Taklimat Media Menyongsong 400 Tahun Syekh Yusuf al-Makassari Digelar di Jakarta

  • Whatsapp
Upi Asmaradhana (ujung kanan) bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Giring Nidji (dok: Istimewa)

PELAKITA.ID – Dalam rangka memperingati 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf al-Makassari, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia akan menggelar Taklimat Media bertajuk “Menyongsong 400 Tahun Syekh Yusuf al-Makassari” pada Selasa, 23 Desember 2025.

Kegiatan ini akan berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB di Gedung A Lantai 3, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.

Taklimat media ini bertujuan menghadirkan pemahaman yang komprehensif mengenai warisan intelektual, spiritual, dan perjuangan Syekh Yusuf al-Makassari sebagai ulama global, tokoh sufi berpengaruh, sekaligus pejuang anti-kolonial.

Syekh Yusuf dikenal memiliki peran penting tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Sri Lanka dan Afrika Selatan, menjadikannya figur lintas bangsa dan peradaban.

Direktur Promosi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Undri, melalui rilis suratnya menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya serta penguatan narasi sejarah Indonesia di tingkat nasional dan internasional.

Melalui taklimat ini, media diharapkan memperoleh gambaran utuh mengenai makna strategis peringatan 400 tahun Syekh Yusuf al-Makassari.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan registrasi peserta dan makan siang, dilanjutkan pembukaan serta sambutan.

Acara kemudian diisi laporan dari Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, pemutaran film pendek tentang Syekh Yusuf, serta pembacaan puisi oleh Nabilah Lubis dan Taufiq Ismail.

Sesi utama berupa pemaparan narasumber akan memperdalam konteks sejarah dan pemikiran Syekh Yusuf, sebelum ditutup dengan penyampaian arah kebijakan Kementerian Kebudayaan oleh Menteri Kebudayaan.

Sejumlah pemangku kepentingan kebudayaan turut diundang dalam kegiatan ini, termasuk Upi Asmaradhana selaku Ketua Yayasan Lontara sekaligus Pelaksana Festival Aksara Lontara.

“Taklimat media ini diharapkan menjadi pintu awal penguatan kolaborasi lintas institusi dalam menyongsong peringatan 400 tahun Syekh Yusuf al-Makassari sebagai warisan dunia,” ucap Upi kepada Pelakita.ID, Selasa, 22 Desember 2025.

“Keseriusan dan komitmen Menteri Kebudayaan patut diapresiasi. Harapan kita, pada pelaksanaan FALAQ tahun depan di Sulsel, program ini dapat memberi manfaat yang lebih luas dan nyata bagi para pejuang kebudayaan, khususnya mereka yang selama ini merawat, mengembangkan, dan memperjuangkan aksara serta budaya Lontaraq,” ujar Upi.

Dia menyebut inisiatif semacam ini menjadi ruang penting untuk memastikan warisan budaya tidak hanya diperingati, tetapi juga dihidupkan secara berkelanjutan.

“Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama banyak pihak. Peran para kurator seperti Idwar Anwar (Edo) dan Rusdin Tompo menjadi fondasi penting dalam penguatan narasi dan substansi kebudayaan,” tambahnya.

“Dukungan konsisten dari Ibu Bupati A. Ina Kartika Sari, yang sejak awal gigih memperjuangkan lahirnya peraturan daerah tentang aksara dan budaya Lontaraq hingga disahkan saat menjabat Ketua DPRD dan Bupati, menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas peran adalah kunci utama keberhasilan upaya pelestarian budaya,” kunci CEO KGI Network itu.

Redaksi