PERSONA | Prof Abd Rasyid Jalil: Pengembara Ilmu, dari Dasar Oseanografi ke Tata Kelola Pesisir Laut Indonesia

  • Whatsapp
Ilusytrasi Prof Abdul Rasyid Jalili, pengembara ilmu kelautan dan perikanan ke semestas inspirasi (dok: Pelakita.ID)

PELAKITA.ID – Abd Rasyid Jalil adalah Guru Besar dan salah satu akademisi senior di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin yang selama lebih dari tiga dekade mengabdikan diri pada dunia ilmu kelautan.

Dia dikenal sebagai sosok yang akrab dengan banyak kalangan mahasiswa, pejalan – Pelakita menyebutnya pengembara ilmu, sekaligus peneliti yang tekun dan dosen yang membimbing banyak generasi ilmuwan pesisir, ia menjadi figur penting dalam pengembangan oseanografi dan pengelolaan sumber daya pesisir di Indonesia Timur.

Karier akademik alumni SMA Negeri I Makassar angkatan 85 ini dimulai sejak akhir 1980-an, hingga kemudian ia dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang oseanografi—khususnya fisika laut—dan manajemen sumber daya kelautan.

Produktivitasnya dapat dilihat melalui jejak publikasi yang konsisten di berbagai indeks penelitian nasional dan internasional, termasuk SINTA dan Google Scholar, yang mencerminkan kontribusi ilmiah yang terus tumbuh dari waktu ke waktu.

Spesialisasi: Oseanografi Fisika dan Pengelolaan Pesisir

Bidang keilmuan yang digeluti Prof. Rasyid sangat relevan dengan tantangan pesisir Indonesia saat ini. Keahliannya mencakup:

  • Oseanografi fisika
    Mengkaji dinamika arus, suhu, dan karakteristik fisik perairan yang memengaruhi produktivitas ekosistem laut.

  • Pengelolaan sumber daya pesisir
    Terutama yang terkait dengan keberlanjutan wilayah pesisir dalam menghadapi tekanan aktivitas manusia.

  • Dinamika laut regional
    Termasuk penelitian intensif pada kawasan Spermonde, salah satu gugus pulau dengan interaksi sosial-ekologis paling kompleks di Indonesia.

  • Ekosistem mangrove dan tambak
    Meliputi pemetaan biomassa, karbon, kapasitas asimilasi, dan fungsi ekologis lainnya.

Keempat bidang di atas saling terhubung dan menjadi fondasi keilmuan yang membuat kontribusi Prof. Rasyid memiliki dampak luas.

Pendekatannya selalu bersifat integratif: ia tidak hanya meneliti dinamika fisik laut secara terpisah, tetapi memadukannya dengan pemahaman mendalam tentang perilaku ekosistem pesisir dan kebutuhan sosial masyarakat yang bergantung pada sumber daya tersebut.

Prof Cido – begitu sapaannya, kerap terlibat dalam pemodelan arus dan suhu laut yang ia kembangkan, misalnya, digunakan untuk memahami pergerakan sedimen, distribusi nutrien, hingga potensi pergeseran habitat akibat perubahan iklim.

Sementara itu, risetnya mengenai mangrove dan tambak memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana aktivitas manusia memengaruhi kapasitas ekosistem dalam menyediakan jasa lingkungan, mulai dari penyimpanan karbon hingga mitigasi banjir rob.

Dengan kerangka berpikir yang menggabungkan dimensi fisik, ekologis, dan sosial, Prof Cido menjadikan oseanografi sebagai alat untuk merencanakan pengelolaan pesisir yang lebih tahan terhadap tekanan antropogenik dan perubahan iklim.

Sejumlah publikasinya menunjukkan fokus pada analisis fisika–kimia perairan, model lingkungan pesisir, serta kajian dampak perubahan iklim seperti kenaikan muka air laut dan peningkatan frekuensi genangan.

Lantaran itu pula, dia banyak terlibat dalam sejumlah praktik perencanaan dan pelaksanaan tata kelola ruang pesisir dan laut.

Abdul Rasyid Jalili, aktif mendorong tata kelola pesisir dan laut Indonesia yang lebih efektif, berkelanjutan dan menyejahterakan (dok: Istimewa)

Kontribusi Penelitian: Dari Spermonde hingga Pesisir Papua

Dalam rekam jejak penelitiannya, Prof. Rasyid telah memimpin ataupun terlibat dalam berbagai studi terapan yang langsung menjawab kebutuhan pengelolaan wilayah pesisir di Sulawesi Selatan. Beberapa fokus penelitiannya meliputi:

  • Kajian fisika–kimia perairan Spermonde, sebagai dasar pengelolaan ekosistem kepulauan hingga ke Papua.

