Penulis memetik inspirasi dari jejak profesional dan keteladanannya
Perjalanan hidup Ilham Hanafie bukan sekadar garis lurus menuju sukses, melainkan sebuah narasi transformasi diri yang luar biasa. Ia lahir dari perpaduan nilai pendidikan dan kewirausahaan yang kuat.
PELAKITA.ID – Jumat malam, 27 Januari 2023, hujan turun begitu deras mengurung Warkop Pegasus di bilangan Jalan Pengayoman, Makassar. Di tengah aroma kopi yang belum sempat tandas, saya duduk berbincang dengan Ilham ‘Ile’ Hanafie.
Itu pertemuan pertama dengan pria yang saya sering sapa Tetta Ile – setelah beberapa kali janjian, sekaligus paling lama mendengarkan kisah hidupnya.
Obrolan kami mengalir hangat, dilingkupi dialek Makassar yang kental—sebuah frekuensi yang selalu membuat suasana terasa setara dan nyaman.
Itulah pertemuan mendalam terakhir saya sebelum kabar duka berpulangnya beliau pekan lalu menyentak kita semua, khususnya keluarga besar Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin.
Sosok yang akrab disapa Om Ile ini adalah perpaduan langka antara profesionalisme kelas dunia dan karakter Sombere yang tak lekang oleh jabatan.
Ia adalah bukti hidup bahwa menjadi sukses di panggung global tidak mengharuskan seseorang menanggalkan akar budayanya yang rendah hati.
Transformasi Sang “Anak Bandel”
Perjalanan hidup Ilham Hanafie bukan sekadar garis lurus menuju sukses, melainkan sebuah narasi transformasi diri yang luar biasa. Ia lahir dari perpaduan nilai pendidikan dan kewirausahaan yang kuat:
Akar Keluarga: Beliau adalah putra dari seorang guru yang juga merupakan perintis usaha Konro Karebosi yang legendaris (berdiri sejak 1968). Latar belakang ini menanamkan etos kerja keras sekaligus penghormatan pada dunia akademik.
Pendidikan Menengah: Menempuh pendidikan di SMA PGRI Jalan Singa, satu almamater dengan Prof. Ilmar Aminuddin (Guru Besar FH Unhas).
Pendidikan Tinggi: Teratat sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin angkatan 1983 (FH-UH 83).
Tetta Ile dengan jujur sering mengenang masa mudanya yang “nakal” dan jauh dari profil kutu buku. Namun, ambisinya yang telah dipancang sejak SMP—yakni menjadi seorang “bos”—memicu titik balik yang dahsyat.
Ia membuktikan kapasitasnya dengan menyelesaikan studi hukum kurang dari 4 tahun dengan IPK yang sangat kompetitif, 3,27.

Rekam Jejak di Industri Tambang Global
Selama lebih dari dua dekade, Om Ile mengukir prestasi di berbagai perusahaan energi multinasional. Pengalamannya bukan sekadar deretan jabatan, melainkan kumpulan pelajaran tentang integritas:
VICO Indonesia (1989-2004): Selama 15 tahun, ia berkarier di perusahaan pionir LNG ini. Di sana, ia merasakan atmosfer profesionalisme tinggi di mana para pekerjanya sangat dihormati.
Maxus Energy Corporation: Ia kemudian hijrah ke perusahaan eksplorasi asal Dallas, Texas, yang beroperasi di Laut Jawa.
Di sini, ia kerap menceritakan anekdot menarik tentang perbedaan budaya korporasi; ia mengenang bagaimana di Maxus mereka menggunakan “badge” yang berbeda, sebuah nuansa yang membuatnya selalu merindukan rasa hormat mendalam yang ia dapatkan di Vico.
Kemandirian dan PT Inco: Sebelum berkiprah di PT Inco (kini PT Vale), ia telah mewujudkan mimpinya dengan mendirikan firma hukum sendiri.
Di Inco, ia bertindak sebagai konsultan hukum senior dan auditor yang sangat disegani.
Filosofi Sukses: Menyiapkan Kapasitas Sebelum Ekspektasi
Bagi adik-adik tingkat di Unhas, Om Ile adalah mentor yang tak segan membagikan “resep” menembus perusahaan asing. Ia selalu menekankan tiga pilar utama:
Penguasaan Bahasa Inggris: Baginya, ini adalah kunci mutlak. Tanpa kemampuan bahasa, kompetensi teknis akan sulit terlihat di panggung internasional.
Kekuatan Jejaring (Networking): Ia percaya bahwa alumni senior harus menjadi jembatan bagi juniornya. Namun, jejaring hanya akan terbuka jika sang junior memiliki kapasitas yang layak didukung.
Visi di Atas Gaji: Om Ile sering memberikan kritik membangun bagi generasi muda.
Ia berpesan: “Banyak alumni ingin punya karier baik, gaji besar, tapi kadang lupa tentang visi dan bagaimana kapasitas disiapkan.
Baginya, konfidensi adalah modal dasar. Mentalitas sebagai lulusan Unhas harus berdiri tegak dan sejajar dengan lulusan universitas manapun di dunia.

Sisi Personal: Puisi, Kopi, dan Kesetiaan Sahabat
Di balik ketegasannya sebagai auditor hukum, Om Ile adalah jiwa yang melankolis dan apresiatif terhadap seni.
Media sosialnya sering dihiasi dengan puisi-puisi syahdu yang bertenaga. Ia adalah penikmat ruang diskusi, mulai dari Swiss-Belinn, Pegasus, hingga suasana hangat di Hometown Kopizone.
Salah satu cerita yang paling berkesan adalah kedekatannya dengan Abraham Samad.
Saat bekerja sebagai legal advisor untuk PT Inco, Abraham sering kali bersikeras tidak ingin melanjutkan presentasi atau pertemuan penting jika Om Ile tidak hadir bersamanya. “Siapa yang bisa presentasi ke mereka dengan Bahasa Inggris?” kenang Om Ile menirukan ucapan Abraham, menggambarkan betapa kemampuan komunikasinya menjadi pilar penting bagi tim mereka.
Warisan Inspirasi Sosok Sombere
Kepergian Ilham ‘Ile’ Hanafie adalah kehilangan besar bagi komunitas FH-UH 83, IKA Unhas dan tentu kolega dan adik-adik teman ngopinya di Pegasus, di Hometown Kopizone.
Ia meninggalkan warisan berharga bahwa kesuksesan profesional yang mentereng—melanglang buana dari site di Kalimantan hingga ke perusahaan Texas—tidak harus mengubah jati diri seseorang menjadi kaku atau sombong.
Ia tetaplah Ile yang kita kenal: cerdas, berwibawa dalam presentasi bahasa Inggris, namun tetap bersedia duduk berjam-jam di warkop untuk memotivasi juniornya. Dia sungguh sombere’, ramah.
Ia telah menuntaskan tugasnya menjadi “bos” bagi dirinya sendiri dan teladan bagi orang lain.
Selamat jalan, Tetta Ile. Semoga setiap kata motivasi dan semangat Sombere yang engkau tebarkan menjadi amal jariyah yang melapangkan jalanmu menuju sisi-Nya. Amin.
_
Denun, Pontada Sorowako, 14 April 2026









