Ammuntuli Korontigi, Tradisi Sakral Menjelang Akad Nikah Orang Makassar

  • Whatsapp
Menunggu prosesi Ritual Ammuntuli Korontigi. Tradisi Sakral Menjelang Akad Nikah Orang Makassar (Dok: Prof Aminuddin Salle)

Ritual Ammuntuli Korontigi: Tradisi Sakral Menjelang Akad Nikah Orang Makassar

Oleh: Prof. Aminuddin Salle, Founder Balla Barakka ri Galesong

PELAKITA.ID – Perkawinan bukan sekadar ikatan hukum antara dua insan, tetapi juga merupakan tonggak penting dalam tatanan kehidupan masyarakat adat Indonesia. Di dalamnya terkandung nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan harapan kolektif.

Masyarakat Makassar, seperti halnya banyak etnis lain di Nusantara, memiliki beragam ritual yang memperkaya prosesi pernikahan, mulai dari tahap awal lamaran hingga hari perayaan.

Salah satu ritual unik dalam rangkaian akad nikah masyarakat Makassar adalah ᨕᨆᨘᨈᨘᨒᨗ ᨀᨚᨑᨚᨈᨗᨁᨗ (Ammuntuli Korontigi), yang berarti “menjemput daun pacar”. Prosesi ini bukan sekadar simbolik, tetapi sarat makna filosofis dan sosial.

Makna dan Proses Ammuntuli Korontigi

Ammuntuli Korontigi dilakukan dengan cara menjemput daun pacar dari rumah seorang tokoh masyarakat — seseorang yang dianggap menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat, berkeluarga, dan beragama.

Pemilihan tokoh ini bukan tanpa alasan; harapannya adalah agar pasangan pengantin yang akan memulai kehidupan baru dapat meneladani nilai-nilai luhur dan kebajikan dari sang tokoh.

Daun pacar yang dijemput akan digunakan dalam prosesi ᨕᨆᨈᨆᨈ ᨀᨚᨑᨚᨈᨗᨁᨗ (Malam Pacar).

Pada malam tersebut, kedua mempelai akan dihias dengan pewarna alami dari daun pacar, yang dioleskan pada kuku mereka. Ritual ini melambangkan doa dan harapan agar pernikahan mereka diberkahi dengan keindahan, kesucian, dan keharmonisan.

Pesona Budaya yang Menarik Perhatian Peneliti

Pada Rabu sore, 9 Juli 2025, prosesi Ammuntuli Korontigi kembali dilaksanakan dalam sebuah keluarga di Makassar. Uniknya, acara ini tidak hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat, tetapi juga menarik perhatian sekelompok peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang tengah melakukan studi tentang kuliner tradisional dan budaya pernikahan.

Para peneliti tersebut mengaku takjub menyaksikan ritual yang belum pernah mereka lihat di kampung halaman mereka. Kekayaan simbol, kehangatan sosial, serta keindahan detail budaya dalam ritual ini menunjukkan betapa dalamnya makna perkawinan dalam masyarakat Makassar — tidak sekadar sebagai upacara formal, tetapi juga sebagai peristiwa kebudayaan yang memperkuat jati diri dan nilai-nilai kolektif.

Menjaga dan Merawat Warisan Budaya

Ritual Ammuntuli Korontigi adalah contoh nyata bagaimana kearifan lokal dan nilai-nilai spiritual diwariskan lintas generasi. Ia bukan hanya upacara estetis, tetapi juga bagian dari sistem pendidikan budaya yang mentransmisikan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, praktik-praktik seperti ini kerap terpinggirkan.

Oleh karena itu, dokumentasi dan revitalisasi tradisi seperti Ammuntuli Korontigi sangat penting — tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber inspirasi untuk membangun masyarakat yang lebih berakar pada nilai, saling menghargai, dan harmonis dalam keberagaman.


#malampacar
#ritualpernikahan
#budayamasyarakatmakassar
#brinindonesia
#kulturtradisional