Om Jak dan Seni Merawat Persaudaraan Alumni

  • Whatsapp

PELAKITA.ID – “Apa kareba dinda?” “Apa kabar Smansa 89?”. Ucapan seperti itu amat sering penuis dengar saat bersua Dr. Chaerul Amir, atau biasa disapa Om Jak.

Chaerul Amir—yang akrab disapa Om Jak— adalah seorang jaksa dengan perjalanan karier di lingkungan Kejaksaan, tetapi dalam pergaulan alumni, ada sisi lain yang tidak kalah menonjol: keramahan, perhatian, dan kesediaannya menjaga hubungan antargenerasi.

Saya mengenalnya sebagai sosok yang aktif membesarkan organisasi alumni, terutama IKA Smansa Makassar dan IKA Universitas Hasanuddin.

Aktivitasnya tidak berdiri sendiri, sebab ia memiliki akar pergaulan yang kuat di lingkungan Ikatan Alumni Fakultas Hukum Unhas dan IKA SMP 5 Makassar. Dari lingkaran-lingkaran itulah kita dapat membaca bagaimana hubungan yang terbangun sejak bangku sekolah dan kampus terus dipelihara, bahkan ketika masing-masing orang telah menempuh jalan hidup yang berbeda.

Bagi penulis, organisasi alumni bukan sekadar wadah berhimpun atau ruang untuk mengenang masa lalu. Ia merupakan ruang sosial tempat persahabatan dirawat, pengalaman dibagikan, dan solidaritas diuji melalui tindakan nyata.

Om Jak memperlihatkan arti penting kehadiran personal dalam kerja organisasi: orang yang mau menyapa, memberi perhatian, membantu menggerakkan kegiatan, dan membuat orang lain merasa menjadi bagian dari sebuah keluarga besar.

Dari Fakultas Hukum Unhas ke pengabdian profesional

Nama Chaerul Amir pernah muncul dalam pemberitaan Pelakita.ID pada Maret 2023 melalui artikel berjudul Om Jaksa Chaerul Amir Siap Mengabdi untuk Makassar.

Tulisan tersebut memperkenalkannya sebagai alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin angkatan 1985 dan Smansa Makassar angkatan 1985. Artikel itu juga mencatat perjalanan profesionalnya di Kejaksaan Agung, termasuk pengalaman sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum dan Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara.

Rekam jejak tersebut memperlihatkan perjalanan seorang alumni yang menekuni profesi dengan tanggung jawab publik. Dunia kejaksaan menuntut integritas, ketelitian, disiplin, serta kesadaran terhadap konsekuensi hukum dari setiap keputusan.

Di luar tugas profesional itu, Om Jak tetap terhubung dengan lingkungan sosial yang membentuk perjalanan hidupnya, yakni sekolah, kampus, dan organisasi alumni.

Bagi penulis, hubungan antara profesi dan organisasi alumni menjadi menarik ketika keduanya tidak saling meniadakan.

Seseorang dapat menjalankan tanggung jawab pekerjaan sekaligus menjaga persahabatan, membangun komunikasi, dan membantu komunitasnya tumbuh. Jabatan profesional memang membawa pengalaman dan tanggung jawab, tetapi kehangatan dalam pergaulan justru lahir dari cara seseorang menempatkan diri di antara sesama.

IKA Smansa dan semangat menjaga kebersamaan

Di lingkungan IKA Smansa Makassar, Om Jak dikenal sebagai salah satu figur yang memberikan perhatian pada kegiatan bersama.

Dalam artikel Pelakita.ID tahun 2023, misalnya, ia diberitakan ikut mengantar tim Smansa 85 menjuarai Seri I Liga Mini Soccer Smansa Makassar Zona 80+.

Ia juga disebut aktif membantu persiapan dan latihan, sebuah bentuk keterlibatan yang menunjukkan bahwa kerja organisasi tidak selalu berlangsung di ruang rapat atau forum resmi. Termasuk sebagai ketua badan otonom sepakbola Pengurus Pusat IKA Unhas. Sejumlah event digelar atas nama IKA Unhas.

Olahraga alumni mungkin terlihat sederhana, tetapi kegiatan seperti ini menyimpan makna sosial yang penting.

Kegiatan bersama juga menjadi cara untuk menjaga ingatan kolektif. Persahabatan yang pernah tumbuh di bangku sekolah memperoleh ruang baru untuk berkembang, sementara generasi yang lebih muda dapat melihat bahwa ikatan alumni bukan sekadar cerita tentang masa lampau. Ada pekerjaan yang harus dilakukan bersama agar organisasi tetap hidup dan relevan.

Bagi Om Jak, perhatian pada kegiatan seperti itu merupakan bagian dari kiprahnya dalam komunitas alumni. Hal yang patut dihargai bukan semata-mata kehadiran seorang tokoh, melainkan kesediaannya ikut bekerja agar kegiatan dapat berlangsung. Organisasi yang kuat membutuhkan orang-orang yang tidak hanya hadir ketika acara berlangsung, tetapi juga membantu menyiapkan, menggerakkan, dan menjaga semangat kebersamaan.

