FKM Unhas Bersama Yayasan Kareba Baji Perkuat Kapasitas Organisasi Penyintas TB dalam Advokasi Anggaran Daerah

  • Whatsapp
Kegiatan yang diikuti sekitar 21orang peserta ini berlangsung di Ruang Aula Prof. Rusli Ngatimin, Gedung C Lantai 2, FKM Unhas. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ilmiah Dies Natalis ke-44 FKM Unhas.

Kolaborasi Kampus dan Komunitas: FKM Unhas Bersama Yayasan Kareba Baji Perkuat Kapasitas Organisasi Penyintas TB dalam Advokasi Anggaran Daerah

PELAKITA.ID – Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Hasanuddin bersama Yayasan Kareba Baji Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Strategic Action” Follow Up Rencana Kerja Organisasi Penyintas TB (OPT) pada Selasa–Rabu (13–14/10/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 21orang peserta ini berlangsung di Ruang Aula Prof. Rusli Ngatimin, Gedung C Lantai 2, FKM Unhas. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ilmiah Dies Natalis ke-44 FKM Unhas.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Yayasan Kareba Baji Sulawesi Selatan yang berkolaborasi dengan Departemen PKIP FKM Unhas, serta didukung oleh POP TB Indonesia dan PR Konsorsium Penabulu-STPI.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes dan diawali sambutan dari Ketua OPT Dr. Chandra Mustamin, S.Sos., M.Si, Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi (GPM-PR) FKM Unhas Ulfa Najamuddin, S.Si., M. Kes., Ph.D, Dosen Departemen PKIP FKM Unhas, serta perwakilan SRN POP TB Indonesia/PR Konsorsium Penabulu-STPI.

Dalam sambutannya, Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi (GPM-PR) FKM Unhas Ulfa Najamuddin, S.Si., M. Kes., Ph.D, menekankan pentingnya peran komunitas dalam penanggulangan tuberkulosis.

Selama dua hari, peserta mendapatkan pemaparan dari Dinas Kesehatan Kota Makassar mengenai perkembangan situasi program TB.

Bappeda menjelaskan kebijakan penganggaran untuk dukungan komunitas, termasuk mekanisme swakelola tipe 3 dan 4, serta pelibatan komunitas dalam siklus perencanaan dan penganggaran daerah. Sementara itu, TP2TB/FMS membahas perannya dalam mendorong pendanaan lokal.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes dan diawali sambutan dari Ketua OPT Dr. Chandra Mustamin, S.Sos., M.Si, Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi (GPM-PR) FKM Unhas Ulfa Najamuddin, S.Si., M. Kes., Ph.D, Dosen Departemen PKIP FKM Unhas, serta perwakilan SRN POP TB Indonesia/PR Konsorsium Penabulu-STPI.

Peserta juga diajak menyusun strategi advokasi untuk mengakses sumber pendanaan lokal seperti APBD, CSR, dan filantropi. Selain itu, peserta memetakan sumber daya dan menyusun matriks rencana kerja advokasi. Kegiatan ditutup dengan audiensi rencana dukungan komunitas kepada pemerintah daerah.

Melalui kegiatan ini, OPT diharapkan mampu menerjemahkan rencana kerja tahun 2026 ke dalam langkah program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Kegiatan ini mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), khususnya target mengakhiri epidemi tuberkulosis pada tahun 2030.

Kegiatan ini juga mendukung SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, komunitas penyintas, dan pemerintah daerah.

Melalui kemitraan ini, Departemen PKIP FKM Unhas berkomitmen mendukung penguatan kapasitas komunitas agar upaya eliminasi TBC di Sulawesi Selatan dapat berjalan secara berkelanjutan melalui kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan akademisi.

Kolaborasi ini tidak berhenti di sini. Departemen PKIP FKM Unhas dan Yayasan Kareba Baji telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama lainnya dalam mendorong eliminasi TB.