menjadi bagian dari visi “kampus berdampak” yang diusung.

Jompa turut menegaskan komitmen terhadap transformasi hijau melalui penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam tata kelola universitas.

Langkah ini dinilai penting dalam merespons tantangan global, termasuk perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Menutup pidatonya, Jompa mengajak seluruh elemen untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya meruntuhkan sekat antarbidang, antaruniversitas, dan antarlembaga demi mencapai tujuan bersama.

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada orang tua dan keluarganya atas dukungan yang diberikan selama ini.

Mengutip Nelson Mandela, Jompa menegaskan bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia.

“Dari Timur Indonesia, mari kita buktikan bahwa cahaya ilmu pengetahuan mampu menerangi peradaban,” pungkasnya.

Editor Denun