PELAKITA.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) memastikan akan melakukan pembangunan fasilitas di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pontap yang terletak di Kota Palopo.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat sektor perikanan tangkap sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir serta jasa maritim.
Pelakita.ID telah meriset sekurangnya 16 Pangkalan Pendaratan Ikan di Sulawesi Selatan dan membaca bahwa sekurangnya terdapat 5 PPI di Sulsel yang berkinerja bagus dan secara keekonomian sangat besar.
Kelimanya adalah PPI Paotere di Kota Makassar, PPI Beba di Takalar, PPI Lonrae di Bone, PPI Lappa di Sinjai dan PPI Pontap di Kota Palopo.
Kelima titik ini menjadi simpul usaha perikanan sesuai spot atau kawasan produktifnya di WPP 713 dan 714. Jika PPI Paotere menjadi destinasi nelayan-nelayan yang beroperasi di Selat Makassar ke utara, maka PPI Beba untuk nelayan yang beroperasi di Selat Makassar ke selatan hingga barat laut.
Sementara PPI Lappa untuk nelayan yang beroperasi di WPP 714 Teluk Bone ke selatan hingga pulau-pulau Selayar. PPI Lonrae untuk nelayan beroperasi di Teluk Bone hingga Laut Banda di WPP 714 dan 715. Untuk PPI Pontap merupakan destinasi nelayan beroperasi di Teluk Bone hingga ke WPP 715 di utara Teluk Bone.
Terkait pemanfaatan PPI Pontap itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Muhammad Ilyas, membenarkan bahwa anggaran renovasi PPI Pontap telah disiapkan pada tahun ini.
Menurutnya, revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga peningkatan fungsi dan layanan bagi nelayan.
Hal tersebut turut diperkuat oleh Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Syahril Abdul Raup, saat melakukan pertemuan dengan Wali Kota Palopo, Naili Trisal.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Trisal Tahir, yang sejak awal telah menggagas pengembangan kawasan pesisir sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Palopo.
Berdasarkan rencana yang telah disusun, renovasi PPI Pontap akan mencakup pembangunan fasilitas pendaratan ikan yang lebih representatif, penataan kawasan perkantoran, peningkatan akses jalan, serta pengadaan berbagai sarana dan prasarana pendukung.
Pemanfaatan lahan yang tersedia secara optimal menjadi kunci untuk menciptakan kawasan pelabuhan perikanan yang modern dan efisien.
Dalam kesempatan tersebut, Syahril menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan PPI tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Ia menyoroti pentingnya penyediaan kebutuhan dasar nelayan seperti bahan bakar (BBM), air bersih, hingga logistik operasional, terutama bagi nelayan yang beraktivitas di Teluk Bone.
“PPI harus menjadi pusat layanan terpadu bagi nelayan, bukan sekadar tempat pendaratan ikan. Di sinilah ekosistem perikanan dibangun,” ujarnya.
Sementara itu, Trisal Tahir menyampaikan bahwa pembangunan kawasan pesisir merupakan agenda prioritas Pemerintah Kota Palopo. Ia menilai kawasan pesisir tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi masyarakat yang sebagian besar berada dalam kondisi rentan secara ekonomi.
Menurutnya, keberadaan PPI Pontap yang lebih modern akan memberikan efek berganda (multiplier effect), mulai dari peningkatan pendapatan nelayan, terbukanya lapangan kerja baru, hingga tumbuhnya sektor usaha turunan seperti kuliner, jasa logistik, dan perparkiran.
Lebih jauh, Trisal juga mendorong penerapan sistem digital dalam pengelolaan PPI. Digitalisasi dinilai penting untuk menciptakan transparansi, khususnya dalam pengelolaan retribusi dan proses bisnis di kawasan pelabuhan perikanan.
“Ke depan, kita ingin pengelolaan PPI berbasis sistem digital, sehingga semua proses lebih transparan, akuntabel, dan efisien. Ini juga membuka peluang peningkatan pendapatan asli daerah,” jelasnya.
Renovasi PPI Pontap diharapkan tidak hanya menjadi proyek pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi simbol transformasi sektor perikanan di Palopo.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, PPI Pontap berpotensi menjadi model pengelolaan pelabuhan perikanan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia timur.
Jika terealisasi dengan baik, PPI Pontap tidak hanya akan menguatkan posisi Palopo sebagai salah satu simpul ekonomi maritim di Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi harapan baru bagi kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir secara luas.
Redaksi









