Ada Ady Ansar di balik revitalisasi Jeruk Selayar

  • Whatsapp
Politisi Partai Nasdem Sulsel, Ady Ansar, sosok yang disebut aktif mendorong revitalisasi jeruk Selayar untuk menjadi salah satu komoditi andalan Sulsel (dok: Afif/istimewa)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Sudah lama warga Makassar dimanjakan jeruk Malangk. Produksinya bisa ditemukan saban bulan. Jeruk yang datang dari jazirah Luwu ini nyaris tiap hari diperjualbelikan di beberapa sudut kota Makassar. Sungguminasa hingga Kota Benteng Selayar dengan sangat murah pada setiap kilonya.

Belakangan ini jeruk lainnya pun datang Jeruk Bali. Bukan jeruk besar tetapi seukuran Jeruk Malangke tapi lebih terang dan kuning. Keduanya sangat berbeda dengan jeruk keprok Selayar yang hanya dijumpai dalam beberapa keranjang bambu barang bawaan penumpang dari Kota Benteng hingga terminal Mallengkeri.

Read More

Keberadaannya nyaris tak terlihat. Produksi pun amat terbatas. Jika jeruk Malangke dalam setahun dapat berbuah dua kali, jeruk Selayar hanya sekali.

Tapi soal aroma, jeruk Selayar tidak boleh dipandang sebelah mata. Mesti dua mata. Jeruk keprok Selayar telah menjadi buah bibir sejak dahulu. Warnanya yang cerah, segar dengan ukuran yang relatif besar seperti jeruk dari luar negeri itu, terlihat sebagai jeruk asli, jeruknya jeruk dengan cita rasa menawan.

Jika jeruk Malangke lazim disuguhkan di café dengan cita rasa juice maka jeruk Selayar, indah ditata dan dicicipi di meja layaknya makanan para raja atau penguasa tempo dulu. Isinya yang padat, bening dengan rasa manis optimum membuatnya layak dikenang dan diceritakan.

Aroma khas jeruk Selayar layak disandingkan dengan jeruk sunkist  dari benua seberang yang diminati banyak orang kota itu.

Sebagai pengingat sejarah, pada tahun 1979 jumlah petani kelapa lebih banyak dibandingkan petani yang membudidayakan jenis tanaman lain .Baru kemudian pada era 1980-an masyarakat di daerah ini banyak yang beralih ke jeruk, Selayar, mereka membudidayakan jeruk karena dianggap lebih menjanjikan, hasil yang lebih baik dibandingkan dengan menanam kelapa.

Daerah Batangmata Sapo adalah yang pertama mengembangkan pertanian jeruk. Utamanya di sebuah kampung yang bernama Tamallua. Bertani jeruk tidak selamanya berjalan mulus penyakit dan musim juga merupakan kendala yang dialami oleh para petani saat sekarang ini, (Fajri Ramadhana, dkk).

Pendek cerita, jeruk Selayar merupakan salah satu komoditas holtikultura unggulan. Tanaman ini sudah lama diusahakan oleh petani dengan keuntungan usaha tani yang cukup tinggi. Jeruk keprok Selayar merupakan komoditas primadona bagi petani setempat.

Pertanaman jeruk tersebar di daratan Pulau Selayar terutama di Kecamatan Bontoharu, Bontomatene, dan Bontosikuyu.

Oleh karena itu, pemerintah daerah setempat menetapkan jeruk sebagai salah satu komoditas andalan dan dikembangkan dalam skala agribisnis, (Kartodirjo, 2014).

Penampakan jeruk keprok Selayar (dok: Sharben)

Kesan indah masa lalu, sejarah gemilang yang mulai redup serta cita rasa yang mulai mengkhawatirkan hingga dikeluhkan banyak pihak mesti mendapat perhatian. Setidaknya, pentingnya membaca situasi bagaimana orang-orang di Selayar tetap bertahan, menaruh perhatian pada komoditi mengagumkan ini sebelum senja kelam itu benar-benar tiba.