Merawat jejaring dari sekolah hingga universitas

Lingkaran pengabdian Om Jak tidak terbatas pada IKA Smansa. Ia juga tercatat sebagai Ketua IKA SMP 5 Makassar dan memiliki hubungan dengan lingkungan alumni Fakultas Hukum Unhas serta IKA Unhas.

Rangkaian keterlibatan tersebut menunjukkan pentingnya jejaring alumni yang tumbuh sejak sekolah, berlanjut di perguruan tinggi, lalu berkembang melalui perjalanan profesional.

Setiap lingkungan memiliki sejarah dan karakter tersendiri. Alumni sekolah berbagi kenangan masa remaja, alumni fakultas dipertemukan oleh pengalaman akademik dan profesi, sedangkan organisasi universitas menghubungkan orang-orang dari berbagai disiplin ilmu. Ketika jejaring itu saling terhubung, terbuka kesempatan untuk memperluas kolaborasi dan memperkuat solidaritas lintas generasi.

Di sinilah saya melihat arti penting sosok seperti Om Jak. Ia hadir dalam lingkungan alumni bukan hanya sebagai orang yang memiliki perjalanan karier tersendiri, melainkan sebagai bagian dari komunitas yang membutuhkan perhatian dan perawatan berkelanjutan.

Ikatan alumni akan lebih bermakna ketika para anggotanya merasa saling mengenal, saling mendukung, dan memiliki ruang untuk bertumbuh bersama.

Ramah, peduli, dan memberi tempat bagi adik-adik angkatan

Ada kualitas personal yang menurut saya penting untuk dicatat dari Om Jak: keramahan dan perhatiannya kepada adik-adik angkatan. Dalam pergaulan organisasi, sikap seperti ini tidak bisa dianggap remeh. Tidak semua orang yang memiliki pengalaman, jabatan, atau jaringan luas mampu membuat orang lain merasa nyaman untuk mendekat dan berbicara.

Perhatian kepada generasi yang lebih muda juga bukan sekadar persoalan senioritas. Ia berkaitan dengan kesediaan berbagi pengalaman, membuka ruang percakapan, dan memperlakukan anggota yang lebih muda sebagai bagian penting dari komunitas. Organisasi alumni membutuhkan kesinambungan, dan kesinambungan itu tidak akan terbangun jika pengalaman hanya disimpan oleh generasi terdahulu tanpa diteruskan kepada mereka yang datang kemudian.

Saya percaya, salah satu ukuran keberhasilan organisasi alumni ialah kemampuannya membuat adik-adik angkatan merasa diterima dan memiliki kesempatan berkontribusi. Mereka tidak cukup hanya diundang ketika ada acara besar. Mereka perlu diberi ruang untuk mengusulkan gagasan, mengambil tanggung jawab, membangun jejaring, dan belajar dari pengalaman orang-orang yang lebih dahulu menapaki jalan profesional.

Dalam hal ini, keramahan memiliki nilai organisasi. Ia membuka pintu komunikasi, mengurangi jarak, dan membantu membangun kepercayaan. Kepedulian membuat hubungan tidak berhenti pada formalitas, sedangkan kesediaan membantu mengubah persaudaraan dari sebuah slogan menjadi pengalaman yang benar-benar dirasakan.

Om Jak dan makna pengabdian

Saya menulis tentang Om Jak bukan semata-mata untuk mengulang riwayat seorang jaksa atau mencatat keaktifannya dalam organisasi. Saya ingin menyoroti sisi manusiawi dari perjalanan seorang alumni: bagaimana seseorang tetap menjaga hubungan dengan lingkungan yang membentuk dirinya, sekaligus memberikan perhatian kepada orang-orang yang melanjutkan perjalanan setelahnya.

Om Jak mengingatkan saya bahwa pengabdian tidak selalu harus tampil dalam bentuk yang besar dan monumental. Ia dapat dimulai dari kesediaan hadir, membantu kawan, merawat persahabatan, dan memberi perhatian kepada mereka yang membutuhkan dukungan.

Hal-hal seperti itu mungkin tidak selalu tercatat dalam dokumen organisasi, tetapi kerap menjadi alasan mengapa sebuah komunitas mampu bertahan melewati perubahan zaman.

Organisasi alumni akan semakin berarti ketika pengalaman profesional para anggotanya bertemu dengan kepedulian sosial, ketika senioritas diterjemahkan menjadi keteladanan, dan ketika persaudaraan melahirkan kesempatan bagi generasi berikutnya.

Om Jak adalah pengingat bahwa nama baik seseorang tidak hanya dibangun melalui profesi yang dijalani, tetapi juga melalui hubungan yang dirawat.

Bagi penulis, keramahan, perhatian, dan kepeduliannya kepada sesama alumni merupakan bagian penting dari cerita itu. Sebab, kampus dan sekolah boleh menjadi masa lalu, tetapi persaudaraan yang tumbuh di dalamnya selalu memiliki kesempatan untuk menjadi kekuatan pada masa kini dan masa depan.

Begitulah, jadi, selamat mengemban amanah sebagai staf khusus Menteri Pertanian untuk bidang pendampingan hukum.

___
Denun, 14 Oktober 2026