Perpusnas RI dan Mahasiswa KKN Unhas Gelar Pelatihan Digitalisasi Perpustakaan di Desa Bijawang

  • Whatsapp
Perpusnas RI dan Mahasiswa KKN Unhas Gelar Pelatihan Digitalisasi Perpustakaan di Desa Bijawang

PELAKITA.ID – Bijawang, 5 Agustus 2025 — Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) bekerja sama dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan penggunaan aplikasi INLISLite bagi para pengelola Perpustakaan Harapan Bangsa di Desa Bijawang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung transformasi digital pengelolaan perpustakaan desa agar lebih efektif, tertata, dan terintegrasi dengan sistem nasional.

INLISLite (Integrated Library System Lite) adalah sistem otomasi perpustakaan yang dikembangkan oleh Perpusnas RI.

Aplikasi ini memudahkan pengelolaan koleksi buku, layanan sirkulasi, serta pelaporan perpustakaan secara digital dan efisien.

Pelatihan dilaksanakan pada 29 Juli 2025 di lokasi perpustakaan desa dan diikuti langsung oleh para pengelola.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan fitur utama INLISLite, input data koleksi, pengelolaan anggota perpustakaan, hingga pembuatan laporan statistik.

Dalam sesi praktik, peserta pelatihan mendapatkan pendampingan langsung dari mahasiswa KKN Unhas untuk mengoperasikan aplikasi menggunakan perangkat komputer. Pendekatan praktis ini bertujuan agar pengelola benar-benar memahami alur kerja aplikasi dan mampu menerapkannya secara mandiri dalam operasional sehari-hari.

Tak hanya pelatihan teknis, mahasiswa KKN juga turut membantu melakukan penataan ulang koleksi buku berdasarkan jenis dan klasifikasi. Penataan ini ditujukan untuk meningkatkan keteraturan koleksi, memudahkan pengunjung dalam mencari buku, serta menciptakan suasana perpustakaan yang lebih nyaman dan fungsional.

Pengelola Perpustakaan Harapan Bangsa, Nur Rizqi Chahrum, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini.

“Dengan adanya aplikasi INLISLite, kami berharap kualitas layanan perpustakaan bisa meningkat dan membuka peluang pengembangan layanan digital yang lebih luas,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kapasitas teknis pengelola, pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan perpustakaan desa menghadapi tantangan era digital. Penggunaan sistem berbasis teknologi diharapkan mampu mempercepat proses peminjaman dan pencarian buku, sekaligus mendorong tumbuhnya minat baca masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi antara perpustakaan desa dan sekolah-sekolah sekitar, terutama dalam hal pemanfaatan koleksi dan integrasi data anggota. Dengan sinergi tersebut, Perpustakaan Harapan Bangsa diharapkan semakin aktif berperan sebagai pusat informasi dan literasi yang mendukung visi pemerintah dalam memperluas akses layanan informasi berbasis teknologi di wilayah pedesaan.