***

Relevan dengan itu, Pelakita.ID mewawancarai anggota DPRD Sulsel dari Partai Nasdem Ir. H. Ady Ansar, S.Hut., M.M.Pub, IPM, anggota Komisi C, terkait revitalisasi jeruk keprok Selayar. Pembaca tahu kan, kalau Selayar sudah lama disebut memiliki komoditi khas seperti jeruk Selayar itu?

Betul sekali, jeruk khas tersebut merupakan primadona Selayar sejak dahulu meski dalam perkembangannya mengalami banyak kendala dan persaingan dengan jenis lain.

Ada beberapa persoalan yang menghadangnya seperti terserang penyakit, harga kalah bersaing jeruk impor dan lahannya semakin tergerus oleh permukiman dan alih fungsi komoditi serta kurangnya pasokan air hingga manajemen bisnis yang belum padu.

Hal tersebut disadari oleh Ady Ansar sehingga dia ‘pasang badan’ untuk mengajak Pemprov Sulsel dan koleganya di DPRD Sulawesi Selatan untuk mengembalikan kejayaan jeruk keprok Selayar itu.

Kepada Pelakita.ID, alumni Fakultas Kehutanan Unhas itu berbagi cerita tentang upaya yang sedang didorong dan muaranya akan ke mana.

Pelakita.ID: Apami yang sudah dilakukan?

Ady Ansar:Untuk merevitalisasi jeruk Selayar, atau setidaknya menjadi alternatif ekonomi dan terjaga produksinya, telah dilakukan sejumlah langkah-langkah. Antara lain untuk kepentingan riset dengan memperbaiki kualitas jeruk.

Hal tersebut telah dilakukan melalui Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Ehime Jepang dengan Pemprov Sulsel. Tentu saja kami mendukung dan selalu mendorong inisiatif ini.

Bisa disebutkan ide programnya atau seperti apa cakupan perencanannya?

Untuk mem-backup program, kami mendorong Pemprov agar menganggarkan dan mendukung penanaman kembali jeruk Selayar secara masif.

Kami meminta Pemprov untuk membangun show window  sebagai pusat riset dan pengembangan. Kami tentu saja mendorong dan mempersiapkan anggaran yang cukup besar untuk pengadaan bibit, pupuk, penyiapan irigasi.

Termasuk penyediaan kawat duri untuk pagar serta bimbingan teknis pada pekebun jeruk Selayar di Selayar.

Bisa diceritakan apa yang sudah konkret selama 2021 ini?

Mulai 2021 di tanah Pemprov pada kawasan jeruk, sudah mulai dibangun infrastruktur. Mulai dari saung tani, bahkan telah dirintis gedung riset, screen dan green house serta sejumlah bangunan pendukungnya, termasuk pembangunan embung untuk penyediaan air.

Apa yang diharapkan sesungguhnya dari revitalisasi jeruk Selayar ini?

Harapan ideal kita, pada tiga tahun ke depan, jeruk keprok Selayar akan berjaya. Indikatornya, kita akan memproduksi jeruk secara kontinu, jeruk Selayar bisa diperoleh setiap bulan. Kita akan melihat jeruk yang mudah diperoleh dan tentu dengan cita rasa yang terjaga dan manis.  

Yang pasti, harapan kita, sistem logistik akan kita benahi dan dengan demikian, hulu hilir jeruk Selayar akan ditangani dengan baik. 

Peran-ta sejauh ini?

Mengawal perencanaan, membangun komunikasi dengan OPD terkait dan memastikan warga atau pekebun di Selayar terus bersemangat, mempunyai komitmen untuk menjalankan program ini. Toh, ini untuk Selayar dan Sulsel ke depan. Mohon doa dan dukungannya. 

 

Penulis: K. Azis

Related posts