Dari Barak ke Beras: Jalan Sunyi Pengabdian Ahmad Rizal Ramdhani*

  • Whatsapp

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos,SH,M.Han.

PELAKITA.ID – Namanya dipanggil MC. Hari itu, 6 Mei 2026, ia salahsatu penerima penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) 2026 yang diselenggarakan MarkPlus Inc-konsultan manajemen ternama milik Hermawan Kertajaya.

Sosok pria tinggi berbadan tegap pun berjalan ke podium.

Penampilannya sederhana. Senyum sumringah terpancar dari raut wajahnya. Wajah “debutan” di antara para petinggi dan elit direksi BUMN dan BUMD se-Indonesia yang memenuhi main atrium Mal Kota Kasablanca Jakarta.

Nama pria itu: Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos,SH,M.Han.

Ia menjabat Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog. Menggantikan Dirut sebelumnya yang mundur karena ingin melanjutkan karir TNI.

“Penghargaan ini untuk jajaran Perum Bulog di semua level,” ujarnya merendah.

Bagi Ahmad Rizal- begitu ia biasa disapa- dirinya tidak bisa berbuat apa-apa tanpa sokongan teamwork yang bekerja kolaboratif dan transformatif.

Rasanya, penghargaan tersebut menjadi kado manis terindah Bulog yang empat hari kemudian merayakan HUT ke-59.

Sejak menjabat Kabulog, meskipun belum genap setahun, sudah terlihat wajah Bulog yang modern, transformatif, budaya kerja baru dan lebih ”independen”.

Saya katakan independen karena tidak lagi diombang-ambing dan “terjepit” di tengah kebijakan antar kementerian atau lembaga terkait, seperti saat ribut-ribut impor beras yang pernah disiarkan secara luas oleh media. Tapi kini mereka bekerja “satu komando” di bawah langsung Presiden melalui koordinasi Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Di zaman ketika banyak orang memandang Perum Bulog seperti potret usang dengan program rutin-tua yang nyaris kehilangan relevansi, Ahmad Rizal justru melihatnya sebagai instrumen penjaga kelangsungan masa depan Indonesia: beras.

Ahmad Rizal bukan birokrat yang lahir dari meja rapat panjang dan ruang atau lorong kementerian/lembaga. Jalan hidup pria kelahiran Jakarta 19 November 1970 ditempa sejak dari barak prajurit, debu medan operasi, disiplin militer, presisi intelijen, hingga strategi dan diplomasi global.

Dari lembah Tidar Magelang, Ahmad Rizal dikenal sebagai lulusan Akademi Militer 1993.

Ia seletting Mayjen Kosasih, Sekretaris Militer Presiden Prabowo Subianto.

Selepas pendidikan di Akmil, ia menghabiskan waktu dinasnya di Batalyon Zeni Tempur.

Lalu mendapat tugas baru sebagai Pasi Intel Komando Distrik Militer (Kodim) 0202/BS Medan.

Pada 2021, Ahmad Rizal menjadi Asisten Deputi Koordinasi Pengelolaan Pemilihan Umum dan Penguatan Partai Politik di Kemenko Polhukam.

Setahun kemudian mendapat tugas baru sebagai Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II.

Perjalanan karirnya terus menanjak dan 2023 diangkat sebagai Staf Khusus Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Tak lama kemudian dipromosikan sebagai Komandan Satgas BKO (Bawah Kendali Operasi) Ketahanan Pangan Kementan.

Berkat pengalamannya yang teruji, ia lalu dipercaya mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau persiapan demplot (Demonstrasi Plot) padi di Desa Wanam, kabupaten Merauke, Papua Selatan, awal November 2024.

Ahmad Rizal memberi perspektif baru tentang beras dan pangan pada umumnya. Bagaimana menjadikan beras sebagai simbol peradaban bangsa.

Dari balik butiran beras inilah ia melihat bulir-bulir harapan yang harus selalu dinyalakan. ***

(Rusman Madjulekka).