  • Penilaian dampak kegiatan budidaya terhadap kondisi lingkungan perairan.

  • Pemetaan biomassa dan cadangan karbon mangrove di beberapa kabupaten pesisir, termasuk Pangkep.

  • Analisis kapasitas asimilasi perairan untuk mendukung tata kelola budidaya berkelanjutan.

Penelitian-penelitian tersebut tidak hanya memperkaya literatur akademik, tetapi juga menyediakan data penting yang digunakan oleh pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam merancang kebijakan pengelolaan pesisir berbasis bukti ilmiah.

Pengabdian Masyarakat dan Keterlibatan dalam Kebijakan

Selain aktif mempublikasikan penelitian, Prof. Rasyid juga dikenal luas karena kiprahnya di masyarakat. Ia terlibat dalam:

  • Pelatihan dan penyuluhan teknis mengenai pengelolaan pesisir berkelanjutan.

  • Dialog dan fasilitasi resolusi konflik ruang laut, seperti sengketa ruang antara nelayan, pembudidaya, dan pemangku kepentingan lain.

  • Penyusunan naskah teknis dan rekomendasi kebijakan untuk pemerintah daerah.

Ia pernah memegang peran strategis di Universitas Hasanuddin sebagai Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, sosok kunci pada  Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, yang memperkuat peran universitas dalam menjembatani ilmu dan kebutuhan masyarakat.

Keaktifannya membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat hadir sebagai alat negosiasi dan solusi bagi persoalan pesisir yang kerap bersifat multidimensi.

Kontribusi pada Pengembangan Akademik Unhas

Sebagai guru besar, Prof. Rasyid berperan besar dalam pengembangan kapasitas akademik di FIKP Unhas. Kontribusinya meliputi:

  • Pembimbingan mahasiswa dari tingkat sarjana hingga doktoral.

  • Keterlibatan dalam pengembangan kurikulum dan program studi.

  • Mendorong penguatan riset berbasis wilayah pesisir dan laut.

Perannya dalam mendampingi penelitian tesis dan disertasi membuatnya dikenal sebagai pembina ilmiah yang disiplin namun inspiratif, yang membantu menciptakan generasi peneliti baru dengan pemahaman kuat pada dinamika pesisir Indonesia.

Kiprah Publik dan Komunikasi Sains

Di luar kampus, Prof. Rasyid kerap hadir dalam:

  • Seminar dan diskusi ilmiah di tingkat lokal maupun nasional sesuai basis pengalaman seperti proyek-proyek penataan ruang, penyusunan dokumen investasi dan lain sebagainya.

  • Media massa dan kanal YouTube institusional untuk mengulas isu-isu pesisir.

  • Forum multi-pihak yang membahas pengelolaan ruang laut dan penyelesaian konflik.

Kemampuannya memaparkan temuan ilmiah secara jelas dan relevan membuat suaranya sering menjadi rujukan dalam perdebatan publik mengenai kebijakan kelautan dan perikanan.

Pengaruh terhadap Kebijakan dan Kolaborasi

Melalui riset terapan dan pengabdian masyarakat, Prof. Rasyid telah memberikan kontribusi yang nyata dalam:

  • Penyusunan peta kondisi mangrove dan rekomendasi rehabilitasi.

  • Penilaian daya dukung dan kapasitas asimilasi perairan untuk budidaya berkelanjutan.

  • Pendampingan pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan pengelolaan pesisir yang responsif terhadap perubahan lingkungan.

Jejak kolaborasinya terbentang dari pemerintah daerah, lembaga penelitian, hingga komunitas lokal, menunjukkan dedikasinya dalam memastikan ilmu dapat bekerja untuk masyarakat.

Pembaca Pelakita yang budiman, Prof. Dr. Ir. Abd. Rasyid Jalil, M.Si. merupakan salah satu figur strategis dalam dunia ilmu kelautan Indonesia, khususnya di kawasan Timur.

Dengan menggabungkan keahlian oseanografi fisika, riset ekosistem pesisir, pengabdian masyarakat, dan pembinaan akademik, ia telah memberikan kontribusi besar bagi Universitas Hasanuddin dan pengembangan ilmu kelautan nasional.

Karyanya menunjukkan bagaimana penelitian dapat menjadi fondasi bagi pengambilan keputusan yang lebih bijak, serta bagaimana ilmu pengetahuan mampu mendampingi masyarakat pesisir dalam menghadapi tantangan lingkungan dan sosial-ekonomi yang terus berubah.

Penulis: Denun