Unhas gelar kegiatan literasi kebencanaan dan simulasi tanggap darurat di Takalar

  • Whatsapp
Para peserta simulasi tanggap darurat di Takalar (dok: Humas Unhas)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Dalam upaya mensosialisasikan pengetahuan tentang kebencanaan (Literasi Bencana), Pusat Studi Kebencanaan pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan Disaster Management Centre (DMC) Ikatan Alumni Teknik (Ikatek) Unhas melaksanakan kegiatan pemaparan materi Kebencanaan dan dilanjutkan dengan Simulasi Tanggap Bencana.

Kegiatan yang terlaksana atas kerja sama Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Takalar, berlangsung pada Sabtu (13/08).

Pelaksanaan Literasi Bencana ini didukung oleh BPBD Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu narasumber dalam pemberian pengetahuan manajemen kebencanaan dan ketanggap-daruratan.

Palang Merah Indonesia, SAR UH, SIAGA NERS serta TRC BPBD Takalar turut berperan dalam simulasi tanggap bencana yang bertempat di lapangan Sekolah SMKN 1 Takalar dengan target peserta siswa SMA di daerah Kawasan terdampak bencana banjir dan abrasi pantai, Desa Boddia, Kecamatan Galesong.

Pelaksanaan Literasi Bencana dan Simulasi Tanggap Darurat menjadi kegiatan yang pertama kali diadakan di Provinsi Sulsel dan langsung memilih Kab. Takalar sebagai studi kegiatan sekaligus percontohan bagi kabupaten lain.

Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas, Dr. Eng. Ilham Alimuddin, ST., MGIS., mengatakan bahwa kegiatan ini adalah upaya untuk mulai menggerakkan kembali kegiatan literasi bencana yang sempat terhenti karena situasi Pandemi. Pada tahun 2020 melalui inisiasi Puslibang Kebencanaan dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel telah berhasil menandatangani Peraturan Gubernur No.19 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Muatan Lokal Pendidikan Kebencanaan yang rencananya akan dilakukan pada tingkat Sekolah Mengenah Atas.

Melalui kegiatan literasi bencana yang dirangkai dengan simulasi tanggap bencana di Takalar ini, nantinya akan terus bergulir di tempat lain. Sehingga kapasitas masyarakat terkait literasi bencana khususnya di daerah yang memiliki tingkat kerawaanan yang tinggi khususnya akan semakin meningkat dan akan mengurangi resiko bencana di daerah tersebut.

Dr. Ilham juga berharap keterlibatan BPBD Kabupaten/Kota akan memperkuat kesiapan suatu wilayah dalam menghadapi kondisi bahaya dan bencana dengan penyiapan dokumen Kajian Resiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana, Rencana Kontijensi Daerah, hingga pada perencanaan yang lebih detail lagi.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Bupati Takalar, dan ditandai dalam sebuah Nota Kesepahaman yang ditandatangani antara Pusat Studi Kebencanan LPPM Unhas dan DMC Ikatek Unhas dalam upaya memberikan payung kerja sama ke depannya untuk terus berkolaborasi dalam bidang dan aspek kebencanaan.

Pusat Studi Kebencanaan Unhas akan mendukung kegiatan literasi bencana dengan kajian kajian ilmiah kebencanaan dan DMC Ikatek akan bergerak secara teknis dalam penyediaan pelatihan dan rekrutmen relawan tanggap bencana.

Melalui wawancara, pada Senin (15/8), Ketua Umum DMC Ikatek -Unhas dan LPPM Unhas, Muh. Syukri Turusi menuturkan tujuan dan sasaran kegiatan tersebut adalah untuk memberikan edukasi kepada generasi muda dan warga sekitar tentang potensi bahaya bencana yang ada di sekitarnya.

“Undangan yang akan hadir yaitu Para Generasi Muda di sekolah sekitar Desa Boddia Kec. Galesong selatan dan ada beberapa lokasi di Kabupaten Takalar yang rencana SMKN 1 dan SMKN 5 Galesong,” kata Muh. Syukri Turusi.

Lebih lanjut, diharapkan para generasi muda dan masyarakat setempat dapat memahami akan potensi yang ada serta mampu melakukan kegiatan tanggap darurat jika bencana tersebut terjadi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Takalar, Nuriksan Nurdin mengatakan bahwa sebagai tuan rumah yang akan mendapatkan kegiatan sosialisasi dari salah satu program Unhas. dirinya sangat berterima kasih dan bersyukur karna dapat di percaya untuk melakukan kegiatan Literasi Bencana Indonesia.

“Sebagai tempat yang kami tunjuk di Desa Boddia itu adalah lokasi bencana terberat yang ada di bibir pantai Kab.Takalar yang terjadi di beberapa tahun terakhir, dan tugas kita sebagai tupoksi dari BPBD adalah memberi edukasi terkait adanya bencana sehingga kita bisa bebuat untuk setidaknya mengurangi kerugian saat ada bencana,” tegas Kalaksa BPBD Takalar.

Kegiatan ini juga didukung oleh mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin Gelombang 108 yang mengambil posko di Desa Palalakang, Galesong Baru dan Desa Kalukuang Kecamatan Galesong serta Desa Boddia di Kecamatan Galesong Selatan.

Related